JawaPos.com - Andreas Noven, mahasiswa Magister Biomedik Unika Atma Jaya (UAJ) angkatan 2024, mengharumkan nama UAJ.
Dia meraih Juara 2 Kategori Poster Student pada International Conference on Exercise, Health, and Physiology (ICEHP) & Indonesian Physiology Society Annual Meeting (IPSAM) 2026 yang diselenggarakan Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada 2-3 Juli 2026.
Pada kompetisi tersebut, Andreas mempresentasikan penelitian berjudul Association Between the DRD2/ANKK1 rs1800497 Polymorphism and Dietary Patterns in Adults with Obesity.
Baca Juga: Mahasiswa Disabilitas Rungu Unesa Raih 2 Prestasi Nasional Inovasi dan Budaya
Penelitian ini mengangkat bidang nutrigenetik, yaitu perpaduan antara ilmu gizi dan biologi molekuler untuk memahami hubungan faktor genetik dengan pola makan pada orang dewasa yang mengalami obesitas.
Meski berhasil meraih prestasi membanggakan, perjalanan penelitian tersebut tidak mudah. Andreas harus melalui berbagai tahap, mulai dari pengambilan sampel darah pada penelitian klinis manusia, mencari pendanaan penelitian, hingga menghadapi tantangan kesehatan setelah menjalani operasi Open Reduction Internal Fixation (ORIF) Humerus Dextra.
”Setiap tantangan justru menjadi bagian dari proses yang membentuk perjalanan ini,” ungkap Andreas.
Baca Juga: Rektor Bakar Rasa Bangga Mahasiswa Baru 63 IPB University: “Gak Apa-Apa Pede, yang Penting IPB”
Di balik keberhasilannya, Andreas mengaku mendapat banyak dukungan selama menempuh pendidikan di Magister Biomedik UAJ.
Menurut dia, para dosen tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang kuat, tetapi juga selalu hadir mendampingi setiap proses penelitian.
”Selama proses bimbingan, saya didampingi hingga benar-benar memahami materi yang dipelajari. Apalagi, latar belakang saya adalah ahli gizi yang memiliki keterbatasan di bidang kedokteran. Namun, berkat pembinaan dan dukungan dari para dosen UAJ, saya bisa berkembang hingga meraih prestasi ini,” tutur Andreas.
Selain bimbingan akademik, Andreas juga menilai fasilitas penelitian yang tersedia di UAJ sangat membantu mahasiswa dalam mengembangkan riset hingga menghasilkan luaran yang kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.
Keberhasilan Andreas tidak lepas dari arahan para dosen pembimbing dari Dosen Program Studi Sarjana Kedokteran UAJ, yakni Dr. Dra. Ana Lucia Ekowati, M.Kes., Dr. dr. Prissilia Nanny Djaya, Sp.GK, M.S., serta Ferbian Milas Siswanto, S.KH., M.Sc., Ph.D., yang mendampingi proses penelitian hingga berhasil dipresentasikan pada forum ilmiah internasional.
Bagi Andreas, mengikuti kompetisi ilmiah bukan sekadar mengejar gelar juara, melainkan kesempatan untuk menguji kualitas penelitian yang telah dilakukan. Dia mengajak #SahabatAtma tidak ragu terjun ke dunia riset dan kompetisi ilmiah.
Baca Juga: RUU Sisdiknas Baru Dorong Kesetaraan Sekolah Negeri-Swasta hingga Pesantren
”Jadikan kompetisi sebagai ruang untuk menguji metodologi dan kemampuan menganalisis, bukan sekadar mencari gelar. Penelitian terbaik lahir dari proses evaluasi tanpa henti dan keberanian menguji hipotesis. Ingatlah bahwa aksi nyata jauh lebih berharga daripada teori belaka,” tandas Andreas.