← Beranda
Menurut Psikologi, Memiliki Hubungan yang Lebih Baik dengan Orang Tua? Tinggalkan 10 Perilaku Ini
Irfan FerdiansyahSabtu, 25 Juli 2026 | 09.45 WIB
seseorang yang berusaha membuat hubungan lebih baik dengan orang tua

JawaPos.com - Jalinan dengan orang tua adalah salah satu hubungan yang paling mendalam dalam kehidupan seseorang. 

Namun seiring dengan bertambahnya usia, baik anak maupun orang tua mengalami berbagai perubahan — baik fisik, emosional, maupun sosial. 

Terkadang, tanpa disadari, perilaku atau sikap tertentu dapat menjadi penghalang dalam menciptakan keharmonisan. 

Dilansir dari Geediting penelitian psikologi menunjukkan bahwa untuk membangun hubungan yang lebih sehat dan penuh kasih dengan orang tua di usia dewasa, ada beberapa kebiasaan yang perlu ditinggalkan.

Berikut adalah 10 perilaku yang sebaiknya Anda lepaskan jika ingin meningkatkan hubungan dengan orang tua Anda:

1. Menyimpan Kebencian atas Kesalahan Masa Lalu

Banyak orang dewasa masih menyimpan luka emosional dari pola asuh yang kurang baik di masa lalu. 

Namun, psikologi menganjurkan pentingnya untuk memproses dan melepaskan kebencian tersebut. 

Menyimpan rasa benci hanya akan memperburuk hubungan. 

Memaafkan tidak berarti melupakan, tetapi menyingkirkan beban emosional agar dapat berinteraksi dengan orang tua dengan cara yang lebih matang dan penuh kedamaian.

2. Merendahkan atau Mengabaikan Pendapat Orang Tua

Seiring bertambahnya usia, perbedaan sudut pandang antargenerasi menjadi semakin jelas. 

Namun, ini tidak berarti bahwa pendapat orang tua selalu salah atau usang. 

Mengabaikan atau meremehkan pandangan mereka membuat orang tua merasa tidak dihargai. 

Psikologi hubungan menyarankan untuk selalu memberi ruang bagi pendapat mereka, meskipun Anda tidak selalu setuju.

3. Menghubungi Mereka Hanya Saat Membutuhkan

Orang tua dapat merasakan ketika anak-anak mereka hanya hadir di saat membutuhkan sesuatu. 

Pola ini menjadikan hubungan terasa transaksional dan menjauhkannya secara emosional. 

Untuk memperkuat ikatan, penting bagi Anda untuk hadir secara konsisten — baik dengan menanyakan kabar, berbagi cerita, atau menunjukkan perhatian kecil tanpa ada maksud tersembunyi.

4. Berpikir Mereka Tidak Mampu Berubah

Salah satu kesalahan umum adalah berpikir bahwa orang tua tidak dapat atau tidak mau berubah. 

Padahal, mirip dengan anak-anak mereka, orang tua juga dapat berkembang secara emosional jika diberi kesempatan dan diperlakukan dengan empati. 

Beranggapan bahwa mereka akan selalu sama seperti dulu dapat menjadi penghalang serius dalam menciptakan hubungan yang lebih dewasa dan setara.

5. Menerapkan Standar Kehidupan Anda kepada Mereka

Sering kali, anak dewasa berupaya mengatur cara hidup orang tua — mulai dari pola makan, aktivitas, hingga cara berpikir — dengan dalih peduli.

Namun, jika tidak disampaikan dengan bijak, perasaan terlalu mengontrol bisa muncul. 

Orang tua tetap memiliki hak untuk menentukan hidup mereka sendiri. 

Psikologi menyarankan pendekatan yang lebih mendukung dan komunikatif, bukan bersifat instruktif.

6. Mengabaikan Perubahan Emosional pada Orang Tua

Banyak orang tua mengalami perubahan dalam emosi akibat kesepian, kehilangan pasangan, atau masalah kesehatan yang menurun. 

Anak yang terlalu sibuk seringkali lupa bahwa orang tua juga memerlukan dukungan emosional. 

Jika ingin memperkuat hubungan, hilangkan sikap acuh dan mulailah lebih peka terhadap perubahan suasana hati serta kebutuhan emosional mereka.

7. Selalu Ingin Diakui Sebagai “Anak yang Benar”

Hubungan yang sehat bukan didasarkan pada perdebatan siapa yang paling benar, tetapi pada saling memahami. 

Jika Anda terus mencari pengakuan bahwa pandangan Anda lebih baik, itu bisa menyebabkan konflik yang tak berujung. 

Belajarlah untuk menerima perbedaan pendapat tanpa merasa perlu memenangkan argumen.

8. Menunda Menyampaikan Perasaan atau Ucapan Terima Kasih

Psikologi mengungkapkan bahwa banyak penyesalan muncul akibat keterlambatan dalam mengungkapkan perasaan.

Jangan menunggu "momen yang tepat" untuk mengucapkan terima kasih, meminta maaf, atau menyatakan cinta kepada orang tua.

Setiap hari merupakan kesempatan untuk memperbaiki dan memperkuat ikatan emosional yang mungkin pernah melemah.

9. Menghindari Diskusi yang Sulit

Topik seperti perawatan orang tua, masalah kesehatan, atau harta warisan seringkali dihindari karena dianggap sensitif. 

Namun, mengelakkan percakapan yang sulit hanya akan menimbulkan ketegangan yang bisa muncul di kemudian hari. 

Hubungan yang matang dibangun di atas keberanian untuk berbicara jujur dengan penuh empati dan rasa hormat.

10. Menganggap Kehadiran Orang Tua Sebagai Hal yang Sepele

Seiring bertambahnya usia, waktu yang dihabiskan bersama orang tua semakin bernilai. 

Banyak anak hanya menyadari pentingnya kebersamaan setelah kehilangan. 

Jika Anda menginginkan hubungan yang lebih berarti, berhentilah melihat kehadiran mereka sebagai sesuatu yang biasa. 

Nikmatilah momen bersama mereka sepenuh hati, karena tidak ada yang abadi.

Penutup: Membangun Hubungan yang Lebih Dalam dengan Kesadaran

Untuk menjalin hubungan yang lebih baik dengan orang tua di usia dewasa, diperlukan kesadaran, kedewasaan emosional, dan kemauan untuk merubah pola lama.

Dengan meninggalkan 10 sikap di atas, Anda tidak hanya membentuk ikatan yang lebih hangat dan saling menghargai, tetapi juga memberikan diri Anda kedamaian batin dan kenangan indah di masa mendatang.

Karena pada akhirnya, hubungan dengan orang tua bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga cara Anda menciptakan saat ini yang lebih penuh cinta.

EDITOR: Hanny Suwindari