JawaPos.com - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) meminta pemerintah memperluas kebijakan stimulus untuk seluruh jenis kendaraan, mulai dari mobil bermesin konvensional, hybrid, plug-in hybrid (PHEV), hingga kendaraan listrik.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga daya saing industri otomotif nasional sekaligus menarik investasi baru di tengah persaingan global.
Gaikindo mengusulkan agar pemerintah memberikan dukungan yang lebih luas bagi seluruh teknologi kendaraan di Indonesia.
Menurut asosiasi tersebut, stimulus yang merata dibutuhkan untuk menjaga pertumbuhan pasar otomotif sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di tengah perubahan teknologi dan persaingan global yang semakin ketat.
Melansir dari Antara, Rabu (1/7) Ketua Harian Gaikindo, Anton Kumonty, mengatakan pemerintah selama ini telah memberikan berbagai kebijakan yang berdampak positif terhadap perkembangan industri otomotif.
"Dukungan tersebut mencakup insentif fiskal, kemudahan investasi, hingga forum komunikasi yang rutin dengan pelaku industri," kata Anton.
Ia menilai berbagai kebijakan tersebut mampu memberikan kepastian bagi investor sekaligus mendorong pengembangan industri otomotif di Indonesia.
Salah satu kebijakan yang dinilai efektif adalah User Specific Duty-Free Scheme (USDFS) yang memberikan pembebasan bea masuk untuk impor bahan baku dan komponen yang belum dapat diproduksi di dalam negeri.
Kebijakan ini membantu industri menjaga efisiensi produksi dan meningkatkan daya saing.
Selain itu, program Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang pernah diterapkan saat masa pemulihan ekonomi juga dinilai berhasil mendorong permintaan kendaraan di pasar domestik. Dampaknya, utilisasi pabrik tetap terjaga di tengah perlambatan ekonomi.
Gaikindo juga mengapresiasi langkah pemerintah dalam mengembangkan kendaraan rendah emisi melalui program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV).
Program tersebut mencakup kendaraan hemat energi, mobil hybrid (HEV), plug-in hybrid (PHEV), hingga kendaraan listrik berbasis baterai (BEV), yang dinilai berhasil menarik investasi baru sekaligus meningkatkan penggunaan komponen lokal.
Di sisi investasi, Indonesia masih dianggap memiliki daya tarik yang kuat bagi produsen otomotif dunia. Selain pabrikan asal Jepang yang telah lama beroperasi di Tanah Air, sejumlah perusahaan otomotif dari Tiongkok juga mulai memperluas investasi dan menyiapkan strategi jangka panjang.
Ketua Bidang Pengembangan Pasar Gaikindo, Jongkie Sugiarto, mengatakan beberapa investor asal Tiongkok berharap memperoleh dukungan pemerintah yang setara agar dapat mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan di Indonesia.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan Indonesia masih menjadi salah satu tujuan investasi yang menarik bagi industri otomotif global.
Karena itu, Gaikindo mendorong pemerintah agar kebijakan stimulus tidak hanya berfokus pada satu teknologi kendaraan. Asosiasi tersebut mengusulkan insentif diberikan secara lebih merata untuk kendaraan bermesin konvensional (ICE), hybrid (HEV), plug-in hybrid (PHEV), maupun kendaraan listrik murni (BEV).
Dengan dukungan yang seimbang, industri otomotif nasional diharapkan dapat terus tumbuh, menarik investasi baru, serta meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.