← Beranda
Deretan Masalah Jaecoo J5 EV yang Bikin Geger, dari Baterai Rp195 Juta hingga SPKLU Roboh
Nanda PrayogaKamis, 20 Agustus 2026 | 01.09 WIB
Jaecoo J5 EV. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Jaecoo J5 EV masih menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta otomotif. Sebab, mobil ini disebut-sebut baru tiga minggu dipakai tetapi kena masalah baterai.

Menariknya, biaya baterai disebut-sebut tembus hingga Rp 195,5 juta, lebih setengah harga dari mobil aslinya. Adapun harga Jaecoo J5 EV di Indonesia saat ini berkisar antara Rp 279.900.000 hingga Rp 337.500.000 (On The Road Jakarta).

Patut diketahui bahwa mobil ini sendiri masih mobil listrik terlaris pada 2026 dengan penjualan 20.145 unit hingga Juli 2026. Dengan basis produksi lokal, J5 EV melesat jauh meninggalkan kompetitor senegara mereka seperti BYD Atto 1 ataupun Geely EX2.

Baca Juga: Tak Perlu ke Restoran, Ini Resep Cah Kangkung Seafood yang Mudah Dibuat

Melihat viralnya masalah kebateraian pada Jaecoo J5 EV, berikut deretan masalah yang sempat menghampiri mobil listrik terpopuler di Indonesia ini!

1. Masalah Baterai hingga Biaya Penggantian Lebih Separuh Harga Mobil

Jaecoo J5 EV disebut-sebut baru digunakan sekitar tiga minggu sebelum mengalami masalah pada bagian baterai.

Yang lebih mengejutkan, biaya penggantian baterai disebut mencapai Rp195,5 juta, atau lebih dari separuh harga mobil. Saat ini, Jaecoo J5 EV di Indonesia dibanderol Rp279.900.000 hingga Rp337.500.000 (On The Road Jakarta).

Kabar mengenai masalah Jaecoo J5 EV mencuat setelah diunggah akun Instagram @tjcarsmedia. Pemilik kendaraan bernama Theodorus mengaku mendengar suara “pletak” saat berkendara menuju Semarang. Tak lama kemudian, muncul indikator berbentuk kura-kura hijau yang membuat kecepatan mobil dibatasi hingga 30 km/jam.

Baca Juga: Tunda Salur TKD Rp1,3 Triliun Bikin Resah, Khofifah Minta Kemenkeu Segera Realisasi

Theodorus sempat mematikan mobil selama sekitar 40 menit dan kendaraan kembali normal setelah dinyalakan. Namun, indikator tersebut kembali muncul pada hari berikutnya.

Ia kemudian membawa mobilnya ke bengkel Jaecoo Semarang. Dari pemeriksaan, Theodorus mendapat informasi bahwa baterai mengalami kerusakan dan harus diganti dengan biaya hampir Rp195,5 juta.

Theodorus juga menghubungi customer service Jaecoo melalui email. Namun, setelah mengisi data yang diminta, ia mengaku belum memperoleh tindak lanjut. Kondisi tersebut membuatnya kecewa dan berharap seluruh unit J5 EV mendapat perlindungan tambahan pada bagian bawah kendaraan.

Sementara itu, pihak Jaecoo Semarang menjelaskan bahwa kerusakan diduga terjadi setelah mobil terkena batu atau puing yang terlempar ke bagian bawah kendaraan. Benturan tersebut disebut mengenai cover pelindung dan cooling pipe battery pack hingga menyebabkan kebocoran cairan pendingin.

Kebocoran tersebut kemudian membuat sistem kendaraan secara otomatis membatasi tenaga untuk mencegah baterai mengalami overheat.

Baca Juga: Pembayaran Digital Tembus 5,5 Miliar Transaksi, Penggunaan QRIS Naik 82,42 Persen

2. Jaecoo J5 EV Muncul Suara Misterius Saat Melibas Tanjakan dan Tikungan

Vindo Constantine melalui akun TikTok Alvindo membagikan video yang memperlihatkan dirinya mengendarai Jaecoo J5 EV di jalur dengan kontur tanjakan dan turunan. Dalam video tersebut, kecepatan mobil terlihat berada di kisaran 28-30 kilometer per jam berdasarkan informasi yang ditampilkan pada layar MID.

Hingga kini, Jaecoo Indonesia belum memberikan keterangan mengenai sumber suara yang terdengar dari kendaraan tersebut. Sementara itu, Vindo mengungkapkan keluhannya melalui caption video dengan menulis, “Bunyinya mengganggu banget.”

Suara tersebut terdengar cukup jelas dari dalam kabin dan diduga berasal dari gesekan antarkomponen mobil. Bunyi itu muncul ketika Jaecoo J5 EV yang dikendarainya mulai melewati sejumlah tikungan di jalur tersebut.

3. Jaecoo J5 EV Mendadak Mati Total

Baca Juga: Prediksi Skor Atletico Madrid vs Malaga: Los Rojiblancos Menang Tipis?

Pemilik SUV listrik Jaecoo J5 EV sempat dibuat panik setelah kendaraannya tiba-tiba mati total dan tidak memberikan respons. Pengalaman tersebut dibagikan oleh seorang pengguna melalui grup Facebook Jaecoo J5 EV Indonesia pada Senin, 23 Maret 2026.

Menurut pemilik, pintu kendaraan masih dapat dibuka menggunakan kunci manual. Namun, seluruh sistem elektronik mobil tidak berfungsi sehingga kendaraan tidak bisa dioperasikan. Kondisi serupa juga terjadi ketika kunci cadangan digunakan karena mobil tetap tidak dapat dinyalakan.

Jaecoo Indonesia kemudian memberikan penjelasan terkait kejadian tersebut. Perusahaan menyatakan bahwa persoalan pada kendaraan telah ditangani sehari setelah keluhan pemilik disampaikan melalui grup Facebook Jaecoo J5 EV Indonesia.

Dalam proses penanganan, Jaecoo Indonesia mengaku telah melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab kendaraan mengalami mati total.

"Kami telah melakukan penelusuran menyeluruh atas kasus tersebut. Pada kendaraan listrik, termasuk Jaecoo J5 EV, aki 12V memiliki peran penting dalam mengaktifkan sistem kelistrikan utama kendaraan. Apabila kendaraan tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama tanpa pengisian atau perawatan yang memadai, atau terdapat sistem kelistrikan yang tetap mengkonsumsi daya setelah pengemudi meninggalkan kendaraan, maka aki dapat mengalami penurunan daya yang berdampak pada operasional kendaraan secara keseluruhan,” ungkap Jaecoo.

Baca Juga: Kredit Perbankan Melesat 13,58 Persen, BI Kucurkan Insentif Rp 446,5 Triliun

4. Jaecoo J5 EV Bikin Tiang SPKLU Roboh

Insiden tak terduga melibatkan Jaecoo J5 EV terjadi di sebuah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Yogyakarta. SUV listrik tersebut dilaporkan membuat fasilitas pengisian daya roboh setelah kabel charger tersangkut pada aksesori tambahan yang terpasang di bagian kendaraan.

Kejadian bermula ketika pengemudi hendak mengisi daya mobil dengan posisi parkir mundur. Namun, kabel charger ternyata tidak cukup panjang untuk menjangkau port pengisian daya pada kendaraan.

Pengemudi kemudian memutuskan memajukan mobil untuk menyesuaikan posisi parkir. Namun, saat kendaraan bergerak, kabel charger yang masih terpasang dan menjuntai ternyata tersangkut pada aksesori bumper tambahan.

Tarikan kabel yang semakin kuat akhirnya membuat tiang SPKLU ikut tertarik hingga roboh. Kejadian tersebut terjadi karena kabel charger masih tersangkut ketika mobil mulai bergerak maju.

EDITOR: Bintang Pradewo