JawaPos.com - Lonjakan harga BBM non-subsidi jenis solar mulai memengaruhi pasar otomotif nasional. Toyota mengungkap penjualan mobil diesel mengalami penurunan seiring naiknya harga Dexlite dan Pertamina Dex yang kini semakin membebani biaya operasional kendaraan.
Terkait hal ini PT Toyota Astra Motor (TAM) mengakui kenaikan harga BBM non-subsidi berdampak pada permintaan sejumlah model diesel mereka.
Beberapa kendaraan yang mulai terdampak antara lain Toyota Fortuner, Innova Reborn diesel, hingga Hilux Rangga.
Marketing Director TAM, Bansar Maduma, mengatakan pihaknya masih terus memantau perubahan tren pasar setelah harga BBM mengalami penyesuaian sejak awal Mei 2026.
Menurutnya, mobil diesel modern saat ini memang membutuhkan bahan bakar dengan kualitas lebih tinggi seperti Pertadex atau Dexlite agar performa mesin tetap optimal.
“Pastinya ada dampak terhadap penjualan karena kendaraan diesel modern membutuhkan BBM dengan spesifikasi tertentu,” ujar Bansar di Jakarta, Senin (18/5).
Seperti diketahui, Pertamina resmi menaikkan harga BBM non-subsidi pada 4 Mei 2026. Harga Dexlite kini mencapai Rp26.000 per liter, sementara Pertamina Dex naik menjadi Rp27.900 per liter.
Kondisi tersebut membuat sebagian konsumen mulai mempertimbangkan kendaraan yang lebih hemat bahan bakar dan efisien untuk penggunaan harian.
Toyota pun melihat adanya pergeseran minat pasar menuju mobil bensin dan hybrid. Sejumlah model elektrifikasi Toyota disebut mengalami peningkatan permintaan dalam beberapa bulan terakhir.
Tak hanya Veloz Hybrid, model seperti Kijang Innova Zenix Hybrid juga mulai mencatat tren penjualan yang positif di tengah kenaikan harga BBM.
Toyota menilai kendaraan hybrid bisa menjadi solusi bagi konsumen yang ingin menekan biaya operasional tanpa harus sepenuhnya beralih ke mobil listrik murni.
Selain itu, teknologi hybrid juga dinilai mampu membantu pengurangan emisi gas buang karena penggunaan motor listrik saat akselerasi awal membuat konsumsi bahan bakar lebih efisien.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Toyota mencatat penjualan wholesales sebanyak 86.270 unit sepanjang Januari hingga April 2026.
Kijang Innova masih menjadi kontributor terbesar dengan distribusi mencapai 21.079 unit, disusul Avanza 12.351 unit, Rush 10.946 unit, Calya 10.758 unit, dan Veloz Hybrid sebanyak 6.134 unit.
Melihat tren tersebut, Toyota berharap pemerintah dapat memberikan dukungan lebih besar terhadap kendaraan hybrid melalui kebijakan insentif.
Menurut perusahaan, mobil hybrid juga memiliki kontribusi penting dalam menekan emisi dan mendukung transisi menuju kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.