JawaPos.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa ajang kompetisi sains tidak hanya bertujuan melahirkan para juara, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengekspresikan potensi dan mengembangkan karakter.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, mengatakan kompetisi seperti IOB memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia menuju Generasi Emas Indonesia 2045.
"Battle of the Brains IOB bukan hanya mencetak juara, melainkan menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045. Kami mendukung sepenuhnya kegiatan ini karena anak-anak harus diberi ruang untuk mengekspresikan potensi mereka," ujarnya dalam Grand Final Indonesian Olympiade Battle (IOB) Mathematics Season 1, Jumat (3/7).
"Inilah salah satu wadah yang kita dukung penuh," sambung Gogot.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan penyelenggara kompetisi pendidikan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Ajang seperti lomba sains dinilai dapat membantu peserta didik mengasah kemampuan berpikir logis, analitis, dan memecahkan masalah.
Kompetisi bertema Battle of the Brains tersebut diikuti lebih dari 4.500 peserta dari sekitar 3.000 sekolah di seluruh Indonesia.
Sebelum tampil pada babak grand final di Jakarta, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti tahap preliminary dan final secara daring.
Penyelenggara juga mencatat ekosistem digital IOB telah mengakomodasi lebih dari 18.000 akun peserta sejak pertama kali diluncurkan.
Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan semakin luasnya akses siswa terhadap kompetisi akademik berbasis nasional.
IOB sendiri dirancang secara inklusif dengan peserta mulai dari jenjang taman kanak-kanak hingga kelas 12 SMA.
Penyelenggara berharap sistem tersebut mampu memetakan potensi akademik siswa sejak usia dini sekaligus menjadi sarana pembinaan berkelanjutan.
Ke depan, pengembangan program akan diperluas melalui sejumlah inisiatif, seperti IOB Rising Star, IOB Challenge, IOB Academy, dan IOB Goes to School.
Langkah itu diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara siswa, guru, sekolah, dan pemerintah dalam mencetak generasi yang kritis, inovatif, dan berprestasi.
Nama Penulis: TAZKIA ROYYAN HIKMATIAR - royyan@gmail.com
Rubrik/Kanal: Pendidikan