← Beranda
Dapat Mengetahui Seseorang Memiliki Masa Kecil yang Sulit Jika Menunjukkan 10 Perilaku Pendiam Ini Saat Dewasa Menurut Psikologi
Irfan Ferdiansyah• Selasa, 16 Juni 2026 | 03.23 WIB
seseorang yang memiliki masa kecil yang sulit./Magnific/stockking

JawaPos.com - Tidak semua luka masa kecil terlihat jelas. Banyak orang tumbuh menjadi pribadi yang tampak tenang, mandiri, dan tidak banyak bicara, tetapi di balik sikap tersebut bisa tersimpan pengalaman masa kecil yang penuh tekanan, kurang kasih sayang, atau lingkungan yang tidak memberikan rasa aman.

Psikologi menjelaskan bahwa pengalaman masa kecil memiliki pengaruh besar terhadap cara seseorang membangun hubungan, mengelola emosi, dan memandang dirinya sendiri ketika dewasa.

Menariknya, sebagian orang yang pernah mengalami masa kecil yang sulit tidak selalu menunjukkan perilaku yang mencolok. Justru, tanda-tandanya sering hadir dalam bentuk kebiasaan yang tampak sederhana dan pendiam.

Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (13/6), terdapat 10 perilaku pendiam yang sering ditemukan pada orang dewasa yang pernah mengalami masa kecil yang penuh tantangan, menurut berbagai temuan psikologi.

1. Lebih Sering Memendam Perasaan Daripada Mengungkapkannya

Orang yang tumbuh di lingkungan yang tidak mendukung ekspresi emosi biasanya belajar bahwa mengungkapkan perasaan hanya akan membuat mereka diabaikan, dimarahi, atau disalahpahami.

Akibatnya, ketika dewasa mereka cenderung memilih diam. Mereka menyimpan kesedihan, kemarahan, atau kecemasan sendiri dan jarang meminta bantuan kepada orang lain.

Bukan karena tidak memiliki perasaan, tetapi karena mereka terbiasa menghadapi semuanya sendirian sejak kecil.

2. Terlalu Mandiri dan Sulit Meminta Bantuan

Kemandirian adalah hal positif, tetapi jika seseorang merasa harus melakukan semuanya sendiri dan enggan bergantung kepada siapa pun, hal itu bisa menjadi mekanisme bertahan hidup yang terbentuk sejak kecil.

Mereka mungkin pernah mengalami situasi di mana kebutuhan emosionalnya tidak terpenuhi, sehingga terbiasa mengandalkan diri sendiri.

Di mata orang lain, mereka terlihat kuat. Namun, di dalam hati mereka sering merasa lelah karena tidak pernah benar-benar belajar bahwa meminta bantuan adalah hal yang wajar.

3. Pendiam dalam Kelompok dan Lebih Banyak Mengamati

Sebagian orang yang memiliki masa kecil yang sulit terbiasa "membaca situasi" demi menjaga diri. Mereka lebih suka memperhatikan suasana sekitar sebelum berbicara.

Mereka cenderung menjadi pendengar yang baik dan tidak suka menjadi pusat perhatian. Kebiasaan ini muncul karena sejak kecil mereka terbiasa berhati-hati terhadap konflik atau perubahan suasana hati orang-orang di sekitarnya.

4. Sulit Mempercayai Orang Lain

Kepercayaan adalah sesuatu yang dibangun melalui pengalaman yang konsisten dan aman. Jika seseorang sering mengalami kekecewaan atau ketidakpastian saat kecil, mereka mungkin tumbuh menjadi pribadi yang sangat selektif dalam membuka diri.

Mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk mempercayai orang lain dan sering menyimpan masalah pribadi untuk diri sendiri.

Meski tampak tertutup, sebenarnya mereka hanya berusaha melindungi diri agar tidak kembali terluka.

5. Sering Merasa Menjadi Beban bagi Orang Lain

Orang yang tumbuh tanpa validasi emosional sering merasa kebutuhan dan perasaannya tidak penting. Akibatnya, ketika dewasa mereka cenderung meminta maaf secara berlebihan dan khawatir merepotkan orang lain.

Mereka mungkin berpikir dua kali sebelum meminta bantuan atau bahkan merasa bersalah ketika menerima perhatian dan kasih sayang.

Perasaan tersebut bukan muncul karena kurang percaya diri semata, tetapi karena pola yang sudah terbentuk sejak lama.

6. Menghindari Konflik Sebisa Mungkin

Bagi sebagian orang, pertengkaran kecil mungkin hanya bagian biasa dari hubungan. Namun, bagi mereka yang pernah tumbuh dalam lingkungan yang penuh konflik, perdebatan dapat terasa sangat menakutkan.

Mereka lebih memilih diam, mengalah, atau memendam ketidaksetujuan demi menjaga suasana tetap tenang.

Sayangnya, kebiasaan ini terkadang membuat kebutuhan dan pendapat mereka sendiri terabaikan.

7. Sulit Menerima Pujian

Ketika mendapat pujian, mereka justru merasa canggung atau menganggap dirinya tidak pantas menerimanya.

Hal ini dapat terjadi karena sejak kecil mereka jarang mendapatkan apresiasi atau bahkan lebih sering menerima kritik dibandingkan penghargaan.

Akibatnya, mereka tumbuh dengan suara batin yang terlalu keras terhadap diri sendiri dan kesulitan melihat nilai positif yang dimilikinya.

8. Selalu Berusaha Menyenangkan Orang Lain

Perilaku people pleasing sering berkembang pada orang yang sejak kecil belajar bahwa kasih sayang atau penerimaan harus diperoleh dengan cara memenuhi harapan orang lain.

Mereka cenderung mengutamakan kebutuhan orang lain, sulit mengatakan "tidak", dan takut mengecewakan siapa pun.

Di luar, mereka tampak ramah dan mudah bergaul. Namun, di dalam hati mereka sering mengabaikan kebutuhan sendiri.

9. Menyimpan Banyak Pikiran dan Jarang Bercerita

Orang-orang ini sering terlihat tenang, tetapi pikirannya terus bekerja. Mereka memikirkan berbagai kemungkinan, mengingat percakapan berulang kali, dan menganalisis banyak hal secara mendalam.

Karena terbiasa menghadapi masalah sendiri, mereka tidak mudah menceritakan isi hati kepada orang lain.

Akibatnya, orang di sekitar mungkin menganggap mereka baik-baik saja, padahal sebenarnya mereka sedang memikul beban yang cukup berat.

10. Sangat Menghargai Kedamaian dan Ruang Pribadi

Banyak orang yang melewati masa kecil yang sulit tumbuh menjadi pribadi yang menghargai ketenangan. Mereka merasa nyaman dengan kesendirian dan lebih menyukai lingkungan yang damai dibandingkan suasana yang penuh drama.

Bagi mereka, ketenangan bukan sekadar pilihan, melainkan bentuk rasa aman yang mungkin tidak selalu mereka rasakan ketika masih kecil.

Masa Kecil yang Sulit Tidak Menentukan Seluruh Masa Depan

Penting untuk dipahami bahwa perilaku-perilaku di atas bukanlah alat diagnosis, dan tidak semua orang yang pendiam pasti memiliki pengalaman masa kecil yang berat. Kepribadian, budaya, dan pengalaman hidup lainnya juga berperan besar dalam membentuk seseorang.

Namun, psikologi menunjukkan bahwa pengalaman masa kecil memang dapat meninggalkan jejak yang memengaruhi cara seseorang menjalani hidup saat dewasa.

Kabar baiknya, manusia memiliki kemampuan untuk bertumbuh dan berubah. Dengan kesadaran diri, hubungan yang sehat, serta dukungan yang tepat, banyak orang mampu membangun kehidupan yang lebih tenang, lebih aman, dan lebih penuh makna, terlepas dari masa lalu yang pernah mereka alami.

Pada akhirnya, seseorang yang tampak pendiam belum tentu tidak memiliki cerita. Bisa jadi, diam mereka adalah hasil dari perjalanan panjang yang mengajarkan cara bertahan, sekaligus cara untuk terus melangkah maju.

EDITOR: Hanny Suwindari