← Beranda
TEY ke-14 Angkat Tema Dekarbonisasi, Pelajar Indonesia Diajak Ciptakan Inovasi Lingkungan
Nanda PrayogaJumat, 7 Agustus 2026 | 04.03 WIB
TEY ke-14 mengusung tema "Decarbonization, Lead The Change, Together for Earth" dengan tagline EcoPioneer. (Toyota)

JawaPos.com - Perubahan iklim yang semakin nyata membutuhkan keterlibatan berbagai pihak untuk mencapai target Net Zero Emissions (NZE) 2060. Pemerintah, industri, dunia pendidikan, dan masyarakat memiliki peran masing-masing, termasuk generasi muda yang dapat menjadi penggerak perubahan melalui ide dan inovasi.

Salah satu upaya untuk memperkuat keterlibatan pelajar dalam agenda dekarbonisasi dilakukan Toyota Indonesia melalui Toyota Eco Youth (TEY) ke-14. Rangkaian program tersebut resmi dibuka di Valley Market, Bogor, pada Kamis (6/8).

TEY ke-14 mengusung tema "Decarbonization, Lead The Change, Together for Earth" dengan tagline EcoPioneer. Program tersebut mengajak pelajar SMA dan sederajat di seluruh Indonesia untuk mengembangkan inovasi serta melakukan aksi nyata dalam menjawab persoalan lingkungan di sekitar mereka.

Konsep EcoPioneer menggambarkan generasi muda yang berani menjadi pelopor perubahan. Para pelajar didorong memanfaatkan kreativitas, potensi daerah, dan kearifan lokal untuk menghasilkan solusi atas berbagai tantangan lingkungan.

Baca Juga: Permintaan Mobil Hybrid Melonjak, Toyota Revisi Naik Target Laba 2026

Melalui TEY, Toyota Indonesia juga menyediakan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif sekaligus memperkuat kolaborasi. Inovasi yang dikembangkan diharapkan tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi dapat diterapkan dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Program tersebut sejalan dengan filosofi Happiness for All dan komitmen Beyond Zero Toyota Indonesia. Keduanya menjadi landasan dalam mendorong lahirnya solusi yang memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan keberlanjutan masa depan Indonesia.

Dorong Solusi dari Persoalan di Sekitar

Wakil Presiden Direktur TMMIN I Nyoman Winaya mengatakan persoalan emisi karbon merupakan tantangan yang tidak terbatas pada wilayah tertentu. Karena itu, upaya menguranginya dapat dimulai dari persoalan lingkungan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.

"Emisi Karbon adalah tantangan bersama yang tidak mengenal batas wilayah. Oleh karena itu, solusi untuk menguranginya dapat berawal dari persoalan lingkungan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari. Selama lebih dari 20 tahun, semangat itulah yang terus kami tumbuhkan melalui Toyota Eco Youth. Mengusung tema EcoPioneer, TEY ke-14 kami harapkan dapat melahirkan lebih banyak inovasi berbasis kearifan lokal yang memberikan dampak tidak hanya bagi lingkungan sekitar, tetapi juga hingga ke skala yang lebih luas," kata Wakil Presiden Direktur TMMIN I Nyoman Winaya.

TEY merupakan program tanggung jawab sosial Toyota Indonesia yang dijalankan oleh PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan PT Toyota-Astra Motor (TAM). Program tersebut dikemas dalam bentuk kompetisi inovasi proyek lingkungan hidup yang ditujukan bagi pelajar SMA dan sederajat.

Peserta diminta menyusun proposal yang berisi gagasan inovasi untuk menjawab persoalan lingkungan. Proposal tersebut kemudian melalui proses seleksi oleh dewan juri untuk menentukan ide-ide terbaik.

Tidak berhenti pada tahap kompetisi, proposal terpilih mendapatkan pendampingan hingga masuk ke tahap pengembangan dan implementasi. Dengan pendekatan tersebut, inovasi yang dihasilkan diharapkan dapat berkembang menjadi solusi yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.

Dari Pengelolaan Sampah hingga Pengurangan Emisi

Sejak pertama kali digelar, TEY terus mengalami perkembangan. Program yang pada awalnya mendorong gerakan pelestarian lingkungan di sekolah kini berkembang menjadi wadah bagi pelajar untuk menghasilkan solusi terhadap berbagai persoalan lingkungan.

Beragam inovasi yang lahir dari program tersebut mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Beberapa di antaranya mencakup pengelolaan sampah, pemanfaatan energi, konservasi air, hingga upaya mengurangi emisi.

Toyota Indonesia juga membangun Eco Gallery di sejumlah sekolah peserta. Fasilitas tersebut menjadi ruang pembelajaran sekaligus sarana untuk menjaga semangat kepedulian lingkungan di kalangan pelajar.

Peluncuran TEY ke-14 turut menghadirkan Ni Kadek Karina Dewi dan Putu Darma Yasa, peraih Juara I TEY ke-12 dari SMA Negeri Bali Mandara. Keduanya sebelumnya mengembangkan inovasi bernama Bioghum, yaitu bio-briket yang memanfaatkan limbah sorgum.

Inovasi tersebut menunjukkan bagaimana persoalan dan potensi lokal dapat dikembangkan menjadi sebuah solusi lingkungan. Bioghum bahkan mendapatkan pengakuan hingga tingkat internasional.

Kisah tersebut menjadi contoh bahwa inovasi tidak selalu harus dimulai dari persoalan besar. Masalah yang ditemukan di lingkungan sekitar dapat menjadi sumber gagasan untuk menghasilkan solusi yang memiliki manfaat lebih luas.

Libatkan Kreator Konten dan Pegiat Lingkungan

Toyota Indonesia juga memperkuat pendekatan kepada generasi muda dengan menghadirkan Jerhemy Owen. Kreator konten sekaligus pegiat lingkungan tersebut berbagi pengalaman mengenai cara menyampaikan isu lingkungan agar lebih dekat dengan karakter dan bahasa generasi muda.

Pendekatan komunikasi dinilai penting karena persoalan lingkungan membutuhkan keterlibatan lebih banyak anak muda. Isu dekarbonisasi dan perubahan iklim diharapkan tidak hanya dipahami sebagai persoalan teknis, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari generasi muda.

Setelah peluncuran, TEY ke-14 akan memasuki sejumlah tahapan. Peserta akan mengikuti sosialisasi di berbagai kota, dilanjutkan dengan pengumpulan dan seleksi proposal.

Dari seluruh proposal yang masuk, akan dipilih 25 proposal terbaik. Para peserta terpilih kemudian mendapatkan pendampingan dalam proses pengembangan dan implementasi proyek.

Rangkaian berikutnya mencakup sesi enrichment dan mentoring, kunjungan lapangan atau genba, hingga presentasi final. Tahapan tersebut akan dilanjutkan dengan penjurian dan penganugerahan bagi para peserta terbaik.

Pendampingan menjadi salah satu fokus utama TEY ke-14. Melalui proses tersebut, Toyota Indonesia ingin memastikan gagasan yang dihasilkan pelajar dapat berkembang menjadi proyek yang memberikan dampak nyata dan memiliki keberlanjutan.

Wakil Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM), Jap Ernando Demily, mengatakan generasi muda memiliki modal penting untuk menjawab tantangan lingkungan. Kreativitas, keberanian, dan cara pandang baru dinilai menjadi kekuatan yang dapat mendorong lahirnya solusi inovatif.

“Generasi muda memiliki keberanian, kreativitas, dan cara pandang baru yang sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan lingkungan. Melalui Toyota Eco Youth, kami ingin mendorong para pelajar agar tidak hanya memahami pentingnya dekarbonisasi, tetapi juga mampu menerjemahkan persoalan di sekitar mereka menjadi inovasi yang relevan dan dapat diterapkan. Kami berharap para EcoPioneer dapat menjadi penggerak perubahan yang menginspirasi sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk bersama-sama membangun masa depan Indonesia yang lebih berkelanjutan,” kata Wakil Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM), Jap Ernando Demily.

Libatkan Ribuan Sekolah di Indonesia

Toyota Eco Youth telah diselenggarakan sejak 2005 dan berkembang menjadi salah satu program pengembangan inovasi lingkungan yang berkelanjutan bagi pelajar SMA dan sederajat di Indonesia.

Hingga pelaksanaan TEY ke-14, program tersebut telah melibatkan 2.033 sekolah dari 34 provinsi. Para peserta juga telah menghasilkan 9.972 proposal inovasi lingkungan sepanjang perjalanan program.

Dari berbagai proposal tersebut, sebanyak 232 proyek lingkungan telah diimplementasikan. Toyota Indonesia juga telah menghadirkan 32 Eco Gallery yang menjadi ruang edukasi lingkungan di sekolah peserta.

Cakupan partisipasi yang semakin luas menunjukkan bahwa perhatian pelajar terhadap persoalan lingkungan terus berkembang. Inovasi yang dihasilkan juga semakin beragam, mulai dari pengelolaan sampah hingga pemanfaatan energi, konservasi air, dan pengurangan emisi.

Melalui TEY ke-14, Toyota Indonesia kembali mendorong generasi muda untuk tidak hanya menjadi penerima informasi mengenai perubahan iklim. Pelajar diharapkan mampu mengambil peran sebagai EcoPioneer yang menciptakan gagasan, mengembangkan solusi, dan mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata.

Keterlibatan generasi muda tersebut diharapkan dapat memperkuat gerakan dekarbonisasi dari tingkat sekolah dan komunitas. Pada akhirnya, berbagai inovasi lokal yang lahir dari tangan pelajar dapat menjadi bagian dari upaya bersama menuju masa depan Indonesia yang lebih berkelanjutan dan mendukung pencapaian target NZE 2060.

EDITOR: Edy Pramana