JawaPos.com - Persaingan truk Diesel memanas, Isuzu Klaim ELF NLR L lebih hemat BBM hingga Rp3 Juta. Ini bukan tanpa alsan, menurut PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) menegaskan bahwa teknologi mesin diesel Common Rail miliknya terbukti lebih irit, bertenaga, sekaligus ramah lingkungan.
Bahkan dalam pengujian internal, konsumsi BBM Isuzu ELF NLR L diklaim lebih hemat hingga 34,4 persen dibanding kompetitor.
Teknologi Common Rail disebut menjadi salah satu faktor utama yang membuat kendaraan Isuzu semakin efisien dan sesuai standar emisi Euro 4.
Business Strategy Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Rian Erlangga, mengatakan Isuzu telah menghadirkan teknologi Common Rail di Indonesia sejak 15 tahun lalu.
Teknologi tersebut mampu meningkatkan efisiensi bahan bakar sekaligus menekan emisi gas buang kendaraan diesel.
Sistem Common Rail bekerja dengan tekanan tinggi yang membuat proses atomisasi bahan bakar menjadi lebih sempurna. Teknologi ini juga memungkinkan pengaturan injeksi bahan bakar secara elektronik agar lebih presisi, baik dari sisi waktu maupun jumlah solar yang disemprotkan ke ruang bakar. Hasilnya, pembakaran menjadi lebih efisien dan konsumsi BBM lebih hemat.
Keunggulan teknologi tersebut juga dibuktikan lewat simulasi perjalanan yang dilakukan internal Isuzu menggunakan Isuzu ELF NLR L. Pengujian dilakukan selama 26 hari dengan jarak tempuh mencapai 450 kilometer per hari dan bobot kendaraan total 5.400 kg menggunakan bahan bakar biosolar.
Dari hasil pengujian itu, Isuzu ELF NLR L mampu mencatat konsumsi bahan bakar hingga 8,6 km/liter. Angka tersebut diklaim lebih hemat 34,4 persen dibanding kendaraan kompetitor, dengan potensi penghematan bahan bakar mencapai Rp3,1 juta.
Tak hanya fokus pada teknologi mesin, Isuzu juga membagikan teknik eco driving untuk memaksimalkan efisiensi BBM kendaraan diesel.
Beberapa di antaranya menjaga putaran mesin tetap optimal, menghindari akselerasi agresif, memanfaatkan engine brake, menjaga tekanan ban tetap ideal, hingga menghindari idle mesin terlalu lama.
Penerapan teknik berkendara hemat tersebut dinilai mampu membantu pelaku usaha menekan biaya operasional kendaraan sekaligus menjaga performa mesin tetap optimal dalam penggunaan harian.