← Beranda
Penjualan BEV Melonjak 88,6 Persen, Tandai era Transformasi Industri Otomotif
Novia HerawatiKamis, 27 Agustus 2026 | 06.57 WIB
Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza saat meninjau area pameran GIIAS Surabaya 2026. (Novia Herawati/JawaPos.com)

JawaPos.com - Penjualan kendaraan listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV) di Indonesia melonjak 88,6 persen pada Januari-Juli 2026, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (yoy).

Menurut Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, hal itu menunjukkan Indonesia mulai meamsuki era transformasi industri otomotif.

Hal itu disampaikan Faisol dalam acara pembukaan pameran otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2026 di Grand City Convex, Rabu (26/8).

“Pertumbuhan 88,6 persen ini menjadi salah satu tanda semakin kuatnya perubahan pasar otomotif nasional menuju kendaraan berbasis listrik dan teknologi rendah emisi,” tutur Wamenperin Faisol.

Baca Juga: Tiga Mobil Baru Mazda Mejeng di GIIAS Surabaya 2026, Intip Keunggulan dan Harganya

Ia memaparkan, penjualan BEV sepanjang Januari hingga Juli 2026 mencapai sekitar 83 ribu unit.

Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pasar kendaraan secara keseluruhan pada periode yang sama.

Kenaikan penjualan kendaraan listrik, terutama yang bertipe BEV juga terlihat pada Juli 2026.

Penjualan BEV pada bulan tersebut mencapai sekitar 14 ribu unit, meningkat 139,7 persen dibandingkan Juli tahun sebelumnya.

Sementara itu, penjualan kendaraan hybrid pada Januari-Juli 2026 mencapai sekitar 50 ribu unit atau tumbuh 43,6 persen.

Baca Juga: Mazda di GIIAS Surabaya 2026 : Lihat Lebih Dekat, Rasakan Pengalaman Mazda di Balik Kemudi  

Jika penjualan hybrid dan BEV digabungkan, pangsa pasar keduanya hingga Juli 2026 telah mencapai 27,3 persen.

"Jawa Timur juga secara konsisten menempati posisi ketiga penjualan kendaraan nasional, dengan kontribusi sebesar 9,7 persen pada 2025. Artinya, Jatim ini punya peran penting dalam perkembangan pasar otomotif," jelasnya.

Faisol mengatakan, pasar otomotif nasional secara keseluruhan mencatat pertumbuhan positif.

Penjualan wholesales (grosir) Januari-Juli 2026 mencapai sekitar 517 ribu unit, naik 18,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, penjualan retail meningkat 12,3 persen menjadi sekitar 511 ribu unit.

Baca Juga: GIIAS Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 37 Merek Otomotif Terbaru

Khusus bulan Juli 2026, penjualan grosir mencapai sekitar 81 ribu unit, tumbuh 4,5 persen dibandingkan bulan sebelumnya (Juni).

Melihat tren tersebut, Faisol optimistis target penjualan kendaraan domestik 850 ribu unit pada 2026 bisa tercapai.

Bahkan ia yakin bisa melampaui satu juta unit, seperti yang pernah dicapai pada masa kejayaan industri otomotif.

"Saya optimistis, hampir bisa kami pastikan penjualan dalam negeri kami akan kembali menduduki peringkat pertama di kawasan setelah tahun lalu sedikit disalip Malaysia," imbuh Faisol.

Upaya Pemerintah Bangun Ekosistem Rendah Emisi

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian juga terus berupaya untuk membangun ekosistem kendaraan rendah emisi.

Baca Juga: GIIAS Surabaya 2026 Dibuka Besok, Simak Harga Tiket hingga Syarat Test Drive

Salah satunya dengan program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) yang telah berjalan sejak 2021

Program tersebut saat ini diikuti 18 perusahaan dengan total investasi sekitar Rp 30,67 triliun dan realisasi sebesar Rp 5,73 triliun, mencakup perusahaan baru di segmen Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dan BEV.

Program ini, tutur Faisol, mendorong terbentuknya ekosistem industri yang semakin dalam.

"Saat ini ada 322 perusahaan pemasok komponen dalam negeri yang menjadi bagian dari rantai pasok kendaraan program LCEV, meningkat 127 persen sejak program dimulai," terang Faisol.

Dalam konteks tersebut, GIIAS Surabaya 2026 dipandang bukan hanya sebuah pameran, melainkan sebagai barometer untuk melihat kesehatan industri otomotif, perkembangan inovasi, dan pergerakan ekonomi daerah.

Baca Juga: Scomadi Bawa Skuter Edisi Terbatas ke GIIAS Surabaya, Cuma 250 Unit di Dunia

"GIIAS bukan sekadar pameran atau penjualan, bukan sekadar transaksi, tapi GIIAS adalah barometer kesehatan industri diukur, ruang bertemunya inovasi, dan pergerakan ekonomi daerah ditemukan," pungkas Faisol.

37 Merek Kendaraan Unjuk Gigi di GIIAS Surabaya 2026

Pameran otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2026 resmi digelar di Grand City Convex, Surabaya, mulai dari 26 Agustus hingga 31 Agustus 2027.

Ada 37 merek kendaraan yang memeriahkan GIIAS Surabaya 2026, di antaranya 26 merek roda empat pada kategori kendaraan penumpang, yakni BAIC, BYD, Changan, Chery, Citroen.

Kemudian Daihatsu, GAC AION, Geely, GWM, Honda, Hyundai, iCAR, Jaecoo, JEEP, JETOUR, KIA, Leap Motor, Lepas, Mazda, Mitsubishi Motors, Polytron, Suzuki, Toyota, Vinfast, Wuling, dan X-PENG.

Baca Juga: Chery Catat 3.500 SPK selama GIIAS 2026, Naik 63 Persen Dibandingkan 2025

Sementara itu, kategori kendaraan komersial hanya diikuti Foton, serta kategori roda dua menghadirkan 10 merek, yakni Aprilia, Kuprum, Moto Guzzi, Piaggio, Polytron, QJ Motor, Royal Enfield, Scomadi, Triumph, dan Vespa. (Jihan Ulin Nuha)

EDITOR: Bayu Putra