JawaPos.com - Ada perbedaan mencolok antara dibesarkan oleh orang tua yang protektif dan mereka yang terlalu protektif.
Perbedaannya terletak pada keseimbangan antara perlindungan dan kebebasan. Orang tua yang terlalu protektif seringkali bermaksud baik.
Akan tetapi keinginan kuat mereka untuk melindungi anak-anak terkadang dapat mengakibatkan konsekuensi yang tidak diinginkan di masa dewasa.
Memang, dibesarkan oleh orang tua yang terlalu protektif tidak serta merta membuat Anda terjerumus dalam masalah kehidupan.
Hanya saja, Anda mungkin menunjukkan sifat-sifat tertentu yang tidak dimiliki oleh orang lain dalam hidup.
Dalam artikel yang dilansir dari Geediting, kita akan melihat sifat-sifat umum yang diamati pada orang dewasa yang dibesarkan oleh orang tua yang terlalu protektif.
1. Sulit Mengambil Keputusan
Salah satu sifat yang paling umum terlihat pada orang dewasa yang dibesarkan oleh orang tua yang terlalu protektif adalah kesulitan dalam pengambilan keputusan.
Bila orang tua terus-menerus ikut campur dalam menentukan pilihan bagi anak-anaknya, tanpa sengaja mereka merampas kesempatan anak-anaknya untuk belajar mengambil keputusan sendiri.
Akibatnya, anak-anak ini sering kali tumbuh menjadi orang dewasa yang kesulitan mengambil keputusan tanpa masukan dari luar.
Mereka mungkin terus-menerus mencari kepastian atau nasihat dari orang lain sebelum membuat pilihan, bahkan untuk hal-hal yang relatif kecil.
Ingat, ini bukan aturan baku. Tidak semua orang yang dibesarkan oleh orang tua yang terlalu protektif akan menunjukkan sifat ini.
Namun, ini adalah tren yang umum diamati, dan perlu diwaspadai jika Anda menyadarinya pada diri sendiri atau orang lain. Bagaimanapun, langkah pertama menuju perubahan adalah kesadaran.
2. Tingkat Kecemasan yang Tinggi
ketika dibesarkan oleh orang tua yang terlalu protektif, kita seringkali diajari untuk takut pada dunia dibanding mencobanya.
Setiap orang asing menjadi ancaman potensial, setiap kegagalan menjadi bencana, dan setiap risiko menjadi bahaya.
Hal ini dapat mengakibatkan peningkatan rasa cemas di masa dewasa. Banyak dari kita yang dibesarkan dengan cara ini mendapati diri kita lebih bergelut dengan kekhawatiran dibandingkan teman-teman sebaya kita.
3. Ketergantungan Pada Orang Lain
Ketika anak-anak terus-menerus terlindungi dari dunia, mereka seringkali tidak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemandirian.
Sehingga hal ini dapat terbawa hingga dewasa, yang menyebabkan ketergantungan pada orang lain.
Menariknya, sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Child and Family Studies menemukan bahwa pola asuh yang terlalu protektif dapat menyebabkan tingkat ketergantungan yang lebih tinggi pada remaja.
Studi tersebut mengamati bahwa individu-individu ini seringkali sangat bergantung pada pendapat dan dukungan orang lain, alih-alih memercayai penilaian mereka sendiri.
Kecenderungan untuk bergantung pada orang lain dalam hal pengambilan keputusan atau validasi dapat ditelusuri kembali ke masa kanak-kanak ketika orang tua mereka membuat sebagian besar keputusan untuk mereka.
Meskipun meminta nasihat dari orang lain itu wajar, kehidupan dewasa yang sehat membutuhkan kemandirian.
Mengenali sifat ini dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kemandirian yang lebih besar.
4. Takut Mengambil Risiko
Ciri umum lain dari orang dewasa yang dibesarkan oleh orang tua yang terlalu protektif adalah takut mengambil risiko.
Ketika orang tua melindungi anak-anak mereka dari segala kemungkinan bahaya, mereka secara tidak sengaja dapat menciptakan ketakutan akan hal yang tidak diketahui.
Gelombang perlindungan ini dapat mengarah pada pola pikir yang menganggap dunia pada dasarnya berbahaya, dan setiap langkah di luar zona nyaman dianggap sebagai risiko yang tidak layak diambil.
Saat dewasa, ketakutan ini dapat terwujud dalam berbagai cara. Hal ini dapat terlihat dari keengganan mereka untuk menekuni hobi baru, pindah ke kota baru, atau bahkan keraguan mereka untuk mengungkapkan pendapat yang berbeda.
Memahami sifat ini sangat penting, karena mengambil risiko yang terukur merupakan bagian penting dari pertumbuhan pribadi dan profesional.
Jika Anda merasa memiliki sifat ini, mengakuinya dapat menjadi langkah pertama untuk merangkul hal yang tidak diketahui dan belajar mengambil risiko yang terukur.
5. Kurang Percaya Diri
Hal ini mungkin sulit diakui, tetapi terlalu penting untuk diabaikan. Tumbuh besar dengan orang tua yang terlalu protektif terkadang dapat menyebabkan anak kehilangan kepercayaan diri di masa dewasa.
Ketika setiap keputusan dipertanyakan, setiap risiko dicegah, dan setiap kegagalan dianggap sebagai bencana, mudah bagi kita untuk menerima pesan bahwa kita tidak cukup mampu.
Hal ini dapat menyebabkan keraguan diri, keraguan terhadap diri sendiri, dan kebutuhan akan validasi yang terus-menerus.
Tapi begini masalahnya, kamu lebih dari sekadar mampu. Namun jika kamu dibesarkan oleh orang tua yang terlalu protektif dan mendapati dirimu mempertanyakan harga dirimu.
Dan ingatlah bahwa kepercayaan dirimu tidak harus ditentukan oleh pola asuhmu.
Kamu punya kekuatan untuk membangun rasa percaya diri, selangkah demi selangkah.
Mungkin butuh usaha, tapi itu sepenuhnya dalam jangkauanmu. Lagipula, kita semua sedang dalam proses.
6. Kesulitan Menetapkan Batasan
Harus kuakui, menetapkan batasan bukanlah keahlianku. Itu sesuatu yang kuusahakan seiring bertambahnya usia dan mulai memahami pentingnya hal itu.
Ketika Anda dibesarkan oleh orang tua yang terlalu protektif, batasan seringkali terasa asing. Lagipula, Anda tumbuh di lingkungan di mana orang tua sangat terlibat dalam setiap aspek kehidupan Anda.
Hal ini dapat berlanjut hingga dewasa, yang menyebabkan kesulitan dalam menetapkan dan mempertahankan batasan pribadi dan profesional.
Anda mungkin mendapati diri Anda terus-menerus berkata ya untuk hal-hal yang tidak ingin Anda lakukan, atau membiarkan orang lain melewati batasan Anda tanpa menyuarakan ketidaknyamanan Anda.
Belajar menetapkan batasan merupakan aspek penting dalam menjaga hubungan yang sehat dan menjaga kesehatan mental.
7. Berlebihan Terhadap Apapun
Sifat lain yang dapat muncul pada orang dewasa yang dibesarkan oleh orang tua yang terlalu protektif adalah kecenderungan terlalu banyak berpikir dan meragukan diri sendiri.
Ketika orang tua terlalu terlibat dalam kehidupan anak-anak mereka, mereka mungkin mempertanyakan setiap keputusan, mencermati setiap tindakan, dan mengkhawatirkan setiap hasilnya.
Pengawasan yang terus-menerus ini dapat mengarah pada pola analisis situasi yang berlebihan dan meragukan kemampuan diri sendiri di masa dewasa.
Jika Anda terus-menerus merasa terlalu banyak berpikir atau meragukan keputusan Anda, hal itu mungkin berkaitan dengan pola asuh Anda.
Namun kabar baiknya, dengan kesadaran diri, kesabaran, dan mungkin bantuan dari seorang profesional.
Anda dapat belajar untuk lebih percaya diri dan mengurangi kebiasaan berpikir yang terlalu berlebihan.
8. Ingin Berubah
Ini mungkin hal terpenting yang perlu diingat. Jika Anda dibesarkan oleh orang tua yang terlalu protektif dan memiliki salah satu sifat ini, penting untuk mengetahui bahwa Anda memiliki kekuatan untuk berubah.
Masa kecilmu mungkin telah membentukmu, tetapi tidak terlalu mendefinisikan siapa kamu.
Kamu tidak terikat oleh masa lalumu, dan kamu memiliki kemampuan untuk tumbuh dan bertransformasi menjadi sosok yang kamu impikan. Perubahan mungkin tidak mudah, tetapi pasti mungkin, dan itu dimulai dari dirimu sendiri.