JawaPos.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan program Beasiswa Santri untuk memperluas akses pendidikan bagi santri pada momentum Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Ketua Baznas Sodik Mudjahid mengatakan, kekuasaan politik, ekonomi, serta ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan instrumen untuk memperbaiki tata kelola negara, yang pada akhirnya harus diarahkan untuk mendorong kebangkitan umat.
"Seluruh upaya tersebut harus diarahkan pada kebangkitan umat," kata Sodik seperti dilansir dari Antara di Jombang.
Baca Juga: Bukan Sekadar Ziarah! UT Purwokerto Hidupkan Kembali Spirit Tokoh Nasional dan Daerah
Sodik menjelaskan, pada tahun 2025, program ini mencatatkan keberhasilan dengan meloloskan lebih dari 7.300 santri ke berbagai PTN, PTKIN, PTS unggulan, dan perguruan tinggi kedinasan.
Di mana 4.779 dari 10.000 total penerima manfaat merupakan generasi pertama di keluarga mereka yang berkesempatan mengejar gelar sarjana demi masa depan yang lebih baik.
Dia meyakinkan, Baznas berkomitmen mendorong transformasi pesantren agar para santri memiliki kesempatan yang sama untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi di perguruan tinggi terbaik tanpa kehilangan karakter, jati diri, serta nilai-nilai keislaman.
Baca Juga: Kampus Dorong Penguasaan Teknologi agar Layanan Berkualitas Menjangkau Daerah
"Dari pesantren, kita berharap lahir dokter, insinyur, akademisi, profesional, pengusaha, birokrat, dan pemimpin yang memberikan kontribusi nyata bagi bangsa menuju Indonesia Emas 2045," tutur Sodik.
Sodik juga berpesan kepada para santri, bahwa selain memperdalam ilmu agama, santri juga harus berani untuk menguasai IPTEK, ekonomi, dan politik yang merupakan tiga pilar perjuangan utama santri.
Direktur Pesantren Kementerian Agama Basnang Said mengatakan program beasiswa tersebut diharapkan dapat membantu santri melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Dia mengatakan Kementerian Agama juga berkomitmen memperkuat kerja sama dengan pesantren, khususnya dalam pengembangan program beasiswa bagi santri.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Wahabiyyah Tambakberas Jombang, Bu Nyai Mundjidah Wahab, berharap program tersebut memberikan manfaat nyata bagi santri dan santriwati dari keluarga kurang mampu.
"Semoga kegiatan ini menjadi program yang bermanfaat bagi para santri, terutama santriwan-santriwati yang tidak mampu, sehingga mereka dapat merasakan pendidikan yang layak," ujar dia.
Baca Juga: Kampus Dorong Penguasaan Teknologi agar Layanan Berkualitas Menjangkau Daerah
Program tersebut diluncurkan di Pondok Pesantren Al Wahabiyyah Tambakberas, Jombang, diikuti ratusan peserta dari unsur alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), pesantren, organisasi kemasyarakatan, serta penerima beasiswa Baznas.
Sekretaris Jenderal Majelis Alumni IPNU Idy Muzayyad mengatakan kerja sama Baznas dengan Majelis Alumni IPNU juga diwujudkan melalui Program Future Leaders Fellowship (FLF) yang diinisiasi alumni IPNU.
"Program ini merupakan langkah awal dalam mendorong kebangkitan santri melalui program bantuan pendidikan," kata Idy.
Baca Juga: Alumni UI Dibidik Masuk Dunia Industri, Dany: Ada Karpet Merah
Dia mengatakan kerja sama tersebut akan diperluas, termasuk dengan Kementerian Agama melalui bidang pendidikan pesantren, sehingga manfaat program beasiswa dapat menjangkau lebih banyak santri.
Kegiatan tersebut juga diisi talkshow bertema Transformasi Pesantren dalam Meningkatkan Kualitas SDM Indonesia melalui Pendidikan Tinggi yang menghadirkan Ketua Gerakan Pengasuh Pesantren Indonesia (GAPI) K.H. Cholil Nafis, Ketua RMI PBNU K.H. Hodri Arief, Ketua LP2 PP Muhammadiyah H Maskuri, dan tamu undangan lainnya.
“Silakan ada yang tafaqquh fiddin sampai profesornya agama, tapi jangan lupa ayat surat apa tadi, Ar-Rahman tadi, la tanfudzuna illa bisulthan, dengan kekuatan. Kekuatan apa? Kekuatan politik, kekuatan ekonomi, dan kekuatan IPTEK, di sanalah menjadi ladang perjuangan para santri," katanya.
Baca Juga: Alisfest 2026 Al-Azhar Kelapa Gading Dorong Generasi Muda Berprestasi, Berkarakter, dan Peduli