← Beranda
Orang Tua Mulai Prioritaskan Kampus Berbasis AI demi Masa Depan Karier Anak
Nanda PrayogaRabu, 27 Mei 2026 | 15.00 WIB
Ilustrasi kampus. (Pinterest)

 

JawaPos.com - Perubahan cepat di dunia kerja membuat banyak orang tua kini semakin selektif dalam memilih perguruan tinggi bagi anak-anak mereka. Tidak hanya menilai kualitas akademik, orang tua juga mulai mempertimbangkan sejauh mana kampus mampu membekali mahasiswa dengan kesiapan menghadapi dunia profesional setelah lulus.

Pendidikan tinggi pun kini dipandang sebagai investasi jangka panjang yang harus mampu membantu generasi muda memiliki kompetensi, pengalaman, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan industri yang terus berubah.

Hal tersebut sejalan dengan hasil survei global ManpowerGroup yang mengungkapkan bahwa 77 persen perusahaan masih mengalami kesulitan menemukan talenta dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri.

Di sisi lain, laporan World Economic Forum memperkirakan sekitar 22 persen pekerjaan di dunia akan mengalami transformasi sebelum 2030. Kondisi ini menunjukkan pentingnya pendidikan yang mampu menyiapkan lulusan agar relevan dengan kebutuhan masa depan.

Baca Juga: Koops TNI Habema Kembali Evakuasi Pendulang Emas, Kali Ini dari Kampung Kawe Awimbon Pegunungan Bintang

Rektor Binus University, Nelly, menilai perguruan tinggi saat ini harus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan industri.

“Pendidikan tinggi saat ini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan anak. Karena itu, mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman belajar yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan global,” ujarnya di Jakarta, Selasa (26/5).

Menurutnya, fleksibilitas pembelajaran serta keterhubungan dengan dunia nyata menjadi elemen penting dalam membentuk kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja.

“Mahasiswa perlu memiliki kesempatan untuk memperluas kompetensi, memperoleh exposure global, serta mendapatkan pengalaman profesional sejak dini. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak hanya membantu perkembangan akademik, tetapi juga kesiapan menghadapi dunia profesional,” tambahnya.

Binus University sendiri terus memperkuat integrasi teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) dalam ekosistem pendidikannya. Pemanfaatan AI diterapkan tidak hanya dalam kegiatan belajar mengajar, tetapi juga mendukung layanan akademik, riset, student service, hingga kerja sama dengan industri.

Dalam proses pembelajaran, mahasiswa diarahkan untuk memahami penggunaan AI secara produktif, kritis, dan bertanggung jawab. Teknologi ini dimanfaatkan untuk membantu mahasiswa mengembangkan ide, menganalisis informasi, menyelesaikan persoalan, hingga menciptakan solusi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Penguatan pemanfaatan AI juga diwujudkan melalui berbagai platform digital seperti Neksus dan lainnya . Layanan tersebut dirancang untuk mendukung akses pembelajaran, pengembangan diri, layanan akademik, hingga perencanaan karier mahasiswa secara lebih terintegrasi. Hal ini juga membantu mahasiswa memetakan perjalanan belajar, pengembangan potensi, dan arah karier sesuai minat masing-masing.

Baca Juga: Oppo Rilis Enco Clip2 dan Watch X3 di Indonesia, TWS Stylish dan Smartwatch Premium

Di bidang riset, pemahaman mengenai AI juga menjadi bagian penting dalam mendorong pendekatan penelitian yang lebih adaptif, berbasis data, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat maupun industri. Upaya ini sejalan dengan komitmen dalam membangun ekosistem pendidikan yang mampu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menghasilkan berbagai solusi nyata.

Integrasi AI tersebut turut diperkuat melalui kolaborasi industri dan program employability. Mahasiswa diperkenalkan pada perkembangan dunia kerja modern, termasuk penerapan teknologi di berbagai sektor profesional.

Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mempelajari AI sebagai teori, tetapi juga memahami implementasinya secara langsung dalam pembelajaran, riset, layanan, dan dunia kerja.

Sebagai bagian dari pendekatan pembelajaran yang fleksibel, universitas juga menghadirkan berbagai program seperti Minor Program, Mobility Program, dan Multi-Campus Program.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan