JawaPos.com - Motor yang terasa lebih berat saat dikendarai tentu bisa mengganggu kenyamanan, terlebih jika kondisi tersebut muncul secara tiba-tiba.
Tarikan motor yang biasanya responsif bisa terasa lambat, berat saat diajak berakselerasi, atau membutuhkan putaran gas lebih tinggi untuk mencapai kecepatan tertentu.
Kondisi tersebut tidak selalu berarti ada kerusakan besar pada mesin. Sejumlah hal sederhana, seperti tekanan ban yang kurang, rem yang seret, hingga kondisi filter udara, juga dapat membuat motor terasa lebih berat ketika digunakan.
Sebelum langsung membawa motor ke bengkel, kamu bisa melakukan beberapa pemeriksaan sederhana terlebih dahulu.
Selain membantu menemukan kemungkinan penyebabnya, langkah ini juga bisa membuat kamu lebih memahami kondisi motor yang digunakan sehari-hari!
1. Cek Tekanan Angin Ban
Tekanan angin ban yang terlalu rendah menjadi salah satu hal pertama yang perlu kamu periksa ketika motor terasa berat.
Ban yang kekurangan angin memiliki bidang kontak dengan permukaan jalan yang lebih besar sehingga hambatan gulir dapat meningkat.
Akibatnya, motor bisa terasa lebih berat saat mulai berjalan maupun ketika digunakan untuk berakselerasi.
Periksa tekanan ban secara berkala menggunakan alat ukur dan sesuaikan dengan rekomendasi pabrikan motor.
2. Pastikan Rem Tidak Seret
Rem yang seret juga bisa membuat laju motor terasa tertahan. Kondisi ini terjadi ketika komponen rem tidak kembali atau melepas dengan sempurna setelah tuas atau pedal rem digunakan.
Untuk pemeriksaan sederhana, kamu bisa memperhatikan apakah roda terasa tertahan ketika motor didorong dalam kondisi mesin mati.
Jika roda terasa jauh lebih berat dari biasanya atau terdengar suara gesekan yang tidak wajar, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut di bengkel.
3. Periksa Kondisi Rantai atau CVT
Pada motor bebek dan sport, rantai yang terlalu kencang, terlalu kendur, atau kurang pelumasan dapat memengaruhi penyaluran tenaga dari mesin ke roda.
Rantai yang kondisinya kurang baik juga bisa menimbulkan suara dan getaran ketika motor digunakan.
Sementara pada motor matic, bagian CVT perlu mendapat perhatian. Debu dan kotoran yang menumpuk serta komponen CVT yang sudah aus dapat memengaruhi respons akselerasi.
Jika motor matic terasa berat terutama ketika mulai berjalan, pemeriksaan CVT bisa menjadi salah satu langkah yang perlu dipertimbangkan.
4. Periksa Filter Udara
Filter udara memiliki peran penting dalam memasok udara yang dibutuhkan mesin untuk proses pembakaran. Jika filter terlalu kotor, aliran udara menuju mesin dapat terganggu.
Kondisi tersebut dapat membuat performa mesin menurun dan respons gas terasa berbeda. Karena itu, periksa kondisi filter udara sesuai jadwal perawatan motor.
Jika sudah terlalu kotor atau memang sudah waktunya diganti, lakukan penggantian sesuai rekomendasi pabrikan.
5. Cek Kondisi Oli Mesin
Oli mesin yang sudah terlalu lama digunakan atau volumenya tidak sesuai juga perlu diperhatikan. Oli berfungsi melumasi komponen-komponen di dalam mesin sehingga kondisi dan jumlahnya perlu dijaga.
Jika jadwal penggantian oli sudah terlewat, jangan menundanya terlalu lama. Periksa juga volume oli menggunakan prosedur yang sesuai dengan motor kamu.
Pastikan oli yang digunakan memiliki spesifikasi yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan.
6. Jangan Abaikan Kondisi Busi
Busi menjadi salah satu komponen yang berperan dalam proses pembakaran mesin. Ketika kondisinya sudah kurang baik, proses pembakaran dapat terganggu dan performa mesin bisa ikut menurun.
Gejalanya dapat berupa tarikan yang kurang responsif, mesin terasa tidak halus, atau motor menjadi lebih sulit dinyalakan.
Jika busi sudah melewati masa pakainya atau ditemukan masalah saat pemeriksaan, penggantian bisa dilakukan sesuai spesifikasi motor.
7. Perhatikan Beban yang Dibawa
Motor yang membawa beban berlebihan tentu membutuhkan tenaga lebih besar untuk bergerak. Karena itu, jika motor tiba-tiba terasa berat setelah digunakan membawa banyak barang atau berboncengan, perhatikan kembali total beban yang dibawa.
Selain memengaruhi tarikan, beban berlebihan juga dapat memengaruhi pengendalian dan pengereman.
Pastikan barang bawaan tidak melebihi kemampuan motor dan selalu ditempatkan dengan aman agar tidak mengganggu keseimbangan saat berkendara.