← Beranda
Pasar Otomotif Terus Tumbuh, Kebutuhan Suku Cadang dan Bengkel Ikut Berubah
Rian Alfianto• Senin, 28 September 2026 | 04.56 WIB
Komponen aftermarket otomotif di Automechanika Jakarta 2026. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

 

 

JawaPos.com - Kebutuhan perawatan kendaraan di Indonesia berubah seiring pertumbuhan jumlah kendaraan. Teknologi otomotif juga terus berkembang seiring waktu.

Kondisi ini membuat suku cadang dan kemampuan bengkel jadi semakin penting. Akses solusi perbaikan kini makin diperlukan, terutama untuk kendaraan roda dua yang banyak dipakai sehari-hari.

Perubahan tersebut menjadi perhatian utama dalam ajang Automechanika Jakarta 2026. PT Schaeffler Solutions Indonesia pertama kali ikut pameran sekaligus perkenalkan aftermarket khusus roda dua untuk pasar lokal.

Langkah ini memperluas pilihan solusi perawatan bagi distributor dan bengkel. Portofolio didasarkan pada teknologi Original Equipment (OE) dan dukung kebutuhan roda dua untuk mobilitas harian dan aktivitas ekonomi.

Indonesia adalah pasar sepeda motor terbesar di dunia. Banyaknya kendaraan roda dua membuat kebutuhan suku cadang dan layanan perawatan semakin vital bagi pemilik dan jaringan bengkel.

"Indonesia merupakan salah satu pasar kendaraan roda dua terbesar dan paling dinamis di dunia, menjadikannya fokus utama dalam strategi pertumbuhan aftermarket Schaeffler di Asia Tenggara. Partisipasi perdana kami di Automechanika Jakarta serta peluncuran portofolio roda dua menunjukkan bagaimana kami terus memperluas dukungan bagi ekosistem mobilitas Indonesia," ujar Craig Edwards, President Director PT Schaeffler Solutions Indonesia.

Edwards mengatakan, ekspansi portofolio ini juga mendekatkan keahlian dan produk aftermarket ke distributor serta bengkel.

"Dengan menghadirkan keahlian OE yang telah teruji serta merek aftermarket terpercaya lebih dekat kepada pelanggan, kami ingin membantu distributor dan bengkel menyediakan solusi yang andal untuk mendukung mobilitas masyarakat Indonesia setiap hari," katanya.
Bukan Cuma Soal Suku Cadang

Bagi pemilik kendaraan, teknologi otomotif berkembang membuat kebutuhan perawatan makin luas. Bengkel juga harus punya pengetahuan teknis sesuai perubahan teknologi kendaraan.

Kebutuhan ini bagian dari pendekatan Vehicle Lifetime Solutions yang dikembangkan Schaeffler. Divisi ini gabungkan solusi perbaikan, dukungan teknis, dan pelatihan agar pelaku aftermarket terus update.

Chatchawan Somjeen, Vice President Vehicle Lifetime Solutions Japan & Southeast Asia, menyebut Indonesia punya potensi pertumbuhan kuat karena aftermarket yang dinamis.

"Indonesia merupakan pasar yang sangat penting di kawasan Asia Tenggara, dengan potensi pertumbuhan yang kuat serta industri aftermarket yang sangat dinamis. Lebih dari sekadar produk, kami berfokus membantu para mitra meningkatkan kapabilitas mereka melalui keahlian teknis, pelatihan, dan kolaborasi jangka panjang," kata Chatchawan.

Menurut dia, kehadiran di Automechanika Jakarta jadi upaya membangun ekosistem aftermarket yang tak hanya jual komponen. Peningkatan kemampuan mitra sangat penting di lapangan.

"Kehadiran kami di Automechanika Jakarta mencerminkan komitmen Schaeffler untuk tumbuh bersama pelanggan sekaligus berkontribusi terhadap pengembangan ekosistem aftermarket Indonesia yang berlanjut," lanjutnya. 

Dalam Automechanika Jakarta 2026, Schaeffler memamerkan portofolio aftermarket untuk kendaraan penumpang mesin pembakaran internal (ICE). Kendaraan komersial, traktor, hingga roda dua juga termasuk.

Perubahan ini penting untuk bengkel karena jenis kendaraan di jalan semakin beragam. Kendaraan mesin pembakaran internal masih dominan dan butuh perawatan rutin.

Namun, perkembangan teknologi menuntut bengkel dan distributor sesuaikan pengetahuan dan komponen yang tersedia. 

Untuk kendaraan roda dua, perluasan portofolio aftermarket tunjukkan perhatian besar pada segmen vital ini. Ini penting bagi mobilitas masyarakat.

Bagi pemilik motor, perkembangan ini berkaitan dengan kebutuhan sederhana. Kendaraan harus bisa digunakan dan dirawat saat komponen perlu diganti.

Karena itu, persaingan pasar aftermarket tidak hanya soal produk suku cadang. Akses komponen, kemampuan teknisi, dukungan teknis, serta kesiapan bengkel hadapi teknologi baru makin penting jaga kendaraan berfungsi sepanjang umur. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan