JawaPos.com - Mengemudikan mobil bertransmisi otomatis atau mobil matic di jalan menanjak maupun menurun memerlukan teknik yang tepat.
Kesalahan kecil, seperti membiarkan transmisi bekerja di posisi yang kurang sesuai atau terlalu sering mengandalkan rem, dapat meningkatkan risiko kecelakaan sekaligus mempercepat keausan komponen kendaraan.
Agar perjalanan tetap aman dan mobil bekerja secara optimal, pengemudi perlu memahami teknik yang berbeda saat menghadapi tanjakan maupun turunan.
Berikut cara aman mengemudi mobil matic saat menanjak dan menurun seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia.
Baca Juga: Penemuan Jenazah ASN Bangkalan dalam Mobil di Bandara Juanda, Diduga Sudah Meninggal 2-3 Hari
Cara Aman Mengemudi Mobil Matic di Tanjakan
Saat melintasi tanjakan dengan kemiringan cukup tinggi, sebaiknya jangan hanya mengandalkan posisi D. Pengemudi dianjurkan memanfaatkan gigi rendah agar tenaga mesin tetap terjaga.
1. Manfaatkan Gigi Rendah
Pindahkan tuas transmisi ke posisi L atau 2, atau gunakan mode manual jika mobil telah dilengkapi fitur tersebut.
Langkah ini membuat putaran mesin berada pada rentang yang lebih tinggi sehingga tenaga yang disalurkan ke roda menjadi lebih besar dan stabil.
Dengan begitu, transmisi tidak akan terburu-buru berpindah ke gigi yang lebih tinggi sehingga performa mobil tetap optimal ketika menanjak.
2. Gunakan Teknik yang Tepat Saat Berhenti di Tanjakan
Ketika arus lalu lintas padat memaksa kendaraan berhenti di tanjakan, pengemudi perlu memastikan mobil tidak bergerak mundur.
Baca Juga: Tips Modifikasi Mobil yang Aman Tanpa Mengorbankan Keselamatan
Salah satu caranya adalah memanfaatkan rem tangan sebagai penahan. Setelah kendaraan berhenti, aktifkan rem tangan, lepaskan pedal rem, lalu pindahkan kaki ke pedal gas secara perlahan. Begitu mobil mulai bergerak maju, turunkan rem tangan secara bertahap.
Pada mobil yang telah dibekali fitur Hill Start Assist (HSA), proses ini menjadi lebih mudah karena sistem akan menahan kendaraan selama beberapa detik setelah pedal rem dilepas.
3. Jangan Menginjak Pedal Gas Secara Berlebihan
Saat mobil terasa kehilangan tenaga di tanjakan, banyak pengemudi justru menekan pedal gas hingga penuh.
Kebiasaan ini sebaiknya dihindari karena dapat membuat transmisi otomatis bekerja lebih berat dan memicu kenaikan suhu.
Selain itu, ban juga berisiko kehilangan traksi apabila permukaan jalan licin. Sebaiknya tekan pedal gas secara bertahap dan pertahankan kecepatan yang stabil.
Baca Juga: OLX Hadirkan Sub Kategori Mobil Baru, Permudah Konsumen Bandingkan Pilihan Kendaraan
Jika kendaraan terasa terlalu berat untuk melanjutkan perjalanan, lebih baik berhenti sejenak di tempat yang aman agar mesin dan transmisi memiliki waktu untuk mendingin.
Cara Aman Mengemudi Mobil Matic di Turunan
Selain tanjakan, turunan panjang juga membutuhkan teknik berkendara yang berbeda agar sistem pengereman tidak bekerja secara berlebihan.
1. Aktifkan Gigi Rendah untuk Memanfaatkan Engine Brake
Sebelum memasuki turunan, pindahkan transmisi ke posisi L, 2, atau mode manual sesuai kondisi jalan.
Posisi ini memungkinkan mobil memanfaatkan engine brake, yaitu perlambatan kendaraan yang berasal dari hambatan putaran mesin.
Cara ini membantu mengurangi beban kerja rem sehingga risiko rem mengalami panas berlebih dapat ditekan.
Baca Juga: Pasar Mobil Bekas Hadapi Krisis Pasokan, OLX Sebut Stok Turun Cukup Jauh
Sebaliknya, hindari memindahkan transmisi ke posisi netral (N) saat mobil masih melaju karena dapat mengurangi kendali terhadap kendaraan.
2. Hindari Terus-Menerus Menekan Pedal Rem
Menahan pedal rem sepanjang turunan merupakan salah satu penyebab utama rem kehilangan efektivitas.
Gesekan yang berlangsung terus-menerus akan menghasilkan suhu tinggi pada kampas dan cakram rem sehingga performanya bisa menurun.
Apabila engine brake sudah bekerja, pengemudi cukup menggunakan rem sewaktu-waktu untuk menyesuaikan kecepatan atau ketika menghadapi tikungan.
3. Terapkan Teknik Pengereman Berirama
Jika turunan sangat panjang dan curam sehingga engine brake belum cukup memperlambat kendaraan, gunakan teknik intermittent braking.
Baca Juga: Akhir Bulan Penuh Kejutan! 4 Shio Ini Diramal Mendapat Rezeki Tak Terduga hingga Hadiah Mobil Baru
Caranya, injak pedal rem dengan tekanan yang cukup hingga kecepatan turun sekitar 10–15 km/jam di bawah batas aman.
Kemudian lepaskan kembali rem dan biarkan engine brake mengambil alih perlambatan kendaraan.
Teknik injak-lepas secara berkala ini memberikan kesempatan bagi sistem pengereman untuk melepaskan panas sehingga lebih efektif dibandingkan terus menekan pedal rem sepanjang perjalanan menurun.