← Beranda
Tekan Sampah Plastik di Sekolah, Mesin Air Minum Siap Konsumsi Mulai Didorong Jadi Solusi
Rian AlfiantoSelasa, 16 Juni 2026 | 06.07 WIB
Ilustrasi air minum. (SpringWell Water Filtration System)

 

JawaPos.com - Upaya mengurangi ketergantungan pada botol plastik sekali pakai di lingkungan sekolah mulai mendapat perhatian lebih serius untuk mengurangi sampah plastik. Salah satu langkah yang kini didorong adalah penyediaan fasilitas air minum siap konsumsi yang memungkinkan siswa mengisi ulang wadah minum mereka sendiri.

Langkah tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan mesin air minum gratis siap konsumsi senilai Rp 42,4 juta kepada SMA Dharma Wanita 1 Pare, Kabupaten Kediri. Fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar siswa, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk membangun kebiasaan hidup yang lebih ramah lingkungan.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG), Kediri, dan diterima Ketua Yayasan Dharma Wanita Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito.

Baca Juga: Cetak Guru Berkarakter dan Adaptif, Unindra dan PGRI Gelar Pelatihan Konseling di Kabupaten Lebak.

Division Head Strategic Digital & Corporate Transformation Bank Mandiri Taspen Iwan Kurniawan mengatakan, penyediaan mesin air minum siap konsumsi merupakan bagian dari upaya mendorong kepedulian terhadap aspek sosial dan lingkungan di wilayah Kediri dan sekitarnya.

"Air mineral merupakan salah satu kebutuhan pokok siswa-siswi dalam menunjang aktivitas belajar. Kami mencoba mengelaborasikan kebutuhan dasar tersebut dengan program kampanye go green. Dari sana, muncullah ide untuk menghadirkan mesin air siap minum ini," ujar Iwan.

Menurut dia, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi pemicu perubahan perilaku di lingkungan sekolah. Terutama dalam mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai yang selama ini masih menjadi persoalan lingkungan.

Baca Juga: Lawan Tim Debutan di Piala Dunia, Mikel Merino Minta Timnas Spanyol Tak Anggap Remeh Tanjung Verde

"Mesin air siap minum untuk SMA Dharma Wanita 1 Pare ini sekaligus menjadi bentuk dukungan konkret kami terhadap kampanye go green, terutama dalam mengurangi konsumsi air minum dalam kemasan plastik sekali pakai," kata Iwan.

Sekolah Berasrama Butuh Akses Air Minum yang Memadai

Di sisi lain, kebutuhan akses air minum yang aman dan mudah dijangkau menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah berbasis asrama. Aktivitas siswa yang berlangsung sepanjang hari membuat kebutuhan konsumsi air bersih dan higienis menjadi sangat tinggi.

Kepala SMA Dharma Wanita 1 Pare Ahmad Riziq Mubarok menilai bantuan tersebut relevan dengan kebutuhan sekolah yang menerapkan sistem boarding school.

"Siswa kami berada di asrama (boarding school), di mana aktivitas mereka praktis dilakukan 24 jam penuh di lingkungan sekolah. Otomatis, kebutuhan dan suplai air mineral yang sehat dan higienis sangat tinggi setiap harinya. Program ini jelas sangat bermanfaat bagi kami," tutur Riziq.

Dia berharap keberadaan mesin air minum siap konsumsi dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan higienitas bagi siswa. Selain itu, fasilitas tersebut juga berpotensi menjadi media pembelajaran untuk membangun kesadaran lingkungan sejak usia sekolah.

Dengan semakin mudahnya akses terhadap air minum yang aman, siswa diharapkan terbiasa membawa botol minum pribadi dan mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai. Kebiasaan sederhana tersebut dinilai dapat memberikan dampak positif dalam menekan volume sampah plastik di lingkungan pendidikan sekaligus menanamkan budaya hidup berkelanjutan kepada generasi muda.

Baca Juga: Bisa Jadi Portofolio Masuk PTN Tanpa Tes, Ratusan Siswa SMP Ikuti Grand Final BSJC-JL 2026

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah