JawaPos.com – Ferry Irwandi, seorang kreator konten dan pendiri Malaka Project mengingatkan kepada mahasiswa baru Institut Pertanian Bogor (IPB) 63 mengingatkan agar menjadi mahasiswa bukan hanya tentang mengejar angka di transkrip akademik.
"Pendidikan seharusnya membentuk cara berpikir dan karakter seseorang," tegasnya saat memberikan pesan kepada mahasiswa baru IPB 63 dalam kuliah umum bertajuk “Hold Your Grounds” pada hari ke-2 Masa Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB) IPB 63 X Agrisymphony 2026.
Di hadapan mahasiswa baru, Ferry mengingatkan bahwa salah satu hal paling penting yang harus diselesaikan selama menjalani perkuliahan adalah pendidikan.
Menurutnya, pencapaian akademik tidak seharusnya dipisahkan dari proses pembentukan diri sebagai seorang yang terdidik.
“Dalam perkuliahan satu hal yang paling utama untuk diselesaikan sebelum hal yang lain adalah pendidikan,” ujar Ferry kepada ribuan mahasiswa baru IPB di Grha Widya Wisuda, Kampus Dramaga (11/8).
Baca Juga: Guru Besar IPB: Batas Konsumsi 4 Jam Bukan Jaminan MBG Aman
Ia kemudian membawa mahasiswa pada persoalan yang dekat dengan kehidupan akademik: menyontek. Ferry menceritakan pengalamannya ketika menjadi mahasiswa dan bagaimana ia sejak kecil memiliki ketidaksukaan terhadap tindakan tersebut.
“Dari semenjak kecil gua benci banget menyontek,” tuturnya.
Baginya, persoalannya bukan sekadar apakah seseorang mendapatkan nilai tinggi atau tidak. Nilai akademik seharusnya mencerminkan kemampuan dan proses belajar yang benar-benar dijalani.
“Untuk apa IP (indeks prestasi) lu 4, kalau pikiran lu nggak merepresentasikan pendidikan lu?” ungkap Ferry.
Menurut Ferry, seseorang juga perlu menerima kenyataan bahwa tidak semua orang dapat dibuat senang. Karena itu, memiliki prinsip yang diyakini menjadi penting agar mahasiswa memiliki pegangan ketika menghadapi pilihan yang sulit.
“Kita tidak akan pernah bisa menyenangkan semua orang,” ujarnya.
Di tengah tuntutan kuliah dan organisasi, Ferry turut mengingatkan mahasiswa untuk tetap menikmati prosesnya. Ia mendorong mahasiswa untuk mencintai aktivitas yang dijalani dan memberikan ruang bagi diri sendiri untuk menikmati kehidupan.
“Penuhi hidupmu dengan cinta, dari teman lu, aktivitas lu, cintailah apa yang lu kerjain,” pesannya.
“Jangan lupa senang-senang,” lanjut Ferry.