← Beranda
Teknologi REEV Chery J6T CSH: Motor Listrik Tetap Jadi Penggerak Utama
Dony Lesmana Eko PutraSabtu, 5 September 2026 | 00.27 WIB
Chery J6T Chery Super Hybrid (CSH) belum dipasarkan meski telah menjalani debut publik di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. (Dony/JawPos.com)

JawaPos.com - Istilah kendaraan elektrifikasi kini semakin beragam. Konsumen tidak hanya dihadapkan pada HEV, PHEV, dan BEV, tetapi juga mulai mengenal teknologi REEV (Range-Extended Electric Vehicle).

Salah satu model yang membawa teknologi tersebut di Indonesia adalah Chery J6T CSH. Mobil ini diperkenalkan Chery pada GIIAS 2026 sebagai SUV dengan sistem REEV yang menawarkan pengalaman berkendara seperti mobil listrik, tetapi memiliki fleksibilitas lebih untuk perjalanan jauh.

Lantas, apa sebenarnya perbedaan REEV dengan hybrid biasa dan bagaimana cara kerjanya?

Kenali Dulu Perbedaan HEV, PHEV, BEV, dan REEV

Secara sederhana, BEV (Battery Electric Vehicle) merupakan mobil listrik murni yang seluruh energinya berasal dari baterai. Tidak ada mesin bensin sebagai sumber tenaga.

Sementara HEV (Hybrid Electric Vehicle) menggabungkan mesin pembakaran internal dengan motor listrik. Sistem kendaraan dapat mengatur penggunaan keduanya sesuai kondisi berkendara.

Adapun PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) memiliki baterai yang lebih besar dan dapat diisi melalui sumber listrik eksternal. Mobil bisa digunakan dalam mode listrik untuk jarak tertentu sebelum sistem hybrid mengambil alih.

Nah, REEV memiliki pendekatan yang berbeda, motor listrik menjadi penggerak utama roda.

Mesin bensin tidak digunakan untuk menggerakkan roda secara langsung, melainkan berfungsi sebagai generator untuk menghasilkan listrik ketika energi baterai mulai berkurang.

Inilah yang membuat REEV terasa berbeda dibandingkan hybrid konvensional.

Bagaimana Cara Kerja REEV pada Chery J6T CSH?

Cara kerja sistem REEV sebenarnya cukup mudah dipahami. Saat baterai masih memiliki energi yang cukup, Chery J6T CSH bergerak menggunakan motor listrik. Energi dari baterai dialirkan ke motor untuk memutar roda.

Ketika daya baterai mulai turun, mesin bensin akan bekerja sebagai range extender. Mesin tersebut menghasilkan energi listrik melalui generator untuk membantu menyuplai kebutuhan sistem penggerak.

Yang penting, mesin bensin tidak menjadi penggerak langsung roda. Roda tetap mendapatkan tenaga dari motor listrik. Dengan konsep tersebut, karakter berkendaranya tetap terasa mobil listrik murni.

Teknologi REEV motor listrik tetap menjadi penggerak roda, pengemudi bisa mendapatkan respons tenaga yang cepat sejak pedal akselerator diinjak. Karakter tenaga motor listrik juga membuat perpindahan tenaga terasa lebih halus.

Pada kondisi tertentu, sensasi berkendara juga tetap senyap dan minim getaran, seperti yang biasa dirasakan pada mobil listrik.

Jadi, keberadaan mesin bensin tidak serta-merta membuat J6T CSH terasa seperti mobil hybrid konvensional.

Salah satu alasan REEV menarik perhatian adalah kemampuan memperpanjang jarak perjalanan. Chery menyebut J6T CSH memiliki daya jelajah gabungan lebih dari 1.000 km.

Model ini juga tercatat memiliki jarak tempuh listrik murni hingga 190 km berdasarkan NEDC di situs resmi Chery Indonesia.

Artinya, untuk kebutuhan harian, pengguna dapat mengandalkan tenaga listrik. Sementara ketika melakukan perjalanan lebih jauh, keberadaan mesin sebagai generator memberikan cadangan energi tambahan. 

Konsep ini sekaligus menjawab salah satu kekhawatiran calon pengguna mobil listrik, yakni range anxiety atau kecemasan kehabisan daya sebelum menemukan fasilitas pengisian baterai.

Bukan Berarti Tidak Perlu Charging

Meski menawarkan fleksibilitas lebih besar, bukan berarti pengguna tidak perlu mengisi baterai. Pengisian dari sumber listrik eksternal tetap dapat digunakan untuk memaksimalkan penggunaan energi listrik.

Perbedaannya, ketika perjalanan jauh membuat kapasitas baterai berkurang dan akses charging publik tidak mudah ditemukan, mesin generator dapat membantu menyediakan energi tambahan.

Dengan begitu, pengguna tidak sepenuhnya bergantung pada ketersediaan SPKLU sepanjang perjalanan.

REEV Jadi Jalan Tengah Menuju Mobilitas Listrik

Teknologi REEV pada Chery J6T CSH pada akhirnya menawarkan pendekatan yang cukup menarik bagi konsumen Indonesia.

Di satu sisi, pengguna mendapatkan karakter utama mobil listrik: respons tenaga instan, pengendaraan halus, dan suasana kabin yang lebih senyap.

Di sisi lain, keberadaan mesin sebagai generator memberikan fleksibilitas ketika kendaraan digunakan untuk perjalanan jauh atau ketika akses charging publik masih terbatas.

Chery J6T CSH bahkan membawa sejumlah fitur pendukung untuk perjalanan dan aktivitas luar ruang, seperti V2L 6 kW, ground clearance 220 mm, serta kemampuan melintasi genangan hingga 650 mm.

Pada akhirnya, REEV bukan sekadar hybrid biasa. Teknologi ini mencoba mengambil keunggulan mobil listrik sekaligus mengurangi kekhawatiran konsumen terhadap jarak tempuh dan infrastruktur pengisian.

Bagi konsumen yang ingin merasakan pengalaman berkendara seperti EV tetapi belum sepenuhnya siap bergantung pada charging publik, REEV bisa menjadi salah satu jalan tengah yang menarik.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra