JawaPos.com - Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) bersama Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor dan Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG) mempersiapkan forum pendidikan Islam berskala internasional atau Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.
Rektor UNIDA Gontor Hamid Fahmi Zarkasyi mengatakan, perkembangan pendidikan modern belum sepenuhnya mampu membentuk generasi yang tangguh secara mental dan karakter. Banyak generasi muda mengalami krisis mental, lemahnya kepemimpinan, rendahnya etos kerja, hingga kurangnya orientasi pelayanan kepada Masyarakat.
"GIHES yang digelar di Jakarta pada 5-6 September 2026 sebagai respons terhadap tantangan global dunia pendidikan saat ini,” ujar Hamid Fahmi Zarkasyi dilansir dari Antara.
Baca Juga: Kecam Tindakan Doxing ke Salah Satu Dosen yang Komentari Menteri PU, FH UGM Siap Lindungi
Forum pendidikan Islam berskala internasional tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Seabad Gontor sekaligus upaya menawarkan konsep pendidikan holistik berbasis pesantren sebagai solusi atas berbagai persoalan generasi muda dunia. Menurut Hamid, konsep pendidikan holistik sebenarnya telah lama dikembangkan di negara-negara Barat.
Konsep tersebut dinilai belum pernah diterapkan secara utuh sebagaimana yang telah berlangsung di lingkungan pesantren. Dia menjelaskan, sistem pendidikan pesantren memungkinkan pembinaan berlangsung selama 24 jam, sehingga tidak hanya menitikberatkan pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kepemimpinan, moral, kedisiplinan, dan keterampilan sosial.
”Kami melihat pendidikan holistik yang sesungguhnya justru telah lama dipraktikkan di pesantren. Santri dididik secara menyeluruh, baik aspek intelektual, mental, spiritual maupun kepemimpinannya,” tandas Hamid Fahmi Zarkasyi.
Baca Juga: Guru Resah AI Ambil Alih Peran Mengajar, Pakar Tegaskan Ancaman Sebenarnya Ada di Kompetensi
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengapresiasi model pendidikan holistik yang selama ini diterapkan oleh pondok pesantren modern di Indonesia. Hal tersebut disampaikan menjelang kehadirannya sebagai pembicara dalam ajang internasional Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) yang akan digelar pada 5-6 September 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.
Pesantren modern telah berhasil menjadi garda terdepan dalam menyiapkan karakter santri yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman adab dan budi pekerti. Menurut dia, fondasi karakter ini yang membuat alumni pesantren mampu beradaptasi dan memberikan kontribusi nyata saat terjun ke masyarakat.
”Kami sangat mengapresiasi pendidikan holistik di pesantren modern. Model ini sangat efektif dalam menyiapkan karakter, adab, dan budi pekerti para santri. Dengan bekal tersebut, para alumni memiliki kesiapan mental dan moral yang kuat ketika terjun ke masyarakat untuk menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari,” kata Abdul Mu’ti saat bertemu dengan panitia pelaksana GIHES di Jakarta.
Ketua Panitia 100 Tahun Gontor Hamid Fahmi Zarkasyi, memperkuat pernyataan Mu'ti. Dia menjelaskan bahwa inti dari GIHES adalah mendiseminasikan praktik pendidikan holistik yang sudah menjadi napas pesantren selama berabad-abad. Ia menegaskan bahwa GIHES merupakan bagian dari rangkaian bersejarah peringatan 100 Tahun Gontor.
”Kami melihat bahwa pendidikan holistik sesungguhnya justru sudah dipraktikkan secara nyata di pesantren. Di sana, kami menyatukan berbagai aspek pengembangan manusia, mulai dari intelektual, mental, spiritual, hingga kepemimpinan. Forum GIHES ini menjadi wadah untuk merumuskan kembali bagaimana nilai-nilai tersebut tetap relevan dalam skala global," kata Hamid Fahmi Zarkasyi.
Dukungan dari pemerintah melalui Kemendikdasmen ini disambut hangat praktisi pendidikan Islam. Ketua panitia pelaksana GIHES sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah KH Hadiyanto Arief menyampaikan rasa terima kasih atas kesediaan Mendikdasmen untuk hadir dan berbagi perspektif di acara GIHES.
Baca Juga: Dunia Industri Makin Butuh Tenaga Terampil, Minat Masuk SMK Vokasi Ikut Melonjak
”Kami sangat mengapresiasi kehadiran Mendikdasmen sebagai pembicara. Ini adalah sinyal positif bagi dunia pendidikan Islam. Kami berharap dari pertemuan ini akan lahir gagasan-gagasan besar dan kolaborasi strategis untuk memperkuat pendidikan Islam di Indonesia, sehingga mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks,” ungkap KH Hadiyanto Arief.
GIHES 2026 akan mempertemukan ratusan pimpinan lembaga pendidikan, kiai pengasuh pesantren, dan akademisi dari dalam dan luar negeri. Forum ini diproyeksikan menjadi katalisator bagi transformasi pendidikan Islam yang modern tanpa meninggalkan akar tradisional dan nilai-nilai luhur budi pekerti.