JawaPos.com - Sejumlah orang tua mengeluhkan data anak mereka diduga digunakan untuk pendaftaran Data Pokok Pendidikan (Dapodik) tanpa sepengetahuan keluarga. Keluhan itu ramai dibagikan di media sosial Threads setelah beberapa orang menemukan nama anaknya tercatat sebagai peserta didik di sekolah yang tidak pernah ditempati.
Unggahan tersebut memicu kekhawatiran warganet mengenai keamanan data peserta didik dan proses pendataan di satuan pendidikan. Banyak orang tua mengaku baru mengetahui kondisi tersebut setelah memeriksa data anak di situ resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Salah satu akun Threads, @lellyndani, mengaku mengetahui persoalan itu setelah membaca unggahan pengguna lain yang mengalami hal serupa.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Scorpio Besok 6 Agustus 2026: Hati Berbunga, Rezeki Tak Terduga
"Barusan ada thread lewat, katanya data anaknya dipakai daftar Dapodik tanpa sepengetahuan. Pas aku cek data anakku, ternyata anakku juga sudah terdaftar Dapodik di sekolah yang enggak dia tempati," tulisnya, dikutip Rabu (5/8).
Ia menceritakan, anaknya sebelumnya pernah belajar mengaji di sebuah TPQ yang berada dalam satu bangunan dengan Raudhatul Athfal (RA). Saat itu, pihak TPQ meminta fotokopi Kartu Keluarga (KK) sehingga ia memberikannya.
Setelah menanyakan hal tersebut kepada guru mengaji, ia mendapat penjelasan bahwa TPQ memang mendaftarkan data muridnya ke Dapodik. Namun, ia mempertanyakan apakah praktik tersebut memang diperbolehkan.
Sebab saat ini, anaknya telah bersekolah di TK A. Namun, data pada Dapodik masih tercatat di sekolah lain yang tidak pernah diikuti anaknya.
Baca Juga: Jika Anda Ingin Berusaha Menyampaikan Kebenaran yang Sulit, Lakukan 7 Langkah Ini agar Lebih Mudah
Keluhan serupa disampaikan akun Threads @alwyanipb. Ia mengatakan anaknya juga tercatat di sekolah yang berbeda dari tempat belajar saat ini.
Dalam unggahannya, ia membagikan langkah yang dilakukan setelah mengetahui nama anaknya terdaftar di sekolah lain. Pertama, orang tua diminta mencari informasi mengenai sekolah atau lembaga pendidikan yang tercantum dalam data tersebut, kemudian menghubungi pihak pengelola untuk meminta data anak dikeluarkan apabila memang tidak pernah bersekolah di sana.
Jika ingin lebih praktis, ia menyarankan orang tua segera menghubungi guru atau pihak sekolah tempat anak saat ini bersekolah agar pihak sekolah membantu proses perbaikan data melalui mekanisme yang berlaku.
Ia juga menyinggung informasi yang beredar bahwa data anak diduga diperoleh dari berbagai sumber, termasuk data yang pernah diberikan kepada lembaga pendidikan atau layanan lain. Menurut informasi yang diterimanya, data tersebut diduga digunakan untuk memenuhi persyaratan administrasi tertentu. Namun, klaim tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.
Sementara itu, akun Threads @7jeyo mengaku terkejut setelah memeriksa data anaknya. Ia menemukan nama anaknya tercatat di sebuah Kelompok Bermain (Kober) yang tidak dikenalnya.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Pisces Besok 6 Agustus 2026: Asmara Harmonis, Peluang Finansial Terbuka
"Anakku baru masuk TK A, dan ini bukan nama TK-nya. Kira-kira aku harus apa ya?" tulisnya sambil meminta saran dari pengguna Threads lainnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kemendikdasmen Yudhistira Nugraha mengatakan akan memberikan keterangan pers untuk memberikan penjelasan lebih lanjut.
"Kami sampaikan ke Tim Pusdatin ya dan akan kami sampaikan statement terkait di atas," ucapnya saat dihubungi JawaPos.com.
Hingga saat ini belum ada respons lebih lanjut terkait dugaan pencatutan data anak tersebut.