← Beranda
7 Cara Menjaga Rutinitas Tidur Siang Bayi agar Berkualitas Sesuai Jam Biologis dan Tahapan Usia
Nurul FitriyahJumat, 27 Juni 2025 | 13.07 WIB
Ilustrasi tidur siang bayi membantu proses tumbuh kembang (Freepik)

JawaPos.com – Tidur siang bayi memegang peran penting dalam tumbuh kembang dan kestabilan emosinya selama masa pertumbuhan.

Tidur siang bayi merupakan waktu istirahat tambahan di siang hari untuk mendukung pemulihan energi dan perkembangan otak.

Mengetahui cara menjaga rutinitas tidur siang bayi membantu menciptakan pola istirahat yang optimal sesuai fase pertumbuhan.

Berikut 7 cara menjaga rutinitas tidur siang bayi agar berkualitas sesuai jam biologis dan tahapan usia dilansir dari laman Mayo Clinic, Kamis (26/6):

1. Pahami Kebutuhan Tidurnya

Bayi baru lahir tidur hingga 16 jam per hari dengan durasi tidur siang sekitar 3 hingga 4 jam yang terbagi dalam beberapa sesi. Setelah terjaga selama 1 hingga 2 jam, bayi akan menunjukkan tanda-tanda kantuk.

Semakin bertambah usia, pola tidur siang bayi menjadi lebih teratur. Menyesuaikan kebutuhan tidur dengan usia membantu bayi mendapatkan istirahat yang cukup.

2. Atur Jadwal Tidur Konsisten

Tidur siang yang terjadwal, seperti pukul 09.00 dan 13.00, dapat menciptakan ritme tidur yang lebih stabil. Pola tidur teratur membantu bayi mengenali waktu istirahat dengan lebih cepat.

Bayi yang memiliki jadwal tidur siang cenderung tidur lebih nyenyak di malam hari. Konsistensi membantu tubuh bayi beradaptasi dengan jam biologisnya.

3. Ciptakan Suasana Tidur Nyaman

Ruangan gelap, tenang, dan sejuk membantu bayi merasa rileks menjelang tidur siang. Memijat atau menyanyikan lagu pengantar tidur bisa memberi sinyal istirahat pada bayi.

Keadaan tenang membuat bayi lebih mudah tertidur dan tidak mudah terbangun. Menghindari stimulasi berlebihan mendukung tidur yang berkualitas.

4. Tidurkan Saat Mulai Mengantuk

Tidurkan bayi dalam keadaan mengantuk tetapi belum tertidur sepenuhnya agar mereka belajar menenangkan diri. Menunggu sampai bayi terlalu lelah bisa membuatnya lebih rewel dan sulit tertidur.

Aktivitas ringan sebelum tidur seperti membedong bisa membantu mempercepat proses tidur. Melatih bayi tidur sendiri memperkuat kemandirian tidur sejak dini.

5. Jaga Keselamatan Selama Tidur

Letakkan bayi dalam posisi terlentang tanpa bantal, selimut, atau boneka untuk mencegah risiko gangguan pernapasan. Kasur sebaiknya datar dan kokoh tanpa permukaan lunak.

Ruang tidur bayi sebaiknya memiliki ventilasi baik agar tetap nyaman. Keamanan selama tidur merupakan prioritas utama dalam membentuk kebiasaan tidur sehat.

6. Menangani Kerewelan dengan Tenang

Menangis saat ditidurkan atau terbangun setelah tidur siang bukan hal yang tidak wajar. Pada bayi usia di bawah 4 bulan, ayunan lembut atau suara pelan bisa menenangkan mereka.

Setelah usia 4 bulan, beri waktu bayi untuk belajar menenangkan diri sendiri sebelum ditenangkan. Menyesuaikan waktu tidur sedikit lebih awal bisa membantu mengurangi kerewelan.

7. Perhatikan Perubahan Pola Tidur

Tidur siang mulai berkurang secara bertahap seiring usia anak mendekati 3 hingga 5 tahun. Durasi tidur siang berkurang menjadi 1 hingga 2 jam pada usia balita dan berhenti sepenuhnya sekitar usia 5 tahun.

Adaptasi terhadap perubahan ini sebaiknya dilakukan secara perlahan. Meningkatkan kualitas tidur malam bisa menggantikan kebutuhan tidur siang pada usia tertentu.

Tidur siang bayi yang terjadwal dan sesuai usia membantu menciptakan kebiasaan istirahat yang sehat dan mendukung perkembangan optimal.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho