JawaPos.com- Kasus Child Grooming Aurelie Moeremans sempat viral di media sosial usai dirinya menulis buku berjudul Broken String, yang dirilis 10 Oktober 2025 silam.
Buku tersebut menceritakan pengalaman pahit perempuan berdarah blasteran saat jadi korban Child Grooming di usia 15 tahun.
Child Grooming sendiri merupakan bentuk manipulasi di mana seseorang (atau kelompok) membangun hubungan dengan seorang anak di bawah umur untuk mengeksploitasinya, seringkali untuk keuntungan seksual maupun finansial.
Proses manipulasinya dapat terjadi secara perlahan dan sangat halus. Mulanya, pelaku membuat anak di bawah umur merasa istimewa, seperti menawarkan perhatian, hadiah, dan kasih sayang.
Seiring waktu, hal ini meningkat hingga anak muda tersebut dijauhkan dari keluarga dan teman-temannya, hingga akhirnya dipaksa atau dimanipulasi emosionalnya yang makin serius.
Dikutip dari artikel Premier Nexgen oleh JawaPos.com, Kamis (22/1), untuk menghindari hal tersebut ada 5 tips yang harus dilakukan orang tua agar anak tidak terjebak dalam Child Grooming:
- Jalin hubungan yang kuat dan terbuka
Salah satu tipsnya yaitu menjalin hubungan yang kuat dengan anak. Dengan adanya hubungan yang kuat antara keduanya, maka anak akan lebih terbuka dengan orang tuanya. Baik itu dari perasaan, kehidupan sosial, hingga rasa aman.
- Pendidikan media online
Ajari anak-anak Anda tentang batasan-batasan yang boleh dan tidak boleh dilakukan di media online.
Caranya jelaskan bahaya orang asing yang ada di media online, privat akun anak Anda agar tidak disalahgunakan, blokir jika ada orang yang mencurigakan, dan pantau terus akun media sosial atau situs web yang pernah ditelusuri anak Anda.
- Kenali tanda-tanda child grooming
Dengan mengenali tanda-tanda tersebut Anda telah satu langkah menyelamatkan anak Anda dari pelaku.
Tanda-tanda yang bisa dilihat yaitu pertama mulai merahasiakan kehidupan sosial mereka, atau jika mereka menghabiskan banyak waktu sendirian atau dengan orang-orang yang belum pernah Anda temui.
Kedua, anak Anda mulai bertindak menarik diri, depresi, cemas, atau tiba-tiba menjadi sangat defensif tentang hubungannya, itu bisa menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang salah.
Ketiga, anak Anda mulai menerima hadiah mahal atau uang tanpa dapat menjelaskan dari mana asalnya, ini bisa menjadi masalah. Pelaku pelecehan seksual anak sering memikat korban dengan janji-janji barang materi.
Keempat, pantau anak Anda jika mereka berhubungan dengan orang dewasa yang meminta konten-konten pribadi.
- Menjadi bagian dari kelompok atau komunitas anak
Bergabunglah dalam kelompok pemuda atau tim olahraga anak. Sebab banyak kejadian terjadi dari lingkungan sekitarnya seperti sekolah atau tempat-tempat yang kerap didatangi.
- Percaya insting orang tua
Sebagai orang tua, Anda mengenal anak Anda lebih baik daripada siapapun. Jika ada sesuatu yang terasa tidak beres, baik itu teman baru, perubahan perilaku yang tiba-tiba, atau situasi yang membuat Anda merasa tidak nyaman, sangat penting untuk mempercayai intuisi Anda dan menyelidikinya.