← Beranda
Busi Mobil Bermasalah? Begini 10 Langkah Menggantinya Sendiri di Rumah
Nanda PrayogaJumat, 28 Agustus 2026 | 23.54 WIB
Ilustrasi: Penggantian busi mobil. (Suzuki)

JawaPos.com - Busi mobil yang bermasalah bisa membuat performa mesin mobil ikut terganggu, mulai dari sulit dinyalakan, langsam tidak stabil, hingga konsumsi bahan bakar yang terasa lebih boros.

Namun, tak perlu buru-buru ke bengkel atau memanggil teknisi bila Anda sudah tahu kalau busi mobil sedang bermasalah dan waktunya diganti.

Busi sendiri merupakan salah satu komponen penting pada mobil berbahan bakar bensin.

Itu karena busi bertugas menghasilkan percikan api untuk memicu pembakaran di ruang mesin. Seiring pemakaian, kondisi busi bisa menurun  

Baca Juga: Industri Baterai Lokal Tertinggal Padahal Mobil Listrik Melaju Pesat

Mengganti busi mobil yang kondisinya menurun sebenarnya tidak selalu harus dilakukan di bengkel.

Dengan peralatan yang tepat dan memahami langkahnya, kamu bisa melakukan penggantian busi sendiri di rumah.

Namun, pekerjaan ini tetap perlu dilakukan dengan hati-hati karena pemasangan yang kurang tepat dapat merusak ulir atau membuat busi tidak bekerja secara optimal.

Berikut urutan langkah mengganti busi mobil secara mandiri di rumah:

1. Siapkan Peralatan yang Dibutuhkan

Sebelum mulai, pastikan kamu sudah menyiapkan busi baru yang sesuai dengan spesifikasi mobil.

Baca Juga: Sunroof Mobil Kamu Bocor? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya Sebelum Makin Parah

Jangan asal membeli busi hanya berdasarkan bentuk atau ukuran, karena setiap mesin dapat menggunakan tipe, heat range, dan celah elektroda yang berbeda.

Selain busi, kamu biasanya membutuhkan kunci busi atau spark plug socket, kunci ratchet, extension bar, dan kunci momen jika tersedia.

Pada beberapa mobil, kamu juga perlu menyiapkan obeng atau kunci tambahan untuk membuka cover mesin maupun komponen yang menghalangi akses menuju busi.

2. Pastikan Mesin dalam Kondisi Dingin

Sebelum membuka busi, matikan mesin dan tunggu hingga suhu mesin benar-benar turun.

Jangan langsung mengganti busi setelah mobil digunakan karena bagian di sekitar ruang bakar bisa memiliki temperatur sangat tinggi.

Baca Juga: Mau Punya Mobil Baru tapi Budget di Bawah Rp200 Juta? Ini 5 LCGC yang Bisa Kamu Pilih

Bekerja dalam kondisi mesin dingin juga membuat proses pelepasan busi lebih aman.

Selain itu, risiko kerusakan pada ulir kepala silinder dapat dikurangi dibandingkan ketika komponen masih dalam kondisi panas.

3. Buka Cover atau Komponen yang Menghalangi

Pada beberapa mobil, busi bisa langsung terlihat setelah kap mesin dibuka. Namun, ada juga kendaraan yang memiliki cover mesin atau komponen lain di atas area busi.

Lepaskan komponen tersebut secara perlahan dan simpan baut atau klipnya di tempat yang aman. Jangan menarik kabel atau konektor secara paksa karena bagian tersebut bisa mengalami kerusakan.

4. Lepaskan Ignition Coil atau Kabel Busi

Mobil modern umumnya menggunakan ignition coil yang terpasang langsung di atas masing-masing busi. Sebelum melepas coil, cabut konektor kelistrikannya dengan hati-hati.

Baca Juga: Rekomendasi Mobil Listrik Murah di Bawah Rp 200 Jutaan, dari Wuling Aira ev sampai BYD Atto 1

Jika mobil masih menggunakan kabel busi, lepaskan kabel dengan menarik bagian kepala atau boot-nya, bukan kabelnya.

Menarik kabel secara langsung dapat merusak bagian dalam kabel dan membuat sistem pengapian bermasalah.

Sebaiknya kerjakan satu busi terlebih dahulu sebelum berpindah ke busi berikutnya.

Cara ini membantu kamu menghindari tertukarnya posisi kabel atau komponen, terutama pada mobil yang menggunakan sistem kabel busi.

5. Bersihkan Area Sekitar Busi

Sebelum busi dilepas, bersihkan area di sekitarnya dari debu dan kotoran. Kamu bisa menggunakan kuas kecil atau udara bertekanan untuk menghilangkan kotoran yang berada di sekitar lubang busi.

Baca Juga: Estimasi Biaya Servis AC Mobil: Bisa Tembus hingga Sekitar Rp 4 Juta

Langkah ini penting karena ketika busi dilepas, kotoran yang berada di sekitarnya berpotensi masuk ke lubang busi dan ruang bakar.

Jadi, jangan langsung memasukkan kunci busi sebelum memastikan area tersebut cukup bersih.

6. Lepaskan Busi Lama

Pasang kunci busi pada kepala busi dan pastikan posisinya masuk dengan sempurna. Setelah itu, putar berlawanan arah jarum jam secara perlahan sampai busi terlepas.

Jika terasa sangat keras, jangan langsung memberikan tenaga berlebihan. Ulir busi berada di kepala silinder dan jika sampai rusak, biaya perbaikannya bisa jauh lebih mahal dibandingkan sekadar mengganti busi.

Setelah longgar, kamu bisa mengeluarkan busi dari lubangnya menggunakan kunci busi.

Baca Juga: 6 Tips Mengendarai Mobil saat Harus Menerjang Banjir

Perhatikan juga kondisi busi lama karena warna dan bentuk elektroda bisa memberikan gambaran mengenai kondisi pembakaran mesin.

7. Periksa dan Siapkan Busi Baru

Sebelum memasang busi baru, pastikan tipe dan spesifikasinya sesuai dengan rekomendasi pabrikan kendaraan.

Jika busi memiliki celah elektroda yang perlu disesuaikan, periksa menggunakan alat pengukur celah atau feeler gauge sesuai spesifikasi mesin.

Jangan sembarangan mengubah celah elektroda jika pabrikan tidak merekomendasikannya.

Busi yang tidak sesuai dapat menyebabkan pembakaran kurang optimal dan berpotensi menimbulkan masalah pada performa mesin.

Baca Juga: 8 Penyebab AC Mobil Tidak Dingin, Jangan Langsung Salahkan Freon!

8. Pasang Busi Baru dengan Hati-hati

Masukkan busi baru ke dalam lubang busi dan putar dengan tangan terlebih dahulu. Pastikan busi masuk lurus dan ulirnya tidak terasa miring.

Setelah busi sudah terpasang dengan benar, lanjutkan mengencangkannya menggunakan kunci busi.

Jika kamu memiliki kunci momen, gunakan torsi sesuai spesifikasi dari pabrikan. Jangan mengencangkan busi secara berlebihan karena dapat merusak ulir pada kepala silinder.

9. Pasang Kembali Coil atau Kabel Busi

Setelah busi terpasang, pasang kembali ignition coil atau kabel busi pada posisi semula. Pastikan coil duduk dengan benar dan konektor kelistrikannya terpasang hingga terkunci.

Jika menggunakan kabel busi, pastikan ujung kabel benar-benar menempel pada kepala busi.

Baca Juga: Pameran Mobil Bekas Digelar di Surabaya, Target Kredit Tumbuh 30–40 Persen

Jangan sampai ada kabel yang tertukar posisinya karena dapat menyebabkan mesin mengalami misfire atau bahkan tidak bisa menyala.

10. Nyalakan Mesin dan Periksa Hasilnya

Setelah semua busi selesai diganti, pasang kembali cover atau komponen yang sebelumnya dilepas. Kemudian nyalakan mesin dan biarkan beberapa saat.

Perhatikan apakah mesin dapat hidup dengan normal, putaran langsam stabil, dan tidak muncul getaran yang tak biasa.

Jika lampu indikator mesin menyala atau mesin terasa pincang setelah penggantian busi, segera matikan mesin dan periksa kembali pemasangan busi, coil, serta konektornya.

Jika kamu tidak yakin dengan tipe busi, torsi pengencangan, atau akses ke busi cukup rumit, sebaiknya jangan memaksakan pengerjaan sendiri.

Baca Juga: Pengemudi Mabuk Tabrak 2 Mobil hingga 1 Tewas Minta Maaf, Mengaku Malu usai Marah-Marah

Gunakan buku manual kendaraan atau minta bantuan teknisi agar penggantian busi tidak justru menimbulkan kerusakan pada mesin.

EDITOR: Bayu Putra