← Beranda
Baru Hari Pertama, 37 Peserta Absen Ikuti UTBK-SNBT 2026 di Unair Surabaya
Novia HerawatiSelasa, 21 April 2026 | 18.35 WIB
Potret peserta mengikuti UTBK-SNBT di Kampus Unair C. (Humas Unair)

 

JawaPos.com - Sebanyak 37 peserta Absen mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK - SNBT) 2026 hari pertama di Universitas Airlangga (Unair), Selasa (21/4).

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Unair sekaligus Ketua Pusat UTBK-SNBT 2026 Universitas Airlangga, Prof. Mochammad Amin Alamsyah.

"Pada sesi pertama ini tercatat ada 880 peserta yang terdaftar, dengan rincian sebanyak 843 peserta hadir, sementara 37 peserta lainnya atau sekitar 4,2 persen tidak hadir (otomatis gugur)," tuturnya di Kampus C Unair, Selasa (21/4).

Secara keseluruhan, jumlah peserta UTBK di Universitas Airlangga tahun ini mencapai 16.672 orang. Peserta perempuan mendominasi dengan 9.541 orang, dibanding peserta laki-laki sebanyak 7.131 orang.

Baca Juga: MBG Dorong Ekonomi dari Desa hingga Perbatasan: Produksi Petani Naik, Lapangan Kerja Terbuka

“Ujian dimulai tepat waktu. Pukul 07.00 WIB peserta sudah login dan melakukan latihan, kemudian pukul 07.15 WIB ujian resmi dimulai,” imbuh Guru Besar bidang Biologi Kelautan dan Akuakultur tersebut.

Ia menjelaskan, pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di Universitas Airlangga tersebar di dua lokasi, yakni di Kampus B dan Kampus C. Total tersedia 22 ruang Computer Based Test (CBT) yang tersebar di 10 gedung.

Di Kampus B terdapat 13 ruang CBT di beberapa fakultas. Sementara Kampus C memiliki 9 ruang yang berada di PPMB, Gedung Nano, Gedung Nani, dan Gedung Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Peserta UTBK di Universitas Airlangga berasal dari 38 provinsi dan klaster luar negeri yang mencakup 272 kabupaten/kota. Meski demikian, mayoritas peserta berasal dari Jawa Timur dengan porsi 97,5 persen.

Universitas Airlangga juga menyiapkan layanan khusus bagi 22 peserta disabilitas. Mereka terdiri atas 18 peserta tuna rungu dan 4 tuna daksa yang mengikuti ujian di ruang khusus Gedung Nano.

"Dalam mendukung kenyamanan peserta, panitia menyediakan berbagai fasilitas, mulai dari sarapan berupa teh hangat dan roti, tenaga kesehatan, hingga ruang transit di setiap lokasi ujian," pungkas Prof. Mochammad Amin.

EDITOR: Sabik Aji Taufan