← Beranda
Jangan Nekat Dipakai! 7 Tanda Ban Motor Kamu Sudah Harus Diganti Sebelum Terlambat
Nanda PrayogaSabtu, 18 Juli 2026 | 13.58 WIB
Ilustrasi ban motor. (Wahana Honda)

JawaPos.com - Ban menjadi satu-satunya komponen motor yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Karena itu, kondisinya sangat menentukan kenyamanan sekaligus keselamatan saat berkendara, baik di jalan perkotaan maupun saat melakukan perjalanan jauh.

Sayangnya, masih banyak pengendara yang baru mengganti ban ketika sudah benar-benar bocor atau bahkan pecah di jalan. Padahal, ban yang sudah aus atau mengalami kerusakan tertentu sebaiknya segera diganti agar tidak meningkatkan risiko tergelincir maupun kehilangan kendali saat berkendara.

Berikut 7 tanda ban motor yang sudah wajib diganti!

Baca Juga: Pasar Jam Tangan Mewah di Surabaya Tetap Bertahan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

1. Alur Ban Sudah Menipis

Hal pertama yang perlu kamu perhatikan adalah ketebalan alur ban atau tread. Alur yang mulai menipis membuat kemampuan ban membuang air saat hujan menjadi berkurang sehingga motor lebih mudah tergelincir. Jika permukaan ban sudah hampir rata atau menyentuh indikator keausan (TWI), sebaiknya segera lakukan penggantian.

2. Muncul Retakan pada Permukaan Ban

Retakan-retakan kecil di bagian tapak maupun dinding ban tidak boleh dianggap sepele. Kondisi ini biasanya muncul karena usia ban yang sudah tua, terlalu sering terpapar sinar matahari, atau motor jarang digunakan. Retakan dapat melemahkan struktur ban dan meningkatkan risiko ban pecah saat digunakan.

3. Ban Benjol atau Bergelombang

Baca Juga: Indonesia Jadi Pendiri Organisasi AI Dunia, Menko Airlangga: Agar Bisa Menentukan Arah Tata Kelola

Ban yang terlihat benjol menandakan adanya kerusakan pada lapisan dalam ban. Penyebabnya bisa karena menghantam lubang dengan keras atau terbentur trotoar. Ban dalam kondisi seperti ini tidak layak digunakan karena berpotensi meletus sewaktu-waktu, terutama saat melaju dengan kecepatan tinggi.

4. Ban Terlalu Sering Bocor

Jika ban mulai sering bocor meski sudah beberapa kali ditambal, bisa jadi struktur ban sudah tidak lagi kuat. Terlalu banyak tambalan juga dapat mengurangi kekuatan ban sehingga lebih aman menggantinya dengan yang baru dibanding terus memperbaikinya.

5. Usia Ban Sudah Terlalu Lama

Meski jarang dipakai dan alurnya masih terlihat tebal, ban tetap memiliki masa pakai. Material karet akan mengeras seiring bertambahnya usia sehingga daya cengkeramnya menurun. Karena itu, jangan hanya melihat kondisi fisik, tetapi periksa juga usia produksi ban yang tertera pada dinding ban.

Baca Juga: Mendikdasmen Abdul Mu’ti Puji Model Pendidikan Holistik Pesantren, Siap Dukung GIHES 2026 di Jakarta

6. Motor Terasa Bergetar Saat Dikendarai

Getaran yang muncul secara tidak wajar saat berkendara bisa menjadi pertanda ban sudah mengalami keausan yang tidak merata atau ada kerusakan pada konstruksi ban. Jika setelah pengecekan tekanan angin masalah masih muncul, ada baiknya ban diperiksa lebih lanjut dan diganti bila diperlukan.

7. Tapak Ban Aus Tidak Merata

Keausan yang hanya terjadi pada salah satu sisi ban biasanya disebabkan oleh tekanan angin yang tidak sesuai, kondisi suspensi, atau kebiasaan berkendara. Selain mengurangi kenyamanan, kondisi ini juga membuat daya cengkeram ban tidak maksimal sehingga mengganti ban menjadi langkah yang lebih aman jika tingkat keausannya sudah parah.

EDITOR: Bintang Pradewo