← Beranda
Dedi Mulyadi Geser Anggaran Dinas Pendidikan untuk Biayai Puluhan Ribu Siswa Swasta
Ryandi ZahdomoRabu, 24 Juni 2026 | 21.11 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (tengah) keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Jakarta (2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

 

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) memastikan puluhan ribu siswa baru yang tidak tertampung di sekolah negeri tetap bisa melanjutkan pendidikan. 

Sebanyak 70 ribu hingga 80 ribu siswa di Jabar dipastikan melanjutkan studi di sekolah swasta melalui skema beasiswa penuh.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan, pengambilan langkah itu agar seluruh anak di wilayah Jabar mendapat hak pendidikan yang layak. Data para siswa tersebut kini sudah masuk dalam sistem monitoring dinas terkait.

"Bahwa nanti sudah ada mitra Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dinas pendidikan, untuk menyalurkan 70 ribu sampai 80 ribu siswa yang terdata di SPMB mendapat beasiswa dari pemerintah provinsi," ujar Dedi Mulyadi, dikutip Rabu (24/6).

Baca Juga: Sayembara Dedi Mulyadi, Warga Temukan atau Laporkan Taufik Hidayat Bakal Dapat Rp 250 Juta

Menepis Isu Penolakan: 1.015 Sekolah Swasta Siap Bermitra

Kebijakan ini sekaligus mematahkan spekulasi yang beredar bahwa sekolah swasta enggan menampung siswa limpahan dari proses seleksi negeri. Komitmen itu diperkuat dengan kehadiran fisik perwakilan sekolah dalam kesepakatan bersama Pemprov Jabar.

Pria yang akrab disapa KDM ini mengungkapkan bahwa respons dari sektor swasta justru sangat positif. Angka partisipasi sekolah yang bergabung dalam program ini di luar perkiraan awal.

"Jumlah yang bersedia menandatangani kesepakatan dan hadir secara fisik seribu lima belas sekolah," jelas Dedi Mulyadi, meluruskan kabar miring yang sempat beredar.

Skema Beasiswa Perorangan: Pemprov Jadi 'Orang Tua' Siswa

Terkait mekanisme penyaluran dana, Pemprov Jabar menerapkan sistem yang transparan dan tepat sasaran. Bantuan tidak diberikan secara kolektif blanket, melainkan dihitung berdasarkan jumlah kepala siswa yang ditampung oleh masing-masing sekolah mitra.

Dalam skema ini, pemerintah memposisikan diri sebagai penjamin penuh seluruh biaya operasional pendidikan siswa yang bersangkutan.

"Jadi sistemnya kita ini beasiswa per orangan siswanya tercatat, maka dibayarkannya ke sekolah," tutur Dedi. Dengan metode itu pembiayaan akan langsung ditransfer ke rekening sekolah tujuan tanpa melalui perantara.

Baca Juga: Beda Sendiri, Karangan Bunga Hitam Putih Dedi Mulyadi di HUT Jakarta Jadi Sorotan

Dari Mana Sumber Dananya?

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa anggaran untuk program masif ini sudah siap. Pemprov Jabar tidak melakukan pinjaman, melainkan melakukan efisiensi internal pada pos anggaran Dinas Pendidikan.

Sejumlah program kerja yang dinilai belum mendesak atau tidak terealisasi hingga pertengahan tahun ini akan dialihkan fokusnya demi membiayai program beasiswa tersebut.

"Sudah ada alokasi dinas pendidikan yang bisa digeser, kan dinas pendidikan ada alokasi-alokasi yang tidak dilaksanakan," imbuh Dedi Mulyadi.

EDITOR: Ilham Safutra