← Beranda
Elektrifikasi Toyota Makin Kencang, Penjualan Hybrid dan BEV Naik Signifikan di 2026
Dony Lesmana Eko PutraSenin, 10 Agustus 2026 | 03.26 WIB
Toyot bZ4X Touring hybrid yang diperkenalkan di GIIAS 2026. (Istimewa)

JawaPos.com - Perkembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia semakin menunjukkan tren positif. Kondisi tersebut terlihat dari meningkatnya kontribusi kendaraan elektrifikasi terhadap pasar otomotif nasional, termasuk pada produk-produk Toyota dan Lexus.

Direktur Marketing PT Toyota-Astra Motor (TAM) Hiroyuki Oide mengatakan, pertumbuhan kendaraan elektrifikasi dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu pertimbangan Toyota dalam mengembangkan produk untuk pasar Indonesia.

Menurutnya, teknologi elektrifikasi tidak bisa hanya mengandalkan satu jenis sistem. Setiap teknologi harus disesuaikan dengan karakteristik, kebutuhan, serta kondisi mobilitas masyarakat Indonesia.

"Bagaimana teknologi benar-benar cocok digunakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Selama 55 tahun kami terus belajar dan mendapat masukan mengenai tren elektrifikasi," ujar Oide, yang akrab disapa Heru.

Ia mengungkapkan, penetrasi kendaraan elektrifikasi di Indonesia mengalami peningkatan cukup tajam. Jika sebelumnya kontribusinya berada di level 2,69 persen atau sekitar 20.694 unit, pada tahun ini angkanya telah mencapai 26,8 persen atau 117.074 unit.

Penjualan Mobil Elektrifikasi Toyota Naik 65 Persen

Pertumbuhan pasar tersebut turut memberikan dampak positif terhadap penjualan kendaraan elektrifikasi Toyota dan Lexus.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, penjualan kendaraan elektrifikasi kedua merek tersebut mencapai 28.166 unit. Jumlah itu meningkat sekitar 65 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kontribusinya juga semakin besar terhadap total penjualan Toyota. Kendaraan elektrifikasi menyumbang sekitar 21 persen dari penjualan Toyota selama enam bulan pertama 2026.

Angka tersebut menunjukkan bahwa kendaraan dengan teknologi elektrifikasi mulai memiliki peran penting dalam strategi penjualan Toyota di Indonesia, tidak lagi sekadar menjadi produk pelengkap.

Toyota Kuasai Pasar Mobil Hybrid

Dari berbagai jenis teknologi elektrifikasi yang tersedia, Hybrid Electric Vehicle (HEV) masih menjadi salah satu pilihan paling populer di Indonesia. 

Toyota bahkan mempertahankan posisi sebagai pemimpin di segmen mobil hybrid dengan pangsa pasar mencapai 66,3 persen. Strategi tersebut sejalan dengan pendekatan Toyota yang tidak hanya fokus pada kendaraan listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV). 

Toyota mengembangkan konsep multi-pathway dengan menawarkan beragam teknologi elektrifikasi, mulai dari hybrid hingga kendaraan listrik murni.

Pendekatan ini dinilai penting karena kebutuhan konsumen Indonesia sangat beragam. Infrastruktur pengisian daya, jarak tempuh, pola penggunaan kendaraan, hingga kondisi geografis menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi pilihan konsumen.

Portofolio Elektrifikasi Toyota Semakin Lengkap

Saat ini, Toyota bersama Lexus telah memiliki 29 model kendaraan elektrifikasi yang mencakup berbagai segmen pasar. Portofolio tersebut kembali diperluas dalam ajang GIIAS 2026 melalui kehadiran sejumlah model baru, termasuk Toyota Hilux BEV, Land Cruiser HEV, dan bZ4X Touring.

Kehadiran model-model tersebut menunjukkan bahwa strategi elektrifikasi Toyota tidak berhenti pada kendaraan penumpang perkotaan.

Toyota mulai membawa teknologi elektrifikasi ke segmen dengan karakter penggunaan yang lebih beragam, termasuk kendaraan niaga dan SUV yang memiliki kemampuan jelajah lebih jauh.

bZ4X Touring Perluas Pilihan Mobil Listrik Toyota

Salah satu model yang menjadi perhatian di GIIAS 2026 adalah Toyota bZ4X Touring. Model tersebut menjadi bagian dari upaya Toyota memperluas pilihan kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia. 

Berbeda dengan kendaraan listrik yang lebih diarahkan untuk kebutuhan mobilitas perkotaan, bZ4X Touring membawa konsep yang lebih dekat dengan kebutuhan keluarga dan aktivitas luar ruang.

Kehadirannya sekaligus memperlihatkan bahwa Toyota ingin memperluas pasar BEV dengan menawarkan pilihan kendaraan listrik yang memiliki karakter berbeda.

Strategi tersebut menjadi bagian dari pendekatan multi-pathway Toyota dalam menghadapi perkembangan elektrifikasi. Konsumen tidak hanya diarahkan pada satu teknologi, tetapi diberikan sejumlah pilihan sesuai kebutuhan dan pola penggunaan kendaraan.

Penjualan Global Toyota Tetap Besar

Performa Toyota dalam menghadapi perubahan menuju era elektrifikasi juga terlihat dari skala bisnisnya secara global. Berdasarkan data Januari-Mei 2026, Toyota Motor Corporation, termasuk Lexus namun tidak menghitung penjualan Daihatsu dan Hino, membukukan penjualan global sebanyak 4.140.444 unit.

Besarnya volume tersebut menjadi modal penting bagi Toyota untuk terus mengembangkan berbagai teknologi kendaraan, termasuk hybrid, plug-in hybrid, maupun BEV.

Di Indonesia, strategi serupa diterapkan dengan mempertimbangkan karakter pasar lokal. Toyota tampaknya tidak ingin terburu-buru meninggalkan teknologi mesin konvensional, tetapi secara bertahap memperbesar porsi kendaraan elektrifikasi melalui berbagai pilihan teknologi.

Dengan hadirnya bZ4X Touring di GIIAS 2026, Toyota semakin mempertegas langkah tersebut. Kehadiran mobil listrik ini sekaligus memberikan alternatif bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan tanpa emisi, tetapi tetap membutuhkan mobil dengan karakter yang mendukung mobilitas keluarga dan aktivitas yang lebih aktif.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra