← Beranda
7 Risiko Sering Bawa Mobil dengan Bensin Menipis, Bisa Bikin Kantong Jebol
Nanda Prayoga• Selasa, 22 September 2026 | 17.34 WIB
Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) Bersubsidi di salah satu SPBU di Depok, Jawa Barat, Rabu (12/8/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Jangan anggap sepele kebiasaan mengemudi dengan kondisi bensin yang terus-menerus berada di level hampir kosong.

Kebiasaan tersebut dapat memberikan sejumlah dampak buruk terhadap komponen kendaraan.

Selain meningkatkan risiko mobil kehabisan bensin di tengah perjalanan, terlalu sering membiarkan tangki berada dalam kondisi minim bahan bakar juga dapat memengaruhi sistem bahan bakar. 

Mobil memang masih bisa berjalan ketika indikator bahan bakar sudah mendekati huruf E, namun bila diteruskan, bisa menimbullkan masalah yang berujung pada biaya perbaikan yang tidak sedikit.

Baca Juga: Punya Fast Charging PLN Mobile, Dealer 4S Omoda & Jaecoo Resmi Dibuka di Pondok Gede

Berikut dampak dari sering mengendarai mobil dengan bensin yang tinggal sedikit.

1. Pompa bensin bekerja lebih berat

Pada sebagian mobil, bahan bakar di dalam tangki turut membantu menjaga temperatur pompa bensin.

Ketika jumlah bensin terlalu sedikit, kemampuan bahan bakar untuk membantu mendinginkan pompa menjadi lebih terbatas.

Jika kondisi tersebut sering terjadi, pompa bensin berpotensi bekerja lebih panas dan dalam jangka panjang dapat mempercepat keausan komponen.

2. Endapan di dasar tangki berpotensi ikut tersedot

Tangki bahan bakar dapat memiliki sejumlah kecil kotoran atau endapan yang terkumpul seiring pemakaian kendaraan.

Baca Juga: Akselerasi Mobil Terasa Aneh? Kenali 7 Tanda TPS Rusak atau Kotor

Ketika bensin tinggal sangat sedikit, posisi bahan bakar berada dekat dengan bagian dasar tangki sehingga kotoran yang mengendap berpotensi ikut terbawa menuju sistem bahan bakar.

Filter memang berfungsi menyaring kotoran, tetapi jika kontaminasi terlalu banyak, filter juga bisa lebih cepat kotor atau tersumbat.

3. Aliran bahan bakar terganggu saat mobil melaju

Ketika isi tangki sangat minim, bahan bakar lebih mudah bergerak atau berpindah posisi ketika mobil melakukan pengereman, menikung, atau melewati jalan menanjak.

Dalam kondisi ekstrem, suplai bahan bakar menuju pompa bisa terganggu sesaat. Akibatnya, mesin dapat mengalami gejala seperti brebet atau kehilangan tenaga.

4. Risiko pompa bensin mengisap udara meningkat

Kondisi tangki yang hampir kosong membuat cadangan bahan bakar di mobil semakin tipis.

Baca Juga: Bengkel Cat Mobil di Surabaya Kebakaran, Diduga Imbas Bakar Sampah

Jika kendaraan terus dipakai dalam kondisi tersebut, ada kemungkinan pompa tidak mendapatkan suplai bahan bakar yang stabil.

Terutama ketika mobil berada di jalan dengan kemiringan tertentu atau saat bahan bakar berkumpul di sisi tangki yang berlawanan dari posisi pompa.

5. Risiko mogok di jalan menjadi lebih besar

Dampak yang paling jelas adalah mobil kehabisan bahan bakar sebelum menemukan SPBU.

Perkiraan jarak yang ditampilkan indikator atau fitur jarak tempuh tersisa juga bukan jaminan bahwa mobil masih dapat berjalan sesuai angka tersebut.

Kondisi lalu lintas, gaya mengemudi, kemacetan, dan kondisi jalan dapat memengaruhi konsumsi bahan bakar.

Baca Juga: 8 Cara Mudah Mendeteksi dan Merawat Engine Mount Mobil Anda

6. Bisa mempercepat munculnya masalah pada sistem bahan bakar

Jika kebiasaan berkendara dengan tangki hampir kosong dibarengi dengan bahan bakar yang kurang bersih atau filter yang kotor, sistem bahan bakar dapat bekerja dalam kondisi yang kurang ideal.

Gejalanya bisa berupa mesin sulit dinyalakan, performa menurun, hingga respons akselerasi yang tidak sebaik biasanya.

7. Berisiko sering terjebak dalam kondisi darurat

Mengemudi dengan bensin yang hampir habis bukan hanya persoalan komponen mobil.

Ketika kendaraan tiba-tiba kehabisan bahan bakar di jalan tol, area sepi, atau lokasi yang jauh dari SPBU, kamu bisa kesulitan mendapatkan bantuan.

Karena itu, sebaiknya jangan menjadikan indikator bahan bakar mendekati E sebagai kebiasaan sebelum mengisi kembali.

Baca Juga: 7 Penyebab Oli Mobil Berkurang dan Cara Ampuh Mengatasinya

EDITOR: Bayu Putra