JawaPos.com - Tren kendaraan elektrifikasi di Indonesia terus berkembang. Jika sebelumnya pasar didominasi mobil hybrid konvensional dan mobil listrik murni, kini segmen Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) mulai menjadi arena persaingan baru bagi para pabrikan otomotif.
Melihat peluang tersebut, PT Sokonindo Automobile selaku Agen Pemegang Merek (APM) DFSK di Indonesia bersiap meluncurkan produk terbarunya, DFSK E5 Plus.
Model ini akan menjadi senjata baru DFSK untuk bersaing di pasar SUV PHEV yang kini semakin ramai di Indonesia.
Meski spesifikasi lengkapnya belum diumumkan secara resmi, sejumlah informasi mengenai DFSK E5 Plus sudah mulai terungkap melalui laman resmi perusahaan.
SUV elektrifikasi ini hadir dengan dimensi yang cukup besar, yakni panjang 4.760 mm, lebar 1.865 mm, tinggi 1.710 mm, serta jarak sumbu roda mencapai 2.785 mm.
Dengan ukuran tersebut, DFSK E5 Plus masuk ke segmen medium SUV dan dirancang untuk memenuhi kebutuhan keluarga Indonesia yang menginginkan kendaraan lapang sekaligus efisien.
Salah satu daya tarik utama mobil ini adalah konfigurasi kabin 5+2 yang memungkinkan kapasitas hingga tujuh penumpang. Selain itu, DFSK juga mengklaim E5 Plus memiliki ruang bagasi yang besar dengan kapasitas mencapai 720 liter, memberikan fleksibilitas lebih untuk kebutuhan perjalanan keluarga maupun aktivitas harian.
Di sektor teknologi, DFSK E5 Plus dibekali sejumlah fitur modern yang saat ini menjadi kebutuhan konsumen. Beberapa di antaranya adalah layar sentuh berukuran 15,6 inci sebagai pusat hiburan dan pengaturan kendaraan, sistem kamera 540 derajat untuk membantu visibilitas saat parkir maupun bermanuver, serta berbagai fitur keselamatan berbasis teknologi bantuan pengemudi (ADAS).
Pihak DFSK memang belum membuka secara resmi tampilan interior, namun bila di lihat dari foto yang diambil penulis dari luar kabin terlihat tampilan premium dengan bahan yang mumpuni.
Disesuaikan untuk Pasar Indonesia
Chief Operating Officer (COO) PT Sokonindo Automobile, Franz Wang, mengatakan bahwa DFSK E5 Plus telah melalui proses penyesuaian agar sesuai dengan karakteristik konsumen dan kondisi jalan di Indonesia.
"Sejak awal kami sudah menyesuaikan kendaraan ini dengan kebutuhan pasar Indonesia," ujar Franz Wang di Jakarta, Senin (15/6/2026).
Menariknya, DFSK juga memastikan bahwa E5 Plus akan diproduksi secara lokal di Indonesia. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat komitmen perusahaan dalam mendukung industri otomotif nasional.
Namun demikian, besaran Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) masih belum diumumkan.
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) PT Sokonindo Automobile, Alexander Barus, menegaskan bahwa E5 Plus akan menawarkan kombinasi kenyamanan, teknologi, dan keamanan yang menjadi fokus utama pengembangannya.
"Saya belum bisa menyampaikan secara detail karena masih menunggu waktu peluncuran resmi. Namun kenyamanan hingga keamanan berkendara dipastikan sudah terintegrasi dalam mobil ini," kata Alexander.
Harga Resmi Diumumkan di GIIAS 2026
Director of Sales Center Sokonindo Automobile, Ching Hok Rifin, menjelaskan bahwa keputusan menghadirkan DFSK E5 Plus didasarkan pada hasil riset pasar yang dilakukan perusahaan.
Menurutnya, konsumen Indonesia saat ini cenderung menginginkan kendaraan berukuran besar yang mampu mengakomodasi kebutuhan keluarga, namun tetap menawarkan efisiensi konsumsi energi dan tingkat keamanan yang baik.
"Dari hasil survei kami, kebiasaan pasar di Indonesia menginginkan mobil yang lebih besar tapi juga efisien, termasuk keamanan juga terjamin," ujarnya.
Terkait harga, DFSK masih menutup rapat informasi tersebut. Ching Hok Rifin memastikan seluruh detail resmi, termasuk harga jual, akan diumumkan pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang berlangsung pada 29 Juli 2026.
Siap Tantang Wuling, Chery dan BYD
DFSK optimistis E5 Plus mampu bersaing di tengah meningkatnya persaingan kendaraan PHEV di Indonesia. Kehadiran model ini akan berhadapan langsung dengan sejumlah pemain yang lebih dahulu mengisi segmen tersebut, seperti Wuling, Chery, dan BYD.
Persaingan diperkirakan akan semakin menarik mengingat masing-masing pabrikan menawarkan keunggulan berbeda, mulai dari teknologi baterai, efisiensi bahan bakar, hingga strategi harga yang kompetitif.
Franz Wang mengaku tidak khawatir dengan banyaknya kompetitor yang sudah lebih dahulu hadir di pasar.
"Saat kami mulai meluncurkan produk ICE sudah ada kompetitor, sama juga saat DFSK meluncurkan mobil listrik. Artinya, kami siap bertarung," ujarnya.
Dengan produksi lokal, kabin tujuh penumpang, teknologi modern, serta statusnya sebagai SUV PHEV, DFSK E5 Plus berpotensi menjadi salah satu model yang patut diperhitungkan saat resmi meluncur di Indonesia pada GIIAS 2026 mendatang.