← Beranda
Bahaya Bermain HP bagi Anak yang Perlu Orang Tua Waspadai
Aufi Rizqy AmaliaMinggu, 21 September 2025 | 06.20 WIB
Anak-anak Bermain HP (dok freepik.com)

JawaPos.com — Di era digital, penggunaan gawai seperti handphone (HP) sudah menjadi bagian dari keseharian, termasuk bagi anak-anak.

Meski bisa memberikan manfaat seperti sarana belajar interaktif atau hiburan, penggunaan HP yang berlebihan dapat berdampak buruk pada tumbuh kembang anak.

Oleh karena itu, orang tua perlu memahami risiko yang mungkin muncul agar lebih bijak dalam mengawasi aktivitas digital anak.

Dampak dari Penggunaan HP yang Berlebihan

1. Gangguan Tidur dan Kualitas Istirahat Menurun

Anak yang terlalu sering menggunakan HP sebelum tidur rentan mengalami gangguan tidur.

Alodokter menyebut bahwa cahaya biru dari layar membuat produksi hormon melatonin terganggu, sehingga anak sulit tidur nyenyak.

2. Masalah pada Penglihatan dan Mata Cepat Lelah

Menggunakan gadget terlalu lama tanpa istirahat bisa menyebabkan mata kering, iritasi, pandangan kabur, dan bahkan berpotensi muncul minus.

Dilansir dari halodoc.com, hal ini terjadi karena paparan terus-menerus terhadap cahaya layar.

3. Kecanduan Gadget yang Mengganggu Aktivitas Sehari-hari

Bermain HP bisa berubah jadi kebiasaan kompulsif: anak tak bisa berhenti, bahkan saat diminta atau saat ada kegiatan lain yang harus dilakukan.

Kecanduan gadget dapat menyebabkan gangguan perilaku dan konsentrasi.

4. Gangguan Postur dan Nyeri Fisik

Duduk terlalu lama sambil membungkuk atau menunduk menatap layar HP bisa menyebabkan nyeri leher, punggung, dan juga pegal-pegal di tangan atau jari.

Dilansir dari alodokter.com memaparkan bahwa penggunaan gadget yang tidak ergonomis menambah risiko gangguan fisik ini pada anak-anak.

Batas Waktu Bermain HP Sesuai Usia Anak

Agar penggunaan gawai tetap aman, beberapa lembaga kesehatan memberikan rekomendasi batas waktu bermain HP berdasarkan usia:

Anak di bawah 2 tahun: Sebaiknya tidak terpapar layar sama sekali, kecuali untuk video call dengan keluarga.

Usia 2–5 tahun: Waktu penggunaan layar maksimal 1 jam per hari dengan pendampingan orang tua.

Usia 6–12 tahun: Disarankan maksimal 2 jam per hari, sambil tetap mendorong aktivitas fisik dan sosial di luar layar.

Remaja: Boleh menggunakan lebih dari 2 jam, tetapi tetap perlu batasan, terutama agar tidak mengganggu waktu tidur, belajar, dan interaksi sosial.

Panduan ini menekankan bahwa yang terpenting bukan hanya durasi, tetapi juga kualitas konten serta keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak.

Cara Mengurangi Risiko:

1. Batasi durasi penggunaan gadget. Hindari memberikan HP terlalu lama terutama di waktu menjelang tidur.

2. Terapkan jadwal “bebas gadget” di rumah, misalnya saat makan malam atau beberapa waktu sebelum tidur.

3. Dorong aktivitas fisik dan bermain di luar rumah agar anak lebih banyak bergerak dan tidak terus-terusan menatap layar.

4. Dampingi anak saat menggunakan gadget, terutama untuk konten edukasi / hiburan, agar bisa membedakan mana yang baik dan mana yang sebaiknya dihindari.

5. Memberikan contoh yang baik dengan mengurangi penggunaan HP di depan anak.

HP bisa menjadi sarana edukasi maupun hiburan, namun penggunaan berlebihan dapat membawa dampak negatif pada kesehatan fisik, mental, dan kemampuan sosial anak.

Dengan pengawasan orang tua, penerapan batasan waktu sesuai usia, serta pemilihan konten yang tepat, risiko tersebut bisa diminimalisasi sehingga anak tetap tumbuh sehat dan seimbang.

EDITOR: Hanny Suwindari