JawaPos.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerima sertifikat International Baccalaureate Diploma Programme (IBDP) untuk SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB). Sertifikasi internasional tersebut menjadi langkah penting dalam upaya menghadirkan pendidikan berkualitas global bagi generasi muda Indonesia.
Penyerahan sertifikat dilakukan di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2026). Sertifikat diserahkan langsung oleh Chief Finance Officer International Baccalaureate Organization (IBO), Umeet Shah.
Dalam agenda yang sama, turut dilakukan pengukuhan Pengurus Eksekutif Lembaga Perguruan Kemala Taruna Bhayangkara (LP-KTB). Momen tersebut menjadi bagian dari penguatan tata kelola lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Kemala Taruna Bhayangkara.
“Alhamdulillah hari ini kita telah meresmikan kegiatan pengukuhan pengurus eksekutif Lembaga Perguruan Kemala Taruna Bhayangkara, sekaligus kita mendapatkan penyerahan sertifikat IBDP dari International Baccalaureate Organization untuk SMA KTB,” kata Sigit dalam jumpa pers, Kamis (11/6/2026).
Kapolri menjelaskan bahwa pencapaian sertifikat IBDP tidak diperoleh secara instan. Menurutnya, proses yang harus dilalui berlangsung ketat dan membutuhkan kerja sama serta komitmen dari berbagai pihak yang terlibat.
Karena itu, ia memberikan apresiasi kepada seluruh tim yang telah bekerja keras selama proses sertifikasi. Dukungan dari International Baccalaureate Organization juga dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan tersebut.
“Tentunya saya berterima kasih atas kerja keras tim, dan saya juga berterima kasih kepada yang terhormat Bapak Umeet Shah yang telah mendukung penuh dan memberikan sertifikat IBDP, dimana prosesnya betul-betul dilaksanakan dengan ketat,” ujar Sigit.
Dengan diraihnya sertifikasi internasional itu, Sigit menegaskan komitmen Polri untuk mendukung program Presiden Prabowo Subianto dalam pengembangan sekolah unggulan. Program tersebut bertujuan menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global.
Menurutnya, SMA Kemala Taruna Bhayangkara diharapkan mampu menjadi salah satu wadah pembinaan generasi muda berprestasi. Para siswa nantinya dipersiapkan untuk memiliki banyak pilihan dalam melanjutkan pendidikan maupun karier.
“Yang kemudian kita persiapkan untuk menjadi generasi-generasi muda unggulan yang siap untuk kita berikan pilihan, apakah mereka nanti masuk ke sekolah-sekolah kedinasan yang ada di Indonesia maupun masuk ke sekolah-sekolah unggulan, universitas-universitas unggulan yang ada di internasional,” ucap Sigit.
Ia berharap SMA KTB dapat berkembang menjadi sekolah unggulan yang diakui secara internasional. Ambisi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional melalui standar global.
“Dan tentunya target dan harapan kita kita bisa masuk sekolah unggulan internasional sepuluh besar ya, harapan kita seperti itu,” ucap Sigit.
Lebih lanjut, Kapolri menekankan bahwa keberadaan SMA KTB tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik. Sekolah tersebut juga diharapkan mampu membentuk karakter, kepemimpinan, serta daya saing generasi muda Indonesia.
Menurutnya, investasi di bidang pendidikan merupakan langkah strategis dalam menyiapkan masa depan bangsa. Karena itu, proses rekrutmen hingga pelaksanaan pendidikan harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan.
Sigit menyebut saat ini proses pendidikan di SMA KTB telah berjalan dan memasuki dua gelombang penerimaan siswa. Perkembangan tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan visi besar yang telah dicanangkan.
“Dan mudah-mudahan seluruh kerja keras yang dilakukan, baik mulai dari rekrutmen sampai dengan proses pendidikan yang sekarang sudah berlangsung, saat ini sudah berjalan dua gelombang, kita harapkan betul-betul bisa mencetak generasi muda, generasi muda calon-calon pemimpin di masa yang akan datang untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” tutup Sigit.
Melalui penguatan kualitas pendidikan berstandar internasional, SMA Kemala Taruna Bhayangkara diharapkan mampu melahirkan generasi unggul yang siap bersaing di tingkat global. Sekolah tersebut juga diharapkan menjadi salah satu pilar dalam menyiapkan calon pemimpin bangsa menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.