JawaPos.com - Rektor Universitas Indonesia Prof Heri Hermansyah mengingatkan para wisudawan untuk menerapkan dan menghasilkan solusi serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Setelah menyelesaikan pendidikan di UI, para lulusan akan menghadapi persoalan yang lebih beragam. Karena itu, ilmu dan kompetensi yang diperoleh perlu diterapkan untuk menghasilkan solusi serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Heri Hermansyah seperti dilansir dari Antara saat acara Wisuda UI di Balai Sidang Kota Depok.
Dia mengatakan, prestasi akademik para lulusan merupakan bagian dari hasil penyelenggaraan pendidikan yang perlu diteruskan melalui kontribusi setelah lulus.
Baca Juga: Pataka APPAUDI: Mandat, Perlindungan dan Dukungan Pusat untuk Bali
Dia menyebut bahwa tantangan lulusan perguruan tinggi tidak hanya terletak pada penguasaan keilmuan, tetapi juga pada kemampuan bekerja lintas bidang, berkolaborasi, dan merespons perubahan.
Prestasi akademik menjadi bekal untuk memasuki ruang yang lebih luas, tempat pengetahuan dan kompetensi diuji melalui karya, inovasi dan kontribusi nyata.
Sebanyak 4.141 lulusan Universitas Indonesia (UI) meraih predikat Cum Laude dan 421 Summa Cum Laude dari total 10.329 lulusan.
Baca Juga: Kemenag Salurkan 1.000 School Kit dan 16 Ruang Belajar Sementara untuk Madrasah di NTT
Di antara para lulusan tersebut, 72 lulusan tercatat memperoleh indeks prestasi kumulatif (IPK) sempurna 4.
Wakil Direktur Utama MIND ID sekaligus Anggota Majelis Wali Amanat UI Dany Amrul Ichdan menyatakan, alumni UI akan memperoleh akses prioritas untuk mengikuti proses seleksi dan asesmen di dunia industri.
“Saya memberikan karpet merah prioritas bagi alumni UI,” ungkap Dany.
Namun, Dany menegaskan, kesempatan tersebut bukan berarti alumni UI otomatis memperoleh pekerjaan.
Para lulusan tetap harus melewati mekanisme seleksi dan penilaian yang diterapkan masing-masing perusahaan.
Prioritas diberikan pada kesempatan untuk mengikuti proses tersebut sehingga lulusan memiliki akses lebih awal ke peluang kerja di sektor industri.
Baca Juga: Menag Buka Muktamar V Wahdah Islamiyah, Kukuhkan 10.000 Guru Al- Qur’an, Ini Pesannya!
Selain persoalan karir, Dany meminta lulusan UI tetap mempertahankan sikap kritis ketika memasuki kehidupan profesional maupun bermasyarakat.
Dia menilai perbedaan pandangan terhadap pemerintah merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang tidak seharusnya menghilangkan kepedulian terhadap negara.
“Kalian boleh tidak setuju dengan pemerintah, boleh kritik pemimpin kalian,” tegas Dany Amrul Ichdan.
Baca Juga: Alisfest 2026 Al-Azhar Kelapa Gading Dorong Generasi Muda Berprestasi, Berkarakter, dan Peduli
Menurut Dany, lulusan UI perlu menempatkan sikap kritis dan kecintaan terhadap Indonesia secara bersamaan.
Dia mendorong alumni tidak hanya menjadi tenaga profesional, tetapi juga mampu menghasilkan gagasan dan solusi yang memberi dampak bagi bangsa.
“Jangan pernah lelah mencintai Indonesia,” tandas Dany Amrul Ichdan.
Baca Juga: Puji Langkah Progresif GIHES, Jusuf Kalla: Pendidikan Harus Berorientasi Karakter dan Masa Depan
Dany juga mengingatkan hubungan alumni dengan UI tidak semestinya berakhir setelah prosesi wisuda.
Dia meminta lulusan yang telah mencapai kesuksesan untuk kembali memberikan kontribusi kepada almamater, termasuk melalui penguatan fasilitas riset dan pengembangan
“Sesukses apa pun kalian nanti, jangan lupakan UI,” kata Dany.
Dia menilai kontribusi alumni menjadi penting seiring meningkatnya reputasi UI di tingkat global.
Baca Juga: Mahasiswa Magister Biomedik UAJ Bawa Riset Nutrigenetik Raih Juara 2 di Tingkat Internasional
Capaian UI yang telah masuk jajaran 200 perguruan tinggi terbaik dunia, menurut dia, perlu dijaga melalui dukungan berkelanjutan dari sivitas akademika dan para alumninya.
Dany turut mengingatkan lulusan agar tidak melupakan peran dosen dan guru besar dalam perjalanan pendidikan mereka.
Pengalaman selama kuliah, termasuk menghadapi pengajar dengan karakter tegas, disebut menjadi bagian dari proses pembentukan mental dan ketangguhan mahasiswa.
Baca Juga: Lulus Program Magister Psikologi, Aryo Berbagi Pengalaman Sebagai Mentor
Sementara kepada lulusan Hubungan Internasional, Dany mendorong mereka memperluas pilihan karir.
Lulusan tidak harus terpaku pada profesi diplomat pemerintahan, tetapi dapat mengambil peran di perusahaan sebagai diplomat perusahaan yang memahami kepentingan bisnis sekaligus dinamika hubungan antarnegara.