JawaPos.com - Selalu dibandingkan dengan kakak karena pencapaiannya tentu tidak mengenakkan.
Tekanan mental dari orang tua biasanya bisa membuat anak paling muda mendapatkan luka psikologis.
Untuk itu orang tua perlu tahu bagaimana cara memperlakukan anak-anak mereka dengan setara tanpa membanding-bandingkan.
Namun, yang luput dari orang tua ketika membandingkan anak bungsu dengan si sulung adalah ada perubahan sifat yang muncul.
Apakah saja perubahan sifatnya? Dilansir dari Geediting berikut adalah tujuh sifat yang muncul saat adik selalu dibandingkan dengan kakaknya.
1. Merasa tidak pernah cukup
Si bungsu yang sering dibandingkan akan mengembangkan suara hati yang kritis. Setiap kesalahan kecil akan diperbesar, dan mereka akan merasa tidak pernah cukup baik. Mereka akan menginternalisasi perasaan "tidak berharga" dan terus-menerus meragukan kemampuan diri.
2. Menghindar kompetisi
Si bungsu mungkin akan takut untuk menonjol karena khawatir dibandingkan. Mereka akan menghindari kompetisi dan merasa tidak percaya diri.
Di sisi lain, mereka mungkin justru berusaha keras untuk mendapatkan perhatian dan pengakuan, mencoba membuktikan bahwa mereka juga berharga.
3. Menghindari konflik
Karena takut dibandingkan, si bungsu akan berusaha keras untuk menyenangkan orang lain.
Mereka akan kesulitan mengatakan "tidak" dan mengabaikan kebutuhan sendiri demi menghindari konflik. Mereka berharap dengan menjadi penurut, mereka akan terhindar dari perbandingan yang menyakitkan.
4. Mencari pengakuan orang lain
Si bungsu akan merasa nilai diri mereka bergantung pada pengakuan orang lain. Mereka akan terus-menerus mencari pujian dan persetujuan untuk merasa berharga. Mereka belum mengembangkan rasa percaya diri yang berasal dari dalam diri.
5. Mencari identitas
Si bungsu mungkin akan melakukan hal yang bertolak belakang dengan kakaknya untuk mencari identitas diri. Mereka akan menolak hal-hal yang disukai kakaknya dan memilih jalan yang berbeda, bahkan jika itu tidak sesuai dengan minat mereka.
6. Perasaan yang canggung terhadap kakak
Si bungsu mungkin merasa bangga dengan pencapaian kakaknya, namun juga merasa iri dan kesal karena selalu dibandingkan. Mereka mungkin menyimpan perasaan dendam dan sulit untuk merayakan kesuksesan kakaknya dengan tulus.
7. Tak percaya diri
Perbandingan yang terus-menerus membuat si bungsu merasa tidak percaya diri. Mereka takut mencoba hal baru karena khawatir akan gagal dan dibandingkan lagi. Mereka cenderung menghindari tantangan dan merasa tidak mampu.
Orang tua perlu menyadari dampak negatif dari membandingkan anak. Setiap anak memiliki keunikan dan potensi masing-masing.
Berikan dukungan dan apresiasi yang tulus kepada si bungsu, bantu mereka menemukan minat dan bakat mereka, dan hindari membandingkan mereka dengan siapa pun, termasuk kakak mereka.