← Beranda
7 Bagian Mobil yang Paling Sering Terlupakan Saat Dibersihkan, Padahal Bisa Menimbulkan Kerusakan
Dony Lesmana Eko PutraKamis, 16 Juli 2026 | 21.25 WIB
Ilustrasi interior mobil yang bersih dan nyaman. (RianAlfianto/JawaPos.com)

JawaPos.com - Mencuci mobil memang menjadi rutinitas banyak pemilik kendaraan. Namun, perhatian sering kali hanya tertuju pada bodi dan kaca, sementara beberapa bagian penting justru jarang dibersihkan.

Padahal, kotoran yang menumpuk di area tertentu dapat memengaruhi performa, kenyamanan, hingga mempercepat kerusakan komponen.

Agar mobil tetap prima, berikut beberapa bagian yang kerap terlupakan saat dibersihkan beserta risiko yang dapat ditimbulkannya.

1. Kolong Mobil

Kolong mobil menjadi area yang paling sering terabaikan karena sulit dijangkau. Padahal, bagian ini mudah dipenuhi lumpur, pasir, hingga sisa air hujan yang dapat memicu karat pada rangka dan komponen suspensi.

Risiko: Korosi pada sasis, kerusakan suspensi, dan usia komponen menjadi lebih pendek.

2. Ruang Mesin

Banyak pemilik mobil enggan membersihkan ruang mesin karena khawatir merusak komponen kelistrikan. Akibatnya, debu, daun kering, dan oli yang menempel terus menumpuk.

Risiko: Mesin lebih cepat panas, muncul bau tidak sedap, hingga kebocoran oli sulit terdeteksi.

3. Pelek dan Kaliper Rem

Pelek sering dicuci sekadarnya, sementara bagian belakang pelek dan kaliper rem jarang mendapat perhatian. Debu dari kampas rem dapat menumpuk dan mengeras.

Risiko: Tampilan pelek kusam, rem kurang optimal, serta mempercepat korosi pada komponen pengereman.

4. Karet Pintu dan Karet Kaca

Bagian ini sering terlupakan karena tidak terlihat dari luar. Padahal, debu dan pasir yang menempel bisa membuat karet cepat getas.

Risiko: Muncul bunyi saat pintu ditutup, air mudah masuk ke kabin, dan kebocoran saat hujan.

5. Filter Kabin

Filter AC atau filter kabin jarang diperiksa, padahal berfungsi menyaring debu dan kotoran sebelum udara masuk ke dalam mobil.

Risiko: AC menjadi kurang dingin, muncul bau tidak sedap, dan kualitas udara di dalam kabin menurun.

6. Rel Jok

Rel penggeser jok sering dipenuhi debu, pasir, hingga remah makanan yang jatuh tanpa disadari.

Risiko: Jok sulit digeser, mekanisme macet, dan rel lebih cepat aus.

7. Bagasi

Bagasi sering dijadikan tempat menyimpan berbagai barang sehingga debu dan kotoran mudah menumpuk.

Risiko: Muncul bau apek, jamur pada karpet bagasi, serta mempercepat kerusakan material interior.

Bersihkan Secara Berkala

Membersihkan mobil tidak cukup hanya membuat tampilannya mengilap. Perawatan pada bagian-bagian yang jarang terlihat juga penting untuk menjaga performa kendaraan dan menghindari biaya perbaikan yang lebih besar di kemudian hari.

Idealnya, lakukan pembersihan menyeluruh setiap satu hingga dua bulan, terutama setelah mobil digunakan menempuh perjalanan jauh atau melewati jalan berlumpur. Dengan perawatan yang rutin, kondisi mobil akan tetap nyaman, aman, dan memiliki nilai jual yang lebih baik.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra