← Beranda
Rektor SGU: Pengalaman Langsung Jadi Kunci Siapkan Generasi Muda Hadapi Perkembangan AI
Tazkia Royyan HikmatiarMinggu, 5 Juli 2026 | 06.30 WIB
ilustrasi AI (Freepik)

JawaPos.com – Rektor Swiss German University (SGU) Assoc. Prof. Dr. Dipl.-Ing. Samuel P. Kusumocahyo menilai pembelajaran berbasis pengalaman langsung menjadi pendekatan penting. Ini untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Menurutnya, siswa perlu memahami pemanfaatan teknologi dalam riset dan pemecahan masalah. Mereka tidak cukup hanya belajar teori di ruang kelas.

"Di Swiss German University, kami percaya pembelajaran terbaik lahir dari pengalaman langsung. Melalui DY/DX 2.0, para siswa tidak hanya belajar teori, tapi juga mengalami langsung proses penelitian, bagaimana Artificial Intelligence mendukung sains, serta pentingnya inovasi dan keberlanjutan," ujarnya, Sabtu (4/7).

Pernyataan itu disampaikan Samuel saat penyelenggaraan DY/DX 2.0 oleh Faculty of Life Sciences and Technology (FLST) SGU.

Program tiga hari intensif ini diikuti puluhan siswa SMA dari berbagai daerah Indonesia untuk mengenal riset, AI, dan praktik keberlanjutan.

Peserta mendapat pembekalan penyusunan problem statement, metodologi penelitian, analisis data, dan penulisan karya ilmiah dari dosen SGU.

Mereka juga mengikuti lokakarya seperti pembuatan biodiesel, Bobalogy, dan pemanfaatan AI untuk cell counting.

Ini membantu mereka melihat langsung penerapan teknologi dalam penelitian modern.

"Kami berharap pengalaman ini menginspirasi mereka menjadi generasi kritis, inovatif, dan siap memberi solusi masa depan," kata Samuel.

Dekan Faculty of Life Sciences and Technology SGU, Assoc. Prof. Dr. Hery Sutanto, S.Si., M.Si., mengatakan program itu dirancang untuk pengalaman belajar beda dari kelas konvensional. DY/DX 2.0 mengenalkan riset bukan sekadar teori buku, tapi proses menemukan solusi tantangan nyata.

"Kami gabungkan pembelajaran metodologi penelitian, pemanfaatan Artificial Intelligence, dan isu keberlanjutan agar siswa dapat gambaran utuh. Ini menunjukkan bagaimana ilmu bisa diterapkan untuk menciptakan inovasi yang bermanfaat," ujar Hery.

Program diakhiri dengan Amazing Earth Race – Zero Waste Hero di kawasan Ancol. Peserta diajak memahami pentingnya pengelolaan sampah dan penerapan prinsip keberlanjutan lewat pengalaman langsung.

Pihak SGU menyatakan DY/DX 2.0 bagian dari komitmen universitas hadirkan pendidikan berbasis pengalaman. Ini mengintegrasikan riset, teknologi, dan keberlanjutan.

Program ini juga diharapkan menumbuhkan minat generasi muda pada sains dan teknologi. Selain itu, membekali mereka kemampuan berpikir kritis dan sistematis hadapi tantangan masa depan.

 

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra