← Beranda
Hybrid Makin Diminati, Begini Cara Memilih Chery CSH Sesuai Kebutuhan 
Mohamad Nur Asikin• Selasa, 29 September 2026 | 17.48 WIB
 Deretan SUV Chery Super Hybrid (CSH) dengan pilihan model yang disesuaikan untuk berbagai kebutuhan. (Istimewa).

JawaPos.com – Pilihan kendaraan elektrifikasi di Indonesia semakin beragam. Konsumen kini tidak hanya dihadapkan pada mobil bermesin konvensional dan mobil listrik berbasis baterai, tetapi juga memiliki pilihan kendaraan hybrid dengan karakter teknologi dan penggunaan yang berbeda.

Perkembangan tersebut tercermin dari pasar kendaraan hybrid yang terus bertumbuh. Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), penjualan mobil hybrid sepanjang Januari-Juni 2026 mencapai 42.366 unit, meningkat sekitar 47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 28.817 unit. Pada periode tersebut, kendaraan hybrid juga mencatat pangsa sekitar 9,7 persen dari total pasar otomotif nasional.

Pertumbuhan tersebut membuat pilihan bagi konsumen semakin luas. Namun, semakin banyak pilihan teknologi juga berarti konsumen perlu lebih cermat sebelum menentukan kendaraan yang sesuai. Hybrid tidak lagi cukup dipandang hanya dari sisi tren atau efisiensi bahan bakar, tetapi perlu disesuaikan dengan pola mobilitas masing-masing.

Hal ini penting karena kebutuhan seseorang yang menggunakan mobil terutama untuk aktivitas perkotaan sehari-hari tentu berbeda dengan keluarga yang rutin melakukan perjalanan luar kota. Begitu pula dengan kebutuhan pengguna yang mengutamakan kapasitas penumpang, kenyamanan, performa, maupun fleksibilitas penggunaan.

Karena itu, sebelum memilih SUV hybrid, ada beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan, mulai dari karakter rute, frekuensi penggunaan, jumlah penumpang, hingga anggaran dan prioritas kepemilikan.

Baca Juga: Bengkel Umum Kini Tawarkan Perbaikan Baterai Mobil Listrik, Ini Saran Hyundai dan Chery

Jangan Hanya Ikut Tren Hybrid
Meningkatnya minat terhadap mobil hybrid menunjukkan semakin banyak konsumen yang mulai mempertimbangkan teknologi elektrifikasi dalam memilih kendaraan. Namun, teknologi bukan satu-satunya faktor yang menentukan kecocokan sebuah mobil.

Setiap pengguna memiliki pola mobilitas berbeda. Ada yang lebih banyak menggunakan mobil untuk perjalanan dalam kota, ada yang rutin melakukan perjalanan antarkota, sementara sebagian lainnya membutuhkan kendaraan untuk membawa keluarga sekaligus menunjang berbagai aktivitas.

Karena itu, memilih mobil hybrid idealnya dimulai dengan mengenali pola penggunaan kendaraan.

Untuk penggunaan harian, misalnya, karakter rute dan frekuensi berkendara menjadi pertimbangan penting. Sementara bagi keluarga, jumlah penumpang dan kebutuhan ruang kabin dapat menjadi faktor yang lebih dominan.

Pendekatan tersebut sejalan dengan konsep Chery CSH yang menghadirkan teknologi elektrifikasi dengan kombinasi tenaga listrik dan mesin bensin. Dalam lini CSH, Chery menawarkan beberapa pilihan teknologi, termasuk HEV, PHEV, dan REEV, sehingga konsumen memiliki alternatif yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan mobilitasnya.

Ini Perbedaan HEV, PHEV, dan REEV pada Jajaran Chery Super Hybrid
Sebelum masuk ke pemilihan mobil hybrid, tentu perlu mengenal perbedaan HEV, PHEV dan REEV. HEV merupakan teknologi yang menggunakan kombinasi mesin bensin dan motor listrik yang saling bergantian atau bekerja bersama untuk menggerakkan roda.

Lalu, PHEV memiliki kapasitas baterai yang jauh lebih besar dibandingkan HEV dan motor listrik yang lebih bertenaga. Sistem penggerak motor listrik dan baterai bisa digunakan secara bergantian atau bersamaan. PHEV juga memiliki 2 sumber pengisian daya yaitu melalui bahan bakar bensin ataupun sistem 
pengisian daya listrik eksternal.

Sementara terdapat satu model teknologi yang baru dihadirkan oleh Chery yaitu REEV. REEV memiliki karakter seperti mobil listrik (EV) karena sistem penggeraknya murni menggunakan motor listrik. 

Sementara mesin bensin tidak terhubung secara langsung ke roda sebagai penggerak. Mesin bensin hanya berfungsi sebagai penyuplai daya ke baterai saat kapasitas mulai menipis. REEV juga memiliki dua sumber pengisian daya yaitu menggunakan bahan bakar bensin sebagai generator dan sistem pengisian daya listrik eksternal.

Jika Fokus pada Mobilitas Harian, Pertimbangkan TIGGO CROSS CSH
Masuk ke pembahasan tentang produk, kita mulai dari kebutuhan konsumen yang lebih banyak menggunakan kendaraan dalam aktivitas perkotaan dan membutuhkan SUV yang relatif mudah disesuaikan dengan mobilitas harian, TIGGO CROSS CSH dapat menjadi salah satu pilihan dalam lini CSH.

Model ini mengusung sistem hybrid konvensional yang tidak membutuhkan pengisian daya eksternal. Karakter tersebut membuat pengguna tetap mendapatkan dukungan teknologi elektrifikasi tanpa harus menjadikan pengisian baterai melalui sumber listrik eksternal sebagai bagian dari rutinitas penggunaan kendaraan.

Chery menampilkan lini SUV hybrid dengan teknologi Chery Super Hybrid (CSH). (Istimewa).
Chery menampilkan lini SUV hybrid dengan teknologi Chery Super Hybrid (CSH). (Istimewa).

Di laman resmi Chery, TIGGO CROSS CSH saat ini tercatat memiliki klaim konsumsi bahan bakar 1:25 dan akselerasi 0-100 km/jam dalam 8 detik, serta dilengkapi 17 fitur ADAS.
Karakter tersebut membuatnya relevan untuk konsumen yang mencari SUV hybrid untuk mendukung aktivitas sehari-hari, terutama ketika kebutuhan utama berada pada kombinasi efisiensi, kepraktisan, dan kelengkapan fitur.

Butuh Ruang Lebih untuk Keluarga? TIGGO 8 CSH Bisa Dipertimbangkan
Kebutuhan berbeda muncul ketika kendaraan digunakan bersama keluarga dengan jumlah penumpang lebih banyak.

Dalam kondisi tersebut, kapasitas kabin dan fleksibilitas perjalanan menjadi pertimbangan yang tidak kalah penting dibandingkan efisiensi. TIGGO 8 CSH hadir sebagai SUV hybrid tujuh penumpang dengan teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).

Model ini menawarkan kemampuan berkendara dengan tenaga listrik hingga 90 kilometer dan jarak tempuh kombinasi lebih dari 1.300 kilometer berdasarkan informasi yang tercantum di laman resmi Chery. TIGGO 8 CSH juga tersedia dalam pilihan FWD maupun AWD.

Untuk kebutuhan keluarga, kelengkapan tersebut dapat dipertimbangkan bersama aspek kenyamanan dan keselamatan. TIGGO 8 CSH, misalnya, dibekali 10 airbag dan 14 fungsi ADAS. Pada beberapa variannya juga tersedia fitur seperti panoramic sunroof, power tailgate, dan sistem audio 12 speaker.

Dengan demikian, pertimbangan terhadap TIGGO 8 CSH bukan hanya mengenai teknologi PHEV, tetapi bagaimana kapasitas tujuh penumpang, fleksibilitas sistem penggerak, kenyamanan, dan fitur pendukungnya dapat menjawab kebutuhan perjalanan keluarga.

Mengutamakan Performa dan Kenyamanan Premium, Ada TIGGO 9 CSH
Sementara itu, konsumen dengan prioritas lebih tinggi pada performa, kenyamanan, ruang kabin, dan pengalaman berkendara premium dapat melihat karakter TIGGO 9 CSH.

Model ini merupakan SUV hybrid dengan sistem PHEV yang menawarkan jarak tempuh murni listrik lebih dari 180 kilometer dan jarak tempuh kombinasi lebih dari 1.400 kilometer. Chery juga mencatat akselerasi 0-100 km/jam dalam 5,4 detik serta torsi sistem hingga 650 Nm.

Chery Tiggo 9 CSH mengusung desain premium dengan teknologi hybrid untuk menunjang kenyamanan berkendara. (Istimewa).
Chery Tiggo 9 CSH mengusung desain premium dengan teknologi hybrid untuk menunjang kenyamanan berkendara. (Istimewa).

Tidak hanya berorientasi pada performa, TIGGO 9 CSH juga membawa konfigurasi tujuh tempat duduk dengan sejumlah fitur yang mendukung kenyamanan perjalanan. Di antaranya pengaturan AC baris kedua, panoramic sunroof, kursi pengemudi elektrik, serta layar konsol tengah 15,6 inci.

Karakter tersebut membuat TIGGO 9 CSH dapat menjadi pertimbangan bagi konsumen yang membutuhkan SUV dengan ruang lebih besar sekaligus menginginkan kombinasi antara performa, elektrifikasi, dan kenyamanan dalam satu kendaraan.

Mau Berpetualang di segala Medan, J6T CSH Bisa Jadi Calon Pilihan
Satu model yang baru diperkenalkan oleh Chery saat GIIAS 2026 adalah J6T CSH. Meski harganya belum diumumkan secara resmi, tapi J6T CSH ini layak dinantikan. Jika model CSH lain berfokus pada mobilitas perkotaan dan perjalanan jarak jauh, J6T CSH bawa pendekatan beda yaitu elektrifikasi ke medan yang lebih beragam dengan kapabilitas all-terrain.

J6T CSH mengusung teknologi REEV, dengan three-motors architecture yang terdiri dari dua motor penggerak dan satu motor-generator menghasilkan tenaga kombinasi 428 PS serta torsi 505 Nm. J6T CSH diklaim mampu menempuh 190 km dalam mode listrik berdasarkan NEDC, dengan daya jelajah kombinasi mencapai 1.000 km.

Fungsionalitasnya dilengkapi Vehicle-to-Load berdaya 6 kW untuk menyalurkan energi ke perlengkapan elektronik ketika beraktivitas di luar ruangan. J6T CSH juga dibekali 15 fitur ADAS, enam airbag, dan layar sentuh 15,6 inci. Kombinasi pengalaman berkendara elektrik, jarak tempuh panjang, dan kapabilitas all-terrain tersebut menempatkan J6T CSH sebagai anggota keluarga CSH yang disiapkan untuk menjelajah lebih jauh dari batas jalan perkotaan.

Jadi, Mana CSH yang Sesuai?
Pada akhirnya, tidak ada satu model hybrid yang secara otomatis cocok untuk seluruh kebutuhan konsumen. Prinsip tersebut juga menjadi dasar dalam melihat lini Chery CSH.

Konsumen dengan mobilitas harian di perkotaan dapat lebih dulu melihat kebutuhan terhadap efisiensi, kepraktisan, dan karakter kendaraan seperti TIGGO CROSS CSH. Bagi keluarga yang membutuhkan tujuh tempat duduk serta fleksibilitas penggunaan listrik dan mesin bensin, TIGGO 8 CSH menawarkan karakter yang berbeda. Sementara konsumen yang mengutamakan performa, ruang, dan kenyamanan premium dapat mempertimbangkan karakter TIGGO 9 CSH. Sementara untuk mereka yang ingin berpetualang dengan kapabilitas all-terrain, J6T CSH bisa dinantikan. 

Karena itu, meningkatnya tren hybrid sebaiknya tidak membuat konsumen sekadar mengikuti pilihan pasar. Justru semakin banyak pilihan teknologi elektrifikasi membuat proses menentukan kendaraan perlu dilakukan dengan lebih rasional.

Mulai dari seberapa sering mobil digunakan, seperti apa rute hariannya, berapa banyak penumpang yang biasa dibawa, hingga fitur, kenyamanan, efisiensi, dan anggaran kepemilikan yang menjadi prioritas.

Dengan pendekatan tersebut, teknologi hybrid bukan sekadar mengikuti tren, melainkan menjadi bagian dari solusi mobilitas yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengguna. Dan melalui lini Chery Super Hybrid, konsumen memiliki beberapa karakter kendaraan yang dapat dipertimbangkan sesuai pola penggunaan dan prioritas kepemilikannya.

 

EDITOR: Mohamad Nur Asikin