← Beranda
Mobil Listrik Nasional i2C Masuk Tahap Prototipe, Target Produksi Massal 2027
Nanda PrayogaMinggu, 9 Agustus 2026 | 03.23 WIB
Desain mobil listrik nasional i2C. (italdesign.it)

JawaPos.com - Proyek mobil listrik nasional Indigenous Indonesian Car (i2C) oleh PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) masuk fase pengembangan lanjutan. Proyek tersebut kini berlanjut ke tahap rekayasa kendaraan dan pembuatan prototipe awal.

Sebelumnya, mobil ini diperkenalkan dalam bentuk clay model di GIIAS 2025. dengan perkembangan terkini, PT TMI menargetkan produksi massal pada 2027–2028.

Presiden Direktur PT TMI Harsusanto mengatakan, pengembangan i2C saat ini diarahkan pada pematangan rancangan kendaraan sekaligus pengerjaan struktur sasis.

Perseroan juga mulai mempersiapkan showcar dan prototipe awal yang nantinya menjadi dasar pengembangan mobil listrik nasional tersebut.

Baca Juga: Berburu Diskon Mobil di Akhir Pekan GIIAS 2026, Simak Daftar Mereknya

“Sejak TMI menampilkan clay model EV i2C di GIIAS 2025, TMI melanjutkan tahap penyempurnaan modelling dan pengembangan skateboard atau sasis dengan target peluncuran showcar dan prototype awal,” kata Harsusanto kepada wartawan, dikutip Sabtu (8/8).

Dari sisi manufaktur, TMI memilih untuk tidak membangun fasilitas produksi baru demi menekan kebutuhan investasi di tahap awal.

Produksi i2C nantinya akan memanfaatkan pabrik milik perusahaan otomotif lokal yang masih memiliki kapasitas menganggur, dengan sasaran produksi mencapai 50.000 unit dalam tiga tahun pertama.

Target tersebut akan dicapai secara bertahap. TMI memproyeksikan produksi sebanyak 10.000 unit pada tahun pertama, kemudian meningkat menjadi 15.000 unit pada tahun kedua dan mencapai 25.000 unit pada tahun ketiga.

Skema ini disiapkan agar volume produksi dapat mengikuti perkembangan permintaan pasar domestik.

Baca Juga: Maxus Mifa 7 di GIIAS 2026, Andalkan Baterai 90 kWh, ADAS Lengkap dan Kabin Premium

“TMI sudah berdiskusi dengan pabrikan lokal yang masih idle capacity, dan akan bekerja sama untuk memanfaatkan fasilitas yang sudah ada,” ujar Harsusanto merincikan strategi manufakturnya.

Buka Peluang Gandeng Desainer Tiongkok

Selain menyiapkan aspek produksi, TMI juga membuka peluang kerja sama teknologi dengan sejumlah perusahaan otomotif dan desain asal Tiongkok.

Beberapa nama yang masuk dalam penjajakan tersebut antara lain SAIC dan SGMW sebagai OEM, serta Launch dan Dowway yang bergerak di bidang desain untuk mendukung pengembangan platform kendaraan generasi berikutnya.

Menurut Harsusanto, perkembangan industri kendaraan listrik Tiongkok telah menunjukkan daya saing yang tinggi dan mampu berkompetisi dengan pemain otomotif dari Eropa serta Amerika Serikat.

Karena itu, kerja sama tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperoleh teknologi, tetapi juga memperkuat penguasaan kekayaan intelektual di dalam negeri.

Baca Juga: Isuzu MU-X Terbaru Dipamerkan di GIIAS 2026

“TMI juga sudah diskusi dengan OEM China, misalnya SAIC, SGMW juga design company seperti Launch dan Dowway untuk pengembangan platform generasi baru,” tutur Harsusanto.

Rangkaian pengembangan tersebut menjadi tahapan yang harus dilalui TMI sebelum i2C masuk ke produksi dalam skala besar.

Dengan memanfaatkan kapasitas manufaktur yang telah tersedia di dalam negeri sekaligus menggandeng mitra teknologi dari luar negeri, proyek i2C diarahkan untuk memperkuat kembali kemampuan industri otomotif nasional.

 

EDITOR: Bayu Putra