← Beranda
Beasiswa Jadi Jalan Perluas Akses Kuliah di Tengah Tuntutan Era Digital
Nanda PrayogaSelasa, 14 Juli 2026 | 06.28 WIB
Ilustrasi perkuliahan di Binus University. (Istimewa)

 

 

JawaPos.com - Biaya pendidikan yang terus meningkat membuat program beasiswa masih menjadi salah satu jalur penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi.

Selain membantu meringankan beban biaya kuliah, beasiswa juga dinilai dapat membuka kesempatan bagi calon mahasiswa berprestasi untuk mengembangkan kompetensinya.

Di sisi lain, kebutuhan dunia kerja terhadap talenta yang memiliki kemampuan di bidang teknologi, digital, dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) juga terus berkembang.

Kondisi tersebut mendorong sejumlah perguruan tinggi menghadirkan berbagai program beasiswa sebagai bagian dari upaya menjaring sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Hal ini sejalan dengan Binus University yang membuka program beasiswa hingga 100 persen bagi calon mahasiswa yang akan menempuh pendidikan pada Tahun Akademik 2027/2028, termasuk di Binus Semarang.

Program ini ditujukan untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus menjaring talenta muda yang dinilai memiliki potensi di berbagai bidang.

Pembukaan program beasiswa dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan akan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk transformasi digital dan AI.

Perguruan tinggi dinilai memiliki peran penting dalam membekali mahasiswa dengan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan masa depan.

Direktur Kampus Binus Semarang, Fredy Purnomo, mengatakan kampus tersebut dikembangkan agar mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan teknologi dan AI dalam proses pembelajaran sehari-hari.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya mempelajari teknologi dan kecerdasan buatan secara teori, tetapi juga mengalaminya dalam proses pembelajaran, aktivitas kampus, dan interaksi dengan lingkungan sekitar,” ungkap Fredy.

Saat ini, pembelajaran dikembangkan melalui konsep Digital Transformation & AI Experience Campus.

Pendekatan tersebut dirancang agar mahasiswa tidak hanya mempelajari teknologi secara teoritis, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang berkaitan dengan pemanfaatan data, AI, dan inovasi digital.

Terdapat pula sejumlah program studi yang berkaitan dengan kebutuhan industri saat ini, antara lain Artificial Intelligence, Computer Science, Information Systems, Industrial Engineering, Visual Communication Design, Digital Business, serta Digital Psychology. 

Pilihan program tersebut diarahkan untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi di bidang teknologi, bisnis digital, desain, sistem industri, hingga pemahaman perilaku manusia dalam ekosistem digital.

Dalam aktivitas pembelajarannya, pemanfaatan AI disebut tidak hanya menjadi materi perkuliahan, tetapi juga diterapkan dalam sejumlah aspek, seperti pembelajaran adaptif, pengelolaan kampus, hingga simulasi lingkungan kerja berbasis teknologi.

Program beasiswa ini sendiri terdiri atas beberapa jalur, yakni Talent Scouting, WIDIA, Startech, Binusfluencer, Student Athlete Basketball, dan OSIS. Masing-masing jalur ditujukan untuk mengakomodasi calon mahasiswa dengan latar belakang prestasi yang berbeda, mulai dari akademik, teknologi, olahraga, hingga kreativitas digital.

Baca Juga: Kesempatan Kuliah Gratis! Beasiswa hingga 100 Persen Resmi Dibuka untuk Calon Mahasiswa

“Kami melihat semakin banyak generasi muda yang memiliki aspirasi besar untuk berkembang di tingkat global. Melalui program beasiswa hingga 100 persen, kami berkomitmen membuka akses pendidikan yang lebih luas agar mereka dapat belajar, bertumbuh, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan,” ujar Nelly, Rektor Binus University. (*)

 

EDITOR: Dinarsa Kurniawan