← Beranda
Sekolah Layak, Masa Depan Cerah: Urgensi Renovasi di Daerah Terpencil
Nanda PrayogaRabu, 8 April 2026 | 13.00 WIB
Renovasi sekolah di daerah terpencil menjadi langkah krusial dalam memastikan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah. (Istimewa)

 

JawaPos.com–Renovasi sekolah di daerah terpencil menjadi langkah krusial dalam memastikan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah. Banyak sekolah di pelosok masih menghadapi kondisi bangunan yang tidak layak, mulai dari atap bocor, dinding rapuh, hingga fasilitas belajar yang minim.

Situasi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat menghambat proses belajar mengajar serta menurunkan semangat siswa dan guru. Perbaikan infrastruktur sekolah bukan sekadar soal fisik bangunan, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi muda.

Lingkungan belajar yang aman dan nyaman mampu meningkatkan konsentrasi, motivasi, serta prestasi siswa. Selain itu, fasilitas yang memadai juga mendukung penerapan metode pembelajaran yang lebih modern dan interaktif, sehingga siswa di daerah terpencil tidak tertinggal dibandingkan dengan mereka yang berada di perkotaan.

Baca Juga: Mendikdasmen Abdul Mu'ti Sebut TKA Tak Hanya Ukur Akademik, Tapi Juga Karakter

Lebih jauh, renovasi sekolah di daerah terpencil juga memiliki dampak sosial yang luas. Sekolah yang layak dapat menjadi pusat kegiatan masyarakat, memperkuat rasa kebersamaan, dan mendorong partisipasi orang tua dalam pendidikan anak.

Sejalan dengan ini, Havaianas mendukung renovasi fasilitas pendidikan di Madrasah Nurul Faizin, Pamekasan, Jawa Timur. Donasi ini bernilai Rp 171 juta.

Bekerja sama dengan Yayasan Luna Maya Nawasena, Havaianas menyalurkan dukungan kepada Madrasah Nurul Faizin di Dusun Berkongan, Desa Bangkes, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan. Sekolah ini menjadi tempat belajar bagi 53 siswa berusia 7–12 tahun, yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Baca Juga: SPAN Semakin Ketat, 143.948 Siswa Mendaftar ke PTKIN Kemenag

Kondisi pada sejumlah ruang kelas tampak masih memiliki keterbatasan fasilitas. Tak adanya plafon pun membuat ruang kelas terasa panas akibat paparan langsung dari atap. Tak hanya itu, lantai yang sudah aus dan tak berkeramik menimbulkan debu yang kerap mengotori buku serta perlengkapan belajar siswa.

Melalui program ini, renovasi yang dilakukan mencakup enam ruang kelas, satu ruang perpustakaan, serta kantor guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan mendukung kegiatan belajar mengajar bagi para siswa.

”Melalui kampanye Closer in Every Step, kami ingin mengajak konsumen untuk turut berpartisipasi dalam menghadirkan perubahan positif bagi komunitas. Keterlibatan konsumen menjadi bagian penting dalam mewujudkan inisiatif ini,” ujar Inderpreet Singh, Vice President Footwear & Active Kanmo Group.

Kegiatan ini turut dihadiri Luna Maya, pendiri Yayasan Luna Maya Nawasena, yang secara langsung berinteraksi dengan para siswa dan komunitas sekolah. Dia percaya bahwa akses terhadap lingkungan belajar yang layak merupakan hal yang penting bagi perkembangan anak-anak.

”Kami berharap dapat membantu menciptakan ruang belajar yang lebih nyaman bagi para siswa di Madrasah Nurul Faizin serta menghadirkan dampak positif untuk komunitas. Kami juga berharap inisiatif ini dapat menginsipirasi banyak orang untuk berbagi kebaikan melalui langkah-langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Luna Maya.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah