← Beranda
Strategi DFSK E5 Plus di Indonesia: SUV PHEV Rp400 Jutaan untuk Atasi Range Anxiety
Dony Lesmana Eko PutraJumat, 14 Agustus 2026 | 04.44 WIB
DFSK E5 Plus umumkan harga resmi di GIIAS 2026. (Dony/JawaPos.,com)

JawaPos.com - PT Sokonindo Automobile mulai memperkuat langkahnya di pasar mobil elektrifikasi Indonesia melalui DFSK E5 Plus. SUV plug-in hybrid (PHEV) ini menjadi salah satu produk penting dalam strategi DFSK untuk memperluas pasar kendaraan penumpang.

DFSK E5 Plus ditawarkan dengan harga perkenalan Rp479 juta selama GIIAS 2026. Setelah periode tersebut, harga normalnya menjadi Rp499 juta on the road (OTR) Jakarta.

Dengan harga yang masih berada di bawah Rp500 juta, DFSK ingin membuat teknologi PHEV lebih mudah dijangkau konsumen Indonesia.

Fokus Atasi Kekhawatiran Jarak Tempuh

Salah satu tantangan utama kendaraan listrik di Indonesia adalah kekhawatiran konsumen mengenai jarak tempuh dan ketersediaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum atau SPKLU.

Menurut Doni Putra Okten Pratama adalah Head of Sales and Marketing di PT Sokonindo Automobile, DFSK mencoba menjawab persoalan tersebut melalui teknologi Dual Energy pada E5 Plus.

Sistem PHEV ini menggabungkan baterai berkapasitas 25 kWh dengan mesin bensin 1.500 cc. Dengan kombinasi tersebut, E5 Plus diklaim mampu menempuh jarak hingga 140 km dalam mode listrik murni.

Sementara untuk perjalanan dengan kombinasi tenaga listrik dan mesin bensin, jarak tempuh totalnya diklaim mencapai 1.400 km.

"Konsep tersebut memberikan fleksibilitas bagi konsumen. Untuk perjalanan harian, mobil dapat memanfaatkan tenaga listrik, sedangkan mesin bensin memberikan pilihan tambahan ketika perjalanan jauh atau saat akses SPKLU masih terbatas," kata Doni kepada JawaPos.com beberapa waktu lalu di Tangerang.

Doni menambahkan strategi lain DFSK adalah bermain di sektor harga. E5 Plus diposisikan sebagai SUV PHEV 7 penumpang dengan harga yang kompetitif di segmennya.

Saat GIIAS 2026, DFSK memberikan harga perkenalan Rp479 juta. Setelah masa promosi berakhir, harga normalnya menjadi Rp499 juta OTR Jakarta.

Selain harga, DFSK juga menawarkan program Free Maintenance selama lima tahun atau 100.000 km yang mencakup jasa dan suku cadang.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya DFSK mengurangi kekhawatiran konsumen mengenai biaya kepemilikan kendaraan elektrifikasi.

Garansi Baterai 8 Tahun

Dukungan kepemilikan juga diperkuat melalui garansi baterai hingga 8 tahun atau 150.000 km. Bagi konsumen yang baru beralih ke mobil hybrid atau PHEV, garansi baterai menjadi salah satu faktor penting karena komponen tersebut merupakan bagian utama dari sistem elektrifikasi.

DFSK juga merakit E5 Plus secara lokal di fasilitas produksinya di Cikande, Banten. Produksi lokal menunjukkan upaya DFSK memperkuat komitmen investasinya sekaligus membangun posisi di pasar mobil penumpang Indonesia.

Bidik Keluarga Modern

DFSK E5 Plus tidak hanya mengandalkan teknologi PHEV. Dari sisi kapasitas, SUV ini memiliki konfigurasi 7 penumpang yang menyasar kebutuhan keluarga.

Kabin dirancang dengan konsep yang mengutamakan kenyamanan, termasuk nuansa interior bergaya first-class lounge. Untuk hiburan, tersedia layar berukuran 15,6 inci yang menjadi salah satu fitur utama di dalam kabin.

Sistem audio menggunakan 13 speaker untuk memberikan pengalaman hiburan yang lebih lengkap bagi penumpang. Sementara untuk keselamatan, E5 Plus dibekali 18 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) Level 2.

Fitur tersebut menjadi salah satu daya tarik DFSK untuk konsumen yang menginginkan SUV keluarga dengan teknologi keselamatan dan kenyamanan modern.

DFSK Perluas Pasar Mobil Penumpang

Kehadiran E5 Plus juga menunjukkan perubahan strategi DFSK di Indonesia. Jika sebelumnya merek ini lebih dikenal melalui kendaraan komersial, kini DFSK semakin serius memperluas portofolio kendaraan penumpang, khususnya SUV dengan teknologi elektrifikasi.

E5 Plus menjadi bagian dari langkah tersebut dengan menggabungkan kapasitas 7 penumpang, teknologi PHEV, harga di bawah Rp500 juta, jarak tempuh panjang dan fitur modern.

"Strategi DFSK cukup jelas: menawarkan kendaraan elektrifikasi yang tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga mencoba menjawab kebutuhan praktis konsumen Indonesia," kata Doni.

Dengan kemampuan melaju menggunakan tenaga listrik sekaligus mesin bensin, DFSK E5 Plus diposisikan sebagai jalan tengah bagi konsumen yang tertarik mobil listrik tetapi masih memiliki kekhawatiran terhadap jarak tempuh dan ketersediaan SPKLU.

Pada akhirnya, keberhasilan strategi tersebut akan ditentukan oleh penerimaan konsumen setelah E5 Plus mulai digunakan secara lebih luas.

Jika kombinasi harga, efisiensi, layanan purnajual dan fleksibilitas PHEV mampu memenuhi kebutuhan keluarga Indonesia, E5 Plus berpotensi menjadi salah satu model penting dalam ekspansi DFSK di pasar kendaraan elektrifikasi nasional.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra