← Beranda
7 Etika Sehari-hari yang Harus Diajarkan Orang Tua kepada Anak Sedini Mungkin, Selain Ucapan Terima Kasih, Tolong, dan Maaf
Endah Primasari UtamiRabu, 3 Juni 2026 | 22.28 WIB
Ilustrasi orang tua yang mengajarkan etika ke anak mereka (Magnific/Freepik)
 
JawaPos.com - Tidak ada satu anak pun yang lahir dengan pengetahuan tentang bagaimana berperilaku di lingkungan sosial.

Dilansir JawaPos.com dari Timesofindia pada Rabu (3/6), di sinilah peran orang tua untuk mengajarkan anak-anak mereka tentang etika sehari-hari sejak dini selain ucapan terima kasih, tolong, dan maaf.

Pada akhirnya, mengajarkan etika sehari-hari bukan tentang membesarkan anak-anak menjadi sempurna.

Melainkan membesarkan individu yang bijaksana yang tahu bagaimana cara menghormati, bertanggung jawab, dan bersikap baik terhadap orang lain.

Baca Juga: 10 Cara Orang Tua Boomer Ungkap Cinta yang Disalahartikan sebagai Kritik Menurut Psikologi

1. Jika Meminjam Sesuatu, Kebalikan dengan Hati-Hati

Dipinjami sesuatu oleh orang lain adalah tanda kepercayaan. Jadi, sudah selayaknya barang yang dipinjam ditangani dengan hati-hati dan dikembalikan dalam kondisi yang sama.

Jika rusak, harus minta maaf dengan tulus daripada menyembunyikan kesalahan. Anak-anak harus diajarkan etika ini sedini mungkin.

Kebiasaan sederhana ini sekaligus mengajarkan kepada anak-anak tentang tanggung jawab, rasa syukur, dan rasa hormat terhadap barang milik orang lain.

2. Menghormati Batasan dan Privasi Pribadi

Ajari anak-anak sedini mungkin tentang meminta izin terlebih dahulu sebelum menggunakan barang milik orang lain atau sekadar tidak menyela orang lain saat mereka berbicara.

Itu adalah etika dasar yang membantu anak-anak mendapatkan rasa hormat saat dewasa kelak.

Ketika anak-anak memahami batasan, mereka juga akan mendapatkan pemahaman tentang cara melindungi ruang pribadi mereka sendiri.

3. Hindari Membuat Kebisingan di Ruang Publik

Meski anak-anak secara alami ekspresif dan penuh semangat, tapi ajarkan mereka sejak dini kalau tidak setiap tempat mengizinkan perilaku yang sama.

Ajari mereka untuk mengontrol volume suara di ruang publik, seperti perpustakaan, rumah sakit, atau transportasi umum.

Mengajarkan hal ini sekaligus mengembangkan rasa tanggung jawab sosial mereka yang membantunya tumbuh menjadi sosok yang dapat beradaptasi dalam berbagai situasi.

4. Hormati Waktu Orang Lain

Ajarilah kepada anak-anak sedari dini untuk menghargai waktu orang lain, karena waktu adalah sumber daya yang berharga dan banyak orang yang tidak berkompromi dengan itu.

Mungkin, contoh sederhananya, biasakan anak-anak datang ke sekolah tepat waktu atau menyelesaikan tugas sekolah sebelum tenggat waktu.

Ketika anak-anak memahami nilai waktu, secara alami mereka akan menjadi lebih disiplin, bertanggung jawab, serta dapat diandalkan.

5. Menghargai Orang Lain dengan Kebaikan

Ajari anak-anak kalau rasa terima kasih tidak hanya untuk teman dan keluarga saja, tapi juga untuk guru, tetangga, pembantu, bahkan orang asing dalam situasi yang tepat.

Mengajarkan anak-anak tentang etika ini juga membantu mereka membangun kepercayaan diri sosial yang lebih kuat.

6. Tidak Menghakimi Pilihan Orang Lain

Etika sehari-hari yang penting untuk diajarkan kepada anak-anak sedini mungkin selanjutnya adalah tidak menghakimi pilihan orang lain.

Ajari kepada mereka tentang penerimaan, tentang apa yang terasa 'normal' bagi mereka mungkin tidak sama bagi orang lain dan itu tidak apa-apa.

Sebagai orang tua dapat membimbing anak-anak untuk mengajukan pertanyaan sopan ketika melihat atau memahami sesuatu daripada bereaksi dengan kritik dan ejekan.

7. Bertanggung Jawab atas Tindakan yang Dilakukan

Ajari anak-anak kalau setiap pilihan atau tindakan pasti memiliki konsekuensi.

Jadi, alih-alih menyembunyikan kesalahan atau pilihan atau tindakan yang buruk, lebih baik menerima dengan jujur dan meminta maaf dengan tulus.

Membiasakan anak-anak etika ini tidak hanya membuat mereka jujur, tapi juga membangun karakter. Mereka jadi mengetahui pentingnya pertanggungjawaban dan tumbuh menjadi orang dewasa yang dihormati.

Baca Juga: 9 Kesalahan Parenting yang Secara Psikologi Dihindari Orang Tua Cerdas demi Masa Depan Anak yang Baik

EDITOR: Candra Mega Sari