JawaPos.com - Penjualan Honda menunjukkan tren peningkatan dalam tiga bulan terakhir. Berdasarkan data pengiriman ke dealer, volumenya naik dari 2.587 unit pada Juli menjadi 3.177 unit pada Agustus. Kemudian kembali meningkat menjadi 3.466 unit pada September.
Pengamat Otomotif Yannes Martinus Pasaribu menilai kenaikan tersebut menjadi sinyal positif bagi Honda. Namun, menurutnya, tren itu lebih tepat dilihat sebagai proses pemulihan dari titik rendah dan bukan lonjakan permintaan baru.
"Kalau melihat angkanya memang ada perbaikan pengiriman Honda ke dealer dalam tiga bulan terakhir. Dari 2.587 unit pada Juli, naik menjadi 3.177 unit pada Agustus, kemudian 3.466 unit pada September 2026," kata Yannes saat dihubungi JawaPos.com, Kamis (8/10).
"Tetapi menurut saya ini lebih tepat dibaca sebagai pemulihan bertahap dari titik rendah, bukan lonjakan permintaan baru," tambah Yannes.
Yannes mengatakan jika melihat performa sejak awal tahun, pengiriman Honda masih belum sepenuhnya kembali ke level sebelumnya. Pada Februari tahun ini, Honda masih mencatat pengiriman 5.385 unit, sebelum turun menjadi 2.363 unit pada April.
"Sampai September pun totalnya baru sekitar 29.903 unit, dengan pangsa pasar 4,4 persen, masih lebih rendah dibanding periode yg sama tahun lalu," ujarnya.
Menurut Yannes, tantangan Honda juga semakin besar karena persaingan pasar otomotif Indonesia semakin ramai. Merek-merek asal Tiongkok dinilai agresif menghadirkan produk baru sekaligus memperluas jaringan dealer.
"Nah, tantangannya sekarang persaingan juga semakin ramai, terutama dari merek Tiongkok yg agresif menghadirkan produk dan memperluas jaringan dealer," jelasnya.
Di sisi produk, Yannes menilai sejumlah model baru Honda belum menjadi pendorong volume penjualan yang besar. Honda Prelude, misalnya, menyasar segmen premium dengan jumlah yang terbatas, sementara Super-ONE EV hanya hadir dalam volume sekitar 100 unit.
"Prelude yg berharga premium hadir terbatas, Super-ONE EV juga hanya sekitar 100 unit, sedangkan WR-V lebih merupakan penyegaran produk saja, tidak ada kebaruan signifikan," kata Yannes.
Ia menambahkan, penjualan Honda saat ini masih banyak ditopang oleh model seperti Brio dan HR-V hybrid. Dengan demikian, Yannes melihat Honda memang mulai menunjukkan pergerakan positif dalam tiga bulan terakhir. Namun, pekerjaan rumah berikutnya adalah menjaga agar peningkatan tersebut tidak berhenti sebagai pemulihan sementara.
"Honda memang mulai bergerak naik, tetapi pekerjaan terbesarnya masih bagaimana mengembalikan volume secara konsisten, memperkuat daya tarik produk, dan mempertahankan daya saing di tengah perubahan pasar yg semakin cepat," pungkasnya.