← Beranda
Mahasiswa UMM Jalani KKN Internasional di Selangor, Dapat Sambutan Hangat Tokoh Malaysia
Dhimas GinanjarMinggu, 2 Agustus 2026 | 18.09 WIB
Kiri: Mahasiswa UMM yang melakukan KKN di Selangor, Malaysia. Kanan: Arya (kanan), Dato Jamal (kiri), dan Dato Hasnal (tengah). (Istimewa)

JawaPos.com - Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Selangor, Malaysia, mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat setempat. Ketua Kampung Setia Jamaluddin bin Wahab dan anggota dewan Negeri Selangor Dato' Hasnal Rezua bin Habib Merican memuji kontribusi mahasiswa UMM yang terlibat dalam berbagai kegiatan bersama warga.

Sebanyak 11 mahasiswa UMM menjalani KKN Internasional di Kampung Setia, Kuang, Selangor Darul Ehsan. Kehadiran mereka turut mewarnai kegiatan bakti sosial yang diikuti ratusan warga di Laman Naluri, Lorong Setia 12, Daerah Gombak, Minggu (2/8/2026).

Mahasiswa UMM berbaur dengan masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial. Program yang digelar meliputi pengobatan massal, bazar murah, hingga sosialisasi pengolahan sampah yang mendapat sambutan antusias dari warga.

Ketua Kampung Setia Jamaluddin bin Wahab mengaku bangga dapat menjadi tuan rumah bagi mahasiswa UMM. Menurutnya, kampus asal Indonesia tersebut dikenal luas dan memiliki reputasi yang baik.

“Selamat datang tamu kehormatan, adik-adik mahasiswa dari UMM Indonesia. Saya sudah mengecek melalui internet ternyata UMM adalah kampus besar dan ternama. Kami bangga menjadi tuan rumah untuk kampus besar seperti UMM,” kata Dato’ Jamaluddin.

Jamaluddin berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat Kampung Setia. Menurutnya, program itu juga menjadi kesempatan bagi warganya untuk mengenal budaya Indonesia sekaligus memberi pengalaman kepada mahasiswa UMM untuk memahami budaya masyarakat Malaysia melalui aktivitas bersama.

Apresiasi serupa disampaikan Dato' Hasnal Rezua bin Habib Merican. Anggota Dewan Negeri Selangor itu menilai keterlibatan mahasiswa UMM bersama warga menjadi contoh kebersamaan yang patut diapresiasi.

Sebagai bentuk penghargaan, Dato' Hasnal menyerahkan sertifikat apresiasi kepada UMM melalui perwakilan mahasiswa, sekaligus kepada seluruh peserta KKN. Sebagai balasan, mahasiswa UMM juga memberikan sertifikat penghargaan kepada Kampung Setia yang telah menerima mereka dengan terbuka.

Usai kegiatan, para mahasiswa mendapat kesempatan berdialog lebih dekat dengan masyarakat. Mereka juga diajak makan siang oleh Dato' Hasnal di Kedai Ayu Setia Kuang yang dikelola Yayuk Susanti, warga Indonesia yang telah menetap lebih dari dua dekade di Malaysia.

Di lokasi tersebut, mahasiswa UMM memberikan pelatihan keterampilan digital sebagai bekal persiapan kerja bagi para pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja di kedai tersebut. Program itu menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa selama menjalani KKN Internasional.

Koordinator KKN Selangor Muhammad Arya Dwipa Ananta mengaku terharu atas sambutan hangat yang diberikan perangkat kampung maupun anggota dewan. Ia menegaskan tim KKN berkomitmen memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat Kampung Setia.

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada Dato’ Jamaluddin dan Dato’ Hasnal dan bu Ayu atas kesempatan yang sangat baik ini,” katanya.

Dosen Pendamping Lapangan (DPL) KKN UMM, Nasrullah, menilai pelibatan mahasiswa dalam kegiatan masyarakat di luar negeri menjadi pengalaman yang sangat berharga. Selain mempererat hubungan dengan masyarakat lokal, kegiatan tersebut juga memperkaya pengalaman mahasiswa dalam membangun kolaborasi lintas negara.

“Sejak bertemu dengan Dato’ Jamaluddin, saya sudah sampaikan agar mahasiswa dilibatkan di acara kampung. Beliau setuju, bahkan akan mengadakan acara Kemerdekaan RI dan Hari Merdeka Malaysia yang sama-sama diperingati bulan Agustus ini nanti,” ungkap Nasrullah yang merupakan dosen Komunikasi UMM ini.

Selain mengikuti kegiatan masyarakat Kampung Setia, mahasiswa UMM juga menjalankan sejumlah program utama KKN. Mereka mengajar di Sanggar Bimbingan (SB) Kubu Gajah di Kampung Sungai Pelong, memberikan pelatihan keterampilan digital bagi PMI, melakukan penyuluhan hukum, berdiskusi dengan dosen Universitas Sains Islam Malaysia (USIM), hingga berkunjung ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur.

Arya menjelaskan kegiatan mengajar di SB Kubu Gajah dan pelatihan digital menjadi agenda rutin selama KKN. Sementara kolaborasi bersama masyarakat Kampung Setia menjadi pengalaman tambahan yang mempererat hubungan mahasiswa dengan warga lokal.

“Agenda rutin kami adalah mengajar di SB Kubu Gajah dan memberi pelatihan digital skill untuk persiapan kerja dan penyuluhan hukum untuk pekerja kedai Ayu Setia di Kuang,” terang Arya.

Sebelas peserta KKN Internasional UMM di Selangor berasal dari berbagai program studi. Mereka terdiri atas mahasiswa Ilmu Hukum, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Hubungan Internasional, dan Psikologi yang bersama-sama menjalankan program pengabdian kepada masyarakat di Malaysia.

EDITOR: Dhimas Ginanjar