JawaPos.com - Pintu mobil yang mulai berbunyi ketika dibuka atau ditutup sering kali dianggap sebagai masalah kecil.
Padahal, ada beberapa cara untuk memperbaiki komponen di dalamnya sebelum pintu mulai berbunyi.
Suara berdecit, bunyi berderit, atau pintu yang terasa kurang nyaman saat digerakkan bisa menjadi tanda bahwa bagian engsel maupun komponen pendukungnya membutuhkan perawatan.
Selain engsel, ada karet stopper yang berfungsi membantu menjaga posisi pintu sekaligus meredam benturan ketika pintu ditutup.
Baca Juga: 7 Risiko Sering Bawa Mobil dengan Bensin Menipis, Bisa Bikin Kantong Jebol
Kondisi kedua komponen tersebut turut berpengaruh terhadap kenyamanan saat membuka dan menutup pintu mobil.
Perawatan kedua komponen ini sebenarnya tidak sulit dan bisa dilakukan secara berkala di rumah.
Dengan menjaga engsel tetap terlumasi serta memastikan karet stopper tidak kotor atau rusak, kamu bisa membantu mempertahankan kerja pintu sekaligus mengurangi potensi munculnya suara dari area kabin.
Berikut cara mudah merawat engsel dan karet stopper mobil di rumah.
1. Bersihkan bagian engsel sebelum diberi pelumas
Jangan langsung menyemprotkan pelumas pada engsel pintu mobil yang terlihat kotor.
Baca Juga: Jangan Dibiarkan Menumpuk, Begini Cara Bersihkan Debu dan Tanah di Sela Karet Rel Kaca Mobil
Bersihkan terlebih dahulu debu, pasir, atau kotoran yang menempel menggunakan kain atau sikat kecil.
Setelah permukaannya lebih bersih, barulah aplikasikan pelumas yang sesuai agar kotoran tidak semakin menumpuk dan mengganggu pergerakan engsel.
2. Gunakan pelumas yang memang diperuntukkan untuk engsel
Pelumas membantu mengurangi gesekan pada bagian engsel ketika pintu mobil digerakkan.
Gunakan produk yang sesuai untuk komponen tersebut dan aplikasikan secukupnya pada titik pergerakan engsel.
Hindari penggunaan secara berlebihan karena sisa pelumas justru dapat menjadi tempat menempelnya debu dan kotoran.
Baca Juga: Punya Fast Charging PLN Mobile, Dealer 4S Omoda & Jaecoo Resmi Dibuka di Pondok Gede
3. Periksa karet stopper secara berkala
Karet stopper yang berada di sekitar pintu juga perlu diperhatikan. Pastikan permukaannya tidak retak, robek, mengeras, atau berubah bentuk.
Kerusakan pada karet dapat membuat pintu tidak lagi mendapatkan peredaman yang optimal ketika ditutup sehingga suara benturan bisa terdengar lebih keras.
4. Bersihkan karet dari debu dan kotoran
Karet yang kotor dapat membuat permukaannya cepat terlihat kusam dan dalam jangka panjang berpotensi mengalami penurunan kondisi.
Lap bagian karet menggunakan kain bersih untuk menghilangkan debu dan kotoran yang menempel.
Lakukan secara rutin, terutama jika mobil sering digunakan di jalan berdebu atau setelah terkena hujan.
Baca Juga: Akselerasi Mobil Terasa Aneh? Kenali 7 Tanda TPS Rusak atau Kotor
5. Gunakan perawatan khusus untuk menjaga elastisitas karet
Jika diperlukan, kamu bisa menggunakan produk perawatan karet yang memang dirancang untuk komponen otomotif.
Perawatan tersebut dapat membantu menjaga kondisi permukaan karet agar tidak cepat kering dan mengeras.
Pastikan produk yang digunakan aman untuk material karet dan aplikasikan sesuai petunjuk penggunaannya.
6. Jangan membiarkan pintu terbuka terlalu lama dengan beban berlebih
Kebiasaan menjadikan pintu sebagai tempat bertumpu atau memberikan beban tambahan pada pintu dapat memberikan tekanan pada engsel.
Jika dilakukan berulang kali, posisi pintu bisa berubah dan pergerakannya menjadi kurang optimal.
Baca Juga: Bengkel Cat Mobil di Surabaya Kebakaran, Diduga Imbas Bakar Sampah
Sebaiknya gunakan pintu sebagaimana fungsinya dan hindari memberikan tekanan yang tidak diperlukan.
7. Segera periksa jika pintu mulai sulit ditutup atau posisinya berubah
Perubahan kecil pada cara pintu mobil menutup sebaiknya tidak diabaikan dan segera diperiksa.
Jika pintu terasa lebih berat, harus dibanting agar rapat, muncul bunyi berulang dari engsel, atau celah pintu terlihat tidak rata, ada kemungkinan komponen membutuhkan penyetelan atau pemeriksaan lebih lanjut.
Menanganinya lebih awal dapat mencegah kerusakan berkembang menjadi lebih serius.
Baca Juga: 8 Cara Mudah Mendeteksi dan Merawat Engine Mount Mobil Anda