← Beranda
DFSK Kejar Target TKDN 70 Persen Mulai Tahun 2027
Dony Lesmana Eko Putra• Kamis, 24 September 2026 | 19.24 WIB
DFSK targetkan TKDN 70 persen untuk produk E5Plus. (Dony/JawaPos.com)

JawaPos.com - DFSK mulai menyiapkan strategi untuk meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada produk kendaraan listriknya di Indonesia. Salah satu komponen yang menjadi prioritas adalah baterai, yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap pencapaian TKDN.

Cing Hok Rifin selaku Director of Sales Center at PT Sokonindo Automobile (DFSK Indonesia) menegaskan bahwa target tersebut diharapkan mulai masuk tahap proses pada tahun depan.

DFSK bahkan membidik penggunaan baterai lokal sebagai bagian dari upaya mengejar TKDN hingga 70 persen khususnya untuk produk barunya yaitu E5Plus.

“Targetnya ke situ, baterai menjadi komponen penting karena memiliki persentase yang cukup besar dalam perhitungan TKDN kendaraan listrik. Namun, mencapai angka 70 persen bukan perkara mudah.” ujar Cing Hok Rifin di Bali,  Kamis (24/9/2026).

Menurutnya,  masih terdapat sejumlah komponen kendaraan yang belum mudah diperoleh dari dalam negeri.

“Banyak spare part dan lainnya yang susah untuk dicari di Indonesia,” ujarnya.

Sementara sejumlah komponen seperti ban, oli dan beberapa kebutuhan pendukung lainnya dinilai relatif lebih mudah dipenuhi dari pemasok lokal.

Kapasitas Produksi DFSK

Di sisi produksi, DFSK memastikan rencana peningkatan TKDN tidak akan mengganggu aktivitas produksi kendaraan lainnya.

Perusahaan menyebut telah menyiapkan fasilitas produksi sebelum memasarkan produknya di Indonesia. Kapasitas produksi yang tersedia saat ini disebut mencapai sekitar 30.000 unit per tahun.

"Saat ini kapasitas pabrik yang kita gunakan 30.000 unit pertahun, itu bisa kita maksimalkan menjadi 50.000 per tahun," kata Cing Hok Rifin.

Kondisi tersebut juga menjadi gambaran bahwa utilisasi pabrik otomotif di Indonesia masih menghadapi tantangan. DFSK menilai banyak pabrik kendaraan yang tingkat pemanfaatan kapasitas produksinya belum maksimal.

Perluas Dealer di Jabodetabek

Selain meningkatkan kandungan lokal, DFSK juga tengah memperkuat jaringan penjualan dan layanan purnajual, terutama di wilayah Jabodetabek.

Selama ini, kendaraan komersial DFSK disebut cukup kuat di wilayah Indonesia Timur. Namun, jaringan dealer di Jabodetabek masih menjadi pekerjaan rumah.

Karena itu, DFSK tengah agresif mencari mitra dealer 3S untuk memperkuat penetrasi pasar di kawasan tersebut.

Saat ini DFSK memiliki sekitar 49 dealer secara nasional. Jumlah tersebut ditargetkan bertambah menjadi sekitar 55 dealer hingga akhir tahun 2026.

Strategi jaringan dealer juga dibuat lebih terkontrol. Di sejumlah daerah, DFSK menerapkan pola satu kota satu pemilik dealer untuk menghindari persaingan harga yang terlalu ketat antar dealer. 

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra