JawaPos.com - Project-Based Learning (PBL) diharapkan mampu menunjukkan cara kerja pendidikan komunikasi menghasilkan solusi yang relevan bagi masyarakat, dunia usaha, pemerintah, dan industri.
Dekan Fakultas Komunikasi LSPR Institute Sri Ulya Suskarwati mengatakan LSPR Commfest 2026 merupakan wujud nyata Project-Based Learning di Fakultas Komunikasi menghasilkan karya. Tidak berhenti di ruang kelas, karya itu hadir sebagai solusi yang menjawab kebutuhan masyarakat.
”Melalui kolaborasi dengan UMKM, komunitas, pemerintah daerah, serta berbagai mitra industri, mahasiswa belajar mengintegrasikan pengetahuan, kreativitas, dan kepedulian sosial dalam setiap proyek yang mereka jalankan,” kata Sri Ulya Suskarwati dilansir dari Antara.
Lebih dari 500 mahasiswa dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Program Studi Desain Komunikasi Visual, dan Program Studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Ilmu Komunikasi di bawah naungan Fakultas Komunikasi LSPR Institute of Communication and Business ikut berpartisipasi dalam LSPR Commfest 2026 pada 3-4 Juli di SMESCO Indonesia.
Acara ini menampilkan karya mahasiswa dari berbagai peminatan. Yakni Global Digital Public Relations (GDPR), Global Marketing Communication (GMKTC), International Relations & Global Communication (IRGC), Broadcasting, Digital Media & Film (BDMF), Film, Videography & Photography (FVP), serta Digital Graphic Design Communication (DGDC).
Founder LSPR Prita Kemal Gani mengatakan, berbagai proyek tersebut merepresentasikan kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan strategi komunikasi, riset, produksi media, desain kreatif, pengembangan konten digital, hingga pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan lintas disiplin.
Baca Juga: Rektor SGU: Pengalaman Langsung Jadi Kunci Siapkan Generasi Muda Hadapi Perkembangan AI
”Melalui kegiatan ini mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan kerja sama tim, berusaha memberikan yang terbaik dan membina hubungan baik dengan sesama,” tutur Prita.
Commfest 2026 juga menyelenggarakan mini workshop yang mendukung pemenuhan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Di antaranya pelatihan Digital Media Tools for Education serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk riset, pengembangan proyek komunikasi, dan publikasi ilmiah.
Selain itu, acara tersebut juga memberikan penghargaan kepada proyek-proyek terbaik berdasarkan penilaian dewan juri yang mencakup aspek konsep program, pengembangan ide, kreativitas dan inovasi, serta kualitas implementasi program.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Commfest 2026 Salsabila Andi Akil menjelaskan, penyelenggaraan tahun ini menjadi tonggak baru. Tahun ini menjadi momentum pertama seluruh hasil pembelajaran dipertemukan dalam satu academic showcase yang merepresentasikan keseluruhan ekosistem pembelajaran Fakultas Komunikasi LSPR.
”Commfest 2026 menyatukan mahasiswa lintas program studi, lintas peminatan, dan lintas kampus, sehingga publik dapat melihat secara utuh bagaimana berbagai bidang komunikasi saling berkolaborasi menghasilkan Solusi yang inovatif dan berdampak. Semangat kolaboratif inilah yang menjadi kekuatan utama Commfest tahun ini,” papar.Salsabila Andi Akil.