← Beranda
Pabrik Cat Automotive Refinish Baru Dibangun di Cikande, Kapasitas 20.000 Ton per Tahun
Dony Lesmana Eko Putra• Selasa, 29 September 2026 | 01.04 WIB
Jajaran menejemen PT Bintang Chemical Indonesia melakukan seremonial peletakan batu pertama untuk pabrik yang akan dibangun. (Dony/JawaPos.com)

 JawaPos.com -  PT Bintang Chemical Indonesia mulai membangun fasilitas produksi baru di Cikande, Kabupaten Serang, Banten.

Fasilitas ini diproyeksikan memperkuat kapasitas industri cat nasional, termasuk memenuhi kebutuhan automotive refinish atau cat untuk perbaikan bodi kendaraan.

Pembangunan ditandai dengan seremoni ground breaking pada Senin (28/9/2026). Fasilitas baru tersebut dibangun di atas lahan seluas 10.800 meter persegi, dengan potensi penambahan lahan sekitar 4.000 meter persegi.

Berlokasi di Jl. Raya Serang KM 65, Desa Leuwilimus, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, mempunyai total luas bangunan direncanakan mencapai sekitar 5.324 meter persegi.

Yaitu mencakup kantor pusat, Research and Innovation Center, fasilitas produksi, serta berbagai infrastruktur dan peralatan pendukung. Ditargetkan rampung pada Juli 2027 dan mulai beroperasi secara komersial pada Agustus 2027.

Kapasitas Produksi 20.000 Ton per Tahun

Saat beroperasi penuh, fasilitas Cikande ditargetkan memiliki kapasitas produksi hingga 20.000 metrik ton per tahun. Produk yang dihasilkan mencakup cat automotive refinish, cat kayu, cat dekoratif berbasis solvent, dan specialty coating.

Segmen automotive refinish menjadi salah satu fokus utama. Meningkatnya populasi kendaraan di Indonesia dinilai ikut membuka peluang pasar perbaikan bodi kendaraan, khususnya setelah terjadi kecelakaan maupun untuk kebutuhan perawatan dan aftermarket.

Managing Director PT Bintang Chemical Indonesia, Tio Kay Hok, mengatakan pembangunan fasilitas tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menjawab permintaan pasar yang belum sepenuhnya dapat dipenuhi.

“Pembangunan fasilitas baru ini merupakan bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang PT Bintang Chemical Indonesia untuk memperluas kapasitas produksi dan memperkuat posisi kami di industri cat nasional,” ujar Tio.

Setelah beroperasi, perusahaan akan memprioritaskan pasar domestik, terutama industri cat dan automotive refinish.

Di sisi lain, PT Bintang Chemical Indonesia juga mulai menjajaki peluang ekspor ke pasar internasional, termasuk Afrika.

Sales & Marketing Director PT Bintang Chemical Indonesia, Andrew Budi Kurniawan, mengatakan fokus utama perusahaan saat ini adalah memastikan fasilitas baru dapat beroperasi optimal dan mendukung kebutuhan pasar.

Target TKDN hingga 80 Persen

Fasilitas baru di Cikande juga diarahkan untuk meningkatkan penggunaan bahan baku dan sumber daya dalam negeri. Pada tahap awal operasional, perusahaan menargetkan TKDN sebesar 50-60 persen.

Angka tersebut diharapkan meningkat secara bertahap hingga 80 persen, seiring berkembangnya rantai pasok lokal di Banten dan sekitarnya.
Ketika beroperasi penuh, fasilitas tersebut diproyeksikan membutuhkan sekitar 400 tenaga kerja tetap.

Kerja sama dengan pemerintah daerah serta lembaga pelatihan vokasi juga disiapkan untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja lokal.

Operasional fasilitas akan mengacu pada standar UKL-UPL serta dilengkapi pengelolaan limbah melalui IPAL, pengelolaan limbah B3 dan domestik, serta pemantauan kualitas air dan udara secara berkala.

Sistem keselamatan juga mencakup pengelompokan dan pelabelan bahan kimia, prosedur penanganan, penggunaan alat pelindung diri, serta fasilitas keselamatan seperti sprinkler, hidran, dan sistem pemadam kebakaran yang disesuaikan dengan karakteristik bahan yang digunakan.

Pemilihan Cikande sebagai lokasi fasilitas mempertimbangkan akses terhadap infrastruktur kawasan industri, listrik dan air, jalur tol, distribusi, serta kedekatan dengan rantai pasok bahan baku.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra