← Beranda
Ban Motor Sering Kempis? Ini 7 Hal yang Perlu Diperiksa sebelum ke Bengkel
Nanda PrayogaKamis, 17 September 2026 | 23.01 WIB
Ilustrasi memeriksa tekanan angin ban agar motor stabil di jalan. (Dok/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Ban motor yang sering kehilangan tekanan angin tentu membuat berkendara menjadi tidak nyaman. Kondisi ini jangan dianggap sepele, terutama jika ban kempis meski baru diisi angin.

Ada beberapa penyebab yang bisa membuat ban motor cepat kempis, mulai dari kebocoran kecil hingga kondisi pentil dan pelek. Sebelum mengganti ban atau ke bengkel, Anda bisa periksa beberapa bagian ini untuk mengetahui sumber masalah!

1. Periksa Permukaan Ban

Hal pertama yang perlu kamu periksa adalah seluruh permukaan ban, terutama yang bersentuhan langsung dengan jalan. Perhatikan apakah ada paku, baut, pecahan kaca, atau benda tajam lain yang masih menancap di ban.

Kebocoran akibat benda kecil terkadang tidak langsung membuat ban kehilangan seluruh tekanan angin. Namun, jika dibiarkan, tekanan ban bisa berkurang perlahan dan Anda harus sering mengisi angin.

 

2. Cek Apakah Ada Kebocoran Halus

Tidak semua kebocoran pada ban terlihat dengan mata. Lubang kecil bisa menyebabkan angin keluar perlahan sehingga ban terlihat normal setelah diisi angin, tapi kembali kempis beberapa saat kemudian.

Kamu bisa lakukan pemeriksaan sederhana dengan memberikan air sabun pada area dicurigai. Jika muncul gelembung terus-menerus, ada kemungkinan kebocoran di bagian tersebut.

 

3. Periksa Kondisi Pentil Ban

Pentil juga perlu diperhatikan jika ban motor sering kempis. Komponen kecil ini menjaga udara tetap di dalam ban, jadi kerusakan atau bocor pada pentil bisa membuat tekanan angin turun.

Coba cek apakah pentil terlihat rusak, longgar, atau sudah kurang baik. Jika sumber masalah dari pentil, penggantian biasanya lebih mudah dibanding ganti ban keseluruhan.

4. Perhatikan Kondisi Pelek

Pelek yang rusak juga bisa menyebabkan ban kehilangan tekanan angin. Benturan keras dengan lubang atau benda di jalan bisa buat pelek berubah bentuk, terutama jika sering dipakai di jalan buruk.

Pelek yang tidak sempurna membuat area antara ban dan pelek tidak menutup baik. Akibatnya, udara keluar perlahan meski tidak ada lubang di permukaan ban.

 

5. Cek Bagian Bibir Ban

Selain permukaan ban, periksa juga bagian bibir ban yang menempel pada pelek. Area itu harus terpasang rapat agar udara tidak bocor.

Jika ada masalah pemasangan atau bibir ban sudah tidak baik, udara bisa keluar perlahan. Kondisi ini kadang sulit diketahui tanpa pemeriksaan lebih teliti, terutama jika kebocorannya kecil.

 

6. Perhatikan Usia dan Kondisi Ban

Ban yang sudah lama dipakai juga perlu diperiksa menyeluruh. Seiring waktu, karet ban bisa berubah, termasuk muncul retakan atau kerusakan di beberapa bagian.

Jangan hanya lihat alur ban masih tebal atau tidak. Perhatikan kondisi seluruh ban, termasuk retakan, benjolan, atau tanda rusak lain yang bisa pengaruhi keamanan dan daya tahan tekan angin.

Baca Juga: Pengemudi Wajib Tahu! Ini 3 Bahaya Fatal Jika Tekanan Angin Ban Mobil Kamu Terlalu Keras

7. Periksa Tekanan Angin secara Berkala

Tekanan angin yang tidak sesuai juga bisa buat ban cepat kempis. Karena itu, biasakan cek tekanan ban secara berkala dengan alat ukur yang tepat, bukan hanya dengan tangan.

Gunakan tekanan sesuai rekomendasi motor dan cara pakai kamu. Tekanan tepat bantu jaga kenyamanan, pengendalian motor, dan kondisi ban tetap optimal. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan