JawaPos.com - PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), Agen Pemegang Merek (APM) Mazda di Indonesia, meresmikan Mazda Indonesia Plant, fasilitas perakitan pertama Mazda di Indonesia yang berlokasi di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/7).
Pabrik yang dibangun dengan investasi lebih dari Rp 400 miliar itu berdiri di atas lahan hampir 65.000 meter persegi.
Fasilitas ini dirancang khusus untuk kendaraan Mazda dengan mengacu pada standar manufaktur global Mazda, dan memiliki kapasitas produksi lebih dari 10.000 unit per tahun melalui operasional dua sif.
Mazda CX-30 menjadi model pertama yang dirakit secara lokal di fasilitas tersebut. Seluruh proses produksi, mulai dari penerimaan komponen Completely Knocked Down (CKD), perakitan, hingga pengujian kualitas dilakukan dalam satu sistem terintegrasi yang dikendalikan secara digital.
Baca Juga: Data Gaikindo: Penjualan Retail Mazda Masih Lesu Meski Distribusi Mobil Naik Dua Digit
Setiap kendaraan juga harus melewati serangkaian inspeksi, termasuk body setting, wheel alignment, dynamic test, water leak test, hingga final inspection sebelum dipasarkan.
Selain menghadirkan fasilitas produksi, Mazda juga menjalankan program transfer pengetahuan manufaktur dan pelatihan bagi tenaga kerja Indonesia bersama Mazda Motor Corporation.
Ke depan, pabrik ini dipersiapkan untuk merakit model Mazda lainnya, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperluas penggunaan komponen dalam negeri secara bertahap.
“Mazda Indonesia Plant bukan sekadar menghadirkan fasilitas perakitan pertama Mazda di Indonesia, tetapi juga menjadi fondasi bagi masa depan Mazda di Indonesia,” ujar Ricky Thio, President Director PT Eurokars Produksi Pratama sekaligus Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia.
“Melalui investasi ini, kami menghadirkan standar manufaktur global Mazda sekaligus menegaskan komitmen jangka panjang kami untuk tumbuh bersama Indonesia dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan industri otomotif nasional,” lanjutnya.
Baca Juga: Jangan Tergiur Promo! Suzuki Bagi Tips 7 Hal Penting yang Wajib Dicek Sebelum Beli Mobil Baru
Sementara itu, Mazda Motor Corporation mendukung pengembangan Mazda Indonesia Plant melalui transfer pengetahuan manufaktur, sistem produksi, praktik manajemen kualitas, serta pengembangan kapabilitas Sumber Daya Manusia.
“Kami percaya bahwa kualitas dibangun oleh manusia, disempurnakan melalui proses yang disiplin, dan dipertahankan melalui perbaikan yang berkelanjutan. Karena itu, setiap kendaraan yang dirakit di fasilitas ini harus menghadirkan kualitas, craftsmanship, performa, keandalan, dan pengalaman berkendara yang diharapkan pelanggan Mazda di Indonesia,” ujar Toru Nakajima, Senior Executive Officer, ASEAN Business Office, Mazda Motor Corporation.
Di sisi lain, Setia Diarta, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengapresiasi komitmen investasi Mazda.
Dia menjelaskan, pembangunan Mazda Indonesia Plant menjadi bagian dari upaya memperkuat industri manufaktur otomotif nasional.
“Dengan kapasitas produksi mencapai 10.000 unit per tahun, kami berharap kehadiran fasilitas ini dapat memberikan nilai tambah yang semakin besar bagi perekonomian nasional melalui peningkatan aktivitas manufaktur dalam negeri, penguatan alih teknologi, pengembangan Sumber Daya Manusia, serta perluasan penyerapan tenaga kerja di sektor otomotif,” jelasnya.
Baca Juga: Toyota Usul Produsen Mobil Jepang Berbagi Komponen, Strategi Baru Hadapi Gempuran Pabrikan China